Cegah Banjir, Kementerian PUPR Keruk Sedimen di Sungai Masamba

Alifia Nuralita Rezqiana
Kompas.com - Rabu, 1 September 2021
Pengerukan sedimentasi di Sungai MasambaDOK. Humas Pemerintah Kabupaten Luwu Utara Pengerukan sedimentasi di Sungai Masamba

KOMPAS.com – Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang kembali melakukan normalisasi di bagian kanan hulu jembatan Sungai Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (31/8/2021).

Pengawas Lapangan BBWS Pompengan Jeneberang Fahruddin mengatakan, Kementerian PUPR melakukan pengerukan sedimentasi sebagai pekerjaan sementara yang dapat dilakukan agar air tidak meluap ke pemukiman warga.

“Pekerjaan ini belum optimal karena pengendalian sedimen di hulu berupa pembangunan Sabo Dam masih direncanakan akan dibangun tahun depan,” kata Fahruddin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (1/9/2021).

Ia memaparkan, pengerukan sedimentasi akan dilakukan hingga kedalaman satu meter.

“Karena sekarang terjadi peninggian penambahan sedimentasi, makanya hari ini kembali kita lakukan pengerukan,” ujarnya.

Baca juga: Percepat Penanganan Banjir di Luwu Utara, Bupati Indah Rencanakan Hal Ini

Sebagai informasi, berdasarkan hasil identifikasi dari Lembaga Kajian Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas), total estimasi sedimentasi banjir bandang di tiga sungai pascabanjir di Luwu Utara pada 13 Juli 2020 sebesar 222.476.966 meter kubik.

Rincian estimasai sedimentasi banjir tersebut meliputi 136.838.603 meter kubik di Sungai Rongkong, 55.131.761,29 meter kubik di Sungai Masamba, dan 9.141.608 meter kubik di Sungai Radda.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (DPUTRPKP2) Luwu Utara Sri Rahayu mengatakan, hasil pengerukan sedimentasi akan langsung dibawa ke tempat penampungan.

“Untuk saat ini sudah ada lima disposal area yang disediakan pemerintah daerah. Lahan pribadi masyarakat (terdapat) empat (lokasi), lahan bandara satu (lokasi),” jelas Sri Rahayu.

Kelima lokasi tersebut merupakan tempat penampungan yang direkomendasikan oleh DPUTRPKP2 dan disetujui oleh BBWS Pompengan Jeneberang.

Baca juga: Jalan Masamba-Radda Diperbaiki, Wabup Luwu Utara Minta BBPJN Pertimbangkan Aspriasi Warga

Ia mengatakan, sampai saat ini masih ada masyarakat yang mengajukan diri agar lahan mereka dapat digunakan pemerintah sebagai tempat penampungan hasil pengerukan sedimentasi.

“Penentuan (lokasi) disposal tidak bisa kami berikan rekomendasi begitu saja, karena terkait material yang tidak bisa dibawa keluar dalam jangka waktu tertentu karena akan diaudit untuk volume material yang ditampung,” papar Sri Rahayu.

Untuk diketahui, selain membawa hasil pengerukan sedimentasi ke tempat penampungan, DPUTRPKP2 juga memanfaatkan hasil pengerukan di bagian hilir kanan setelah jembatan Sungai Masamba sebagai bahan pembuatan tanggul darurat.

Tanggul tersebut berfungsi sebagai penghalang air sungai agar tidak meluap ke pemukiman warga atau ke ruas Jalan Masamba ketika terjadi hujan deras.

PenulisAlifia Nuralita Rezqiana
EditorAmalia Purnama Sari
Terkini Lainnya
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen
Luwu Utara Religius dan Maju
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021
Luwu Utara Religius dan Maju
Pemkab Luwu Utara Pastikan Pembangunan Bendungan Rongkong Tidak Rugikan Masyarakat
Pemkab Luwu Utara Pastikan Pembangunan Bendungan Rongkong Tidak Rugikan Masyarakat
Luwu Utara Religius dan Maju
Cegah Banjir, Kementerian PUPR Keruk Sedimen di Sungai Masamba
Cegah Banjir, Kementerian PUPR Keruk Sedimen di Sungai Masamba
Luwu Utara Religius dan Maju
Percepat Penanganan Banjir di Luwu Utara, Bupati Indah Rencanakan Hal Ini
Percepat Penanganan Banjir di Luwu Utara, Bupati Indah Rencanakan Hal Ini
Luwu Utara Religius dan Maju
Rekonstruksi Pascabencana, Bupati Luwu Utara Pastikan 5 Sektor Ini Jadi Perhatian Khusus
Rekonstruksi Pascabencana, Bupati Luwu Utara Pastikan 5 Sektor Ini Jadi Perhatian Khusus
Luwu Utara Religius dan Maju
Jalan Masamba-Radda Diperbaiki, Wabup Luwu Utara Minta BBPJN Pertimbangkan Aspriasi Warga
Jalan Masamba-Radda Diperbaiki, Wabup Luwu Utara Minta BBPJN Pertimbangkan Aspriasi Warga
Luwu Utara Religius dan Maju
Perbaikan Infrastruktur Rusak Akibat Banjir Bandang, Bupati Luwu Utara: Tahun Ini Dikerjakan
Perbaikan Infrastruktur Rusak Akibat Banjir Bandang, Bupati Luwu Utara: Tahun Ini Dikerjakan
Luwu Utara Religius dan Maju
Pemkab Luwu Utara Susun Ranperda, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Jadi Prioritas
Pemkab Luwu Utara Susun Ranperda, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Jadi Prioritas
Luwu Utara Religius dan Maju
Atasi Genangan Air di Kota Masamba, Pemkab Luwu Utara Buka Saluran Drainase di 3 Titik
Atasi Genangan Air di Kota Masamba, Pemkab Luwu Utara Buka Saluran Drainase di 3 Titik
Luwu Utara Religius dan Maju
Tangani Banjir di Luwu Utara, Pemerintah Siapkan 10 Sabo Dam
Tangani Banjir di Luwu Utara, Pemerintah Siapkan 10 Sabo Dam
Luwu Utara Religius dan Maju
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP
Luwu Utara Religius dan Maju
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan
Luwu Utara Religius dan Maju
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru
Luwu Utara Religius dan Maju
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan
Luwu Utara Religius dan Maju