Wali Kota Madiun Minta Pembeli yang Tidak Pakai Masker di Pasar Jangan Dilayani

Kompas.com - 11/05/2020, 20:18 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Wali Kota Madiun Maidi meminta kepada semua pedagang untuk bersepakat menolak setiap orang yang tidak memakai masker saat hendak masuk ke pasar.

Dia menilai, langkah itu tepat agar setiap pengunjung dan pedagang yang masuk pasar dalam kondisi sehat dan terhindar dari virus corona.

“Untuk itu siapa saja yang masuk pasar, tidak pakai masker harus ditolak bersama-sama. Penjual yang tidak dipakai masker ketahuan maka akan ditutup,” ujarnya saat berkeliling dari pasar ke pasar, Senin (11/5/2020).

Selain mengajak semua orang untuk memakai masker, Maidi juga meminta masyarakat untuk mencuci tangan serta mempraktikkan physical distancing atau jaga jarak.

“Saya minta pasar ini sehat sehingga orang yang membeli di pasar tidak ragu-ragu dan senang karena pedagang sehat semua,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Tak Ingin Peristiwa Surabaya Terulang, Ratusan Karyawan Pabrik Rokok di Madiun Rapid Test

Maidi juga mengatakan, bila ditemukan kasus positif Covid-19 di pasar maka pasar akan ditutup 14 hari. Untuk itu ia meminta semua pihak yang terkait dengan roda perputaran ekonomi di pasar menjaga Kota Madiun .

“Tolong semua pedagang, penjual dan portir ikut menjaga semuanya karena daerah lain sudah ada pasar yang kena positif. Akhirnya barang tidak laku dan pembeli takut datang ke pasar,” jelasnya.

Terkait kondisi pasar menjelang lebaran, Maidi mengingatkan untuk terus menjaga kondisi pasar agar tetap menjaga kebersihan dan keamanan.

Pasar mulai ramai pengunjung mengingat lebaran tinggal dua pekan lagi. Untuk itu petugas keamanan diminta mengingatkan seluruh pengunjung yang datang wajib cuci tangan sebelum masuk pasar,” tegasnya.

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Istri ASN Kemenag Kota Madiun Dipulangkan

Tak hanya itu, dia juga meminta petugas untuk memastikan setiap pengunjung dan pedagang harus mengenakan masker saat berada didalam pasar.

TURUN?Walikota Madiun, Maidi turun langsung ke pasar-pasar mengingatkan pedagang dan pengunjung untuk memakai masker dan menjaga jarak mengingat ramainya kondisi pasar menjelang lebaran tahun ini.
DOK. Humas Pemkot Madiun TURUN?Walikota Madiun, Maidi turun langsung ke pasar-pasar mengingatkan pedagang dan pengunjung untuk memakai masker dan menjaga jarak mengingat ramainya kondisi pasar menjelang lebaran tahun ini.

“Petugas keamanan di pasar harus tegas karena Kota Madiun saat ini sudah ada yang positif satu. Jadi kalau ada orang yang masuk pasar tidak pakai masker tolong ditolak atau dilarang masuk . Kalau tidak punya masker silakan datang ke posko,” jelasnya.

Adapun, Maidi berkeliling di empat pasar di Kota Madiun, yakni Pasar Besar, Pasar Kojo, Pasar Sleko dan Pasar Kawak.

Pada kesempatan tersebut, Maidi didampingi Kapolres Madiun Kota Bobby Aria sejumlah pejabat menumpang mobil pecel land.

Jaga kesehatan untuk hindari PSBB

Lebih lanjut, orang nomor satu di kota Madiun itu menyebut, kondisi Kota Madiun masih lebih bagus dibandingkan kota lain di Jawa Timur di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Wali Kota Madiun Bersepeda Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi Selama Corona

“Hal itu terlihat banyaknya kota atau daerah yang mengajukan PSBB. Kota kita tidak perlu ke sana. Untuk menghindari PSBB maka yang positif harus dihindari terus,” tandas Maidi.

Ia mengatakan sebelum dilakukan rapid test di pasar, Pemkot Madiun memilih mengimbau terlebih dahulu kepada pedagang dan pembeli untuk mentaati SOP protokol kesehatan cegah Covid-19.

Dengan demikian, saat dilakukan rapid test mendadak semua hasilnya akan non reaktif.

Untuk itu, dia pun meminta kebersamaan warga untuk melawan virus corona agar semua warga Kota Madiun tetap sehat.

Walau demikian, Kota Madiun kini sudah memiliki satu orang yang positif positif Covid-19 dan pasien tersebut berasal dari luar kota.

Baca juga: 11 Ruas Jalan di Madiun Ditutup Cegah Penyebaran Corona, Wali Kota: Bukan Karepe Dewe

“Ketegasan kami dari pemerintah hanya semata-mata kota ini sehat. Kalau ada orang yang ndableg satu dua harus ditegasi. Kalau dibiarkan akan merugikan orang banyak. Ketegasan ini bagian untuk kesempurnaan kesehatan warga Kota Madiun,” kata Maidi. (ADV)

Terkini Lainnya
Pemkot Madiun Dapat Penghargaan SPI 2022, Walkot Maidi: Kerja Keras Berantas Korupsi Membuahkan Hasil

Pemkot Madiun Dapat Penghargaan SPI 2022, Walkot Maidi: Kerja Keras Berantas Korupsi Membuahkan Hasil

Madiun Kota Pendekar
Madiun Raih 3 Penghargaan dari Kemenkes, Walkot Maidi: Bukti Madiun Kota Sehat

Madiun Raih 3 Penghargaan dari Kemenkes, Walkot Maidi: Bukti Madiun Kota Sehat

Madiun Kota Pendekar
Walkot Maidi Usulkan Kenaikan UMK Madiun Jadi Rp 2.138.107

Walkot Maidi Usulkan Kenaikan UMK Madiun Jadi Rp 2.138.107

Madiun Kota Pendekar
Kejar Target Madiun Bebas Stunting, Walkot Maidi Bagikan Paket Makanan Bergizi untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil

Kejar Target Madiun Bebas Stunting, Walkot Maidi Bagikan Paket Makanan Bergizi untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil

Madiun Kota Pendekar
Manfaatkan Teknologi Digital, PDAM Taman Sari Madiun Raih Juara 3 Digitalisasi Layanan Pelanggan

Manfaatkan Teknologi Digital, PDAM Taman Sari Madiun Raih Juara 3 Digitalisasi Layanan Pelanggan

Madiun Kota Pendekar
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Madiun Kota Pendekar
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Madiun Kota Pendekar
Membanggakan Madiun, Wali Kota Maidi Raih Predikat The Best Overall IVL 2022

Membanggakan Madiun, Wali Kota Maidi Raih Predikat The Best Overall IVL 2022

Madiun Kota Pendekar
HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Madiun Kota Pendekar
Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Jelang HUT Ke-77 RI, Wali Kota Madiun Bagikan 5.000 Bendera Merah Putih Gratis

Madiun Kota Pendekar
Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Miliki Ribuan Spot WiFi Gratis, Madiun Dikukuhkan sebagai Desa Sensor Mandiri Pertama di Indonesia

Madiun Kota Pendekar
Green Leadership Nirwasita Tantra Jadi Penghargaan Ke-114 Madiun Selama Dipimpin Walkot Maidi

Green Leadership Nirwasita Tantra Jadi Penghargaan Ke-114 Madiun Selama Dipimpin Walkot Maidi

Madiun Kota Pendekar
Sukses Gelar MLC 2022, Walkot Maidi: Tahun Depan Kami Buat Lebih Besar

Sukses Gelar MLC 2022, Walkot Maidi: Tahun Depan Kami Buat Lebih Besar

Madiun Kota Pendekar
Ratusan Sambung Tuwuh di Madiun Pecahkan Rekor Muri, Wali Kota Maidi Ungkap Rasa Bahagia

Ratusan Sambung Tuwuh di Madiun Pecahkan Rekor Muri, Wali Kota Maidi Ungkap Rasa Bahagia

Madiun Kota Pendekar
Walkot Maidi Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban untuk Anak Stunting di Kota Madiun

Walkot Maidi Bagikan 1.000 Paket Daging Kurban untuk Anak Stunting di Kota Madiun

Madiun Kota Pendekar
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com