Percepat Penanganan Banjir di Luwu Utara, Bupati Indah Rencanakan Hal Ini

Kompas.com - 31/08/2021, 12:15 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.comBanjir besar kembali menerjang Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), tepatnya di Masamba dan Radda, Jumat (27/8/2021) sekitar pukul 23.00 Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA).

Tragedi banjir tersebut berasal dari curah hujan yang cukup tinggi sehingga sungai di sekitar kawasan itu meluap. Kejadian ini juga pernah melanda Kabupaten Luwu Utara setahun yang lalu.

Untuk mengatasi kembalinya banjir besar, Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani berencana membangun tanggul dengan urugan tanah di sepanjang aliran sungai guna mengamankan pemukiman warga.

“Kami akan membangun urugan tanah khusus di beberapa titik-titik tertentu. Utamanya di titik lokasi kawasan bantaran sungai yang menyebabkan air merembes ke pemukiman warga di lingkungan Poddo, Kecamatan Masamba,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Sempat Viral, BKSDA Benarkan Ada Buaya di Bantaran Sungai di Lamongan

Pernyataan tersebut Indah sampaikan saat meninjau beberapa titik lokasi di bantaran sungai dalam rangka kunjungan kerja (kuker), Senin (30/8/2021).

Dalam kunjungan itu, turut hadir pihak dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kawasan Permukiman dan Perhubungan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPUTRKP2).

Berdasarkan laporan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBWSPJ, Indah menjelaskan, pengerjaan penanganan banjir akan menggunakan item urugan batu berdasarkan berat dan jenisnya, yaitu 100 hingga 200 kilogram (kg).

“Jadi tidak ada item batu gajah dalam kontruksi ini, melainkan berdasarkan berat dan jenis batu. Selain memasang urugan batu, juga akan dilakukan pengerukan,” imbuhnya.

Baca juga: Hingga Maret 2021, LPJK Terbitkan 9.666 Sertifikat Kompetensi Kerja Kontruksi

Lebih lanjut Indah mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan pertemuan konsultasi masyarakat tahap kedua untuk finalisasi desain Sabo Dam.

Pertemuan tersebut membahas tentang rencana pembangunan Sungai Masamba pada tiga tahun ke depan. Pembangunan ini juga berlaku untuk Sungai Radda.

“Sementara pembangunan Bendungan Rongkong akan direncanakan pada 2025 mendatang," imbuh mantan Dosen Universitas Indonesia (UI) ini.

Selain pihak terkait, Indah mengaku, dukungan masyarakat juga dibutuhkan dalam percepatan pembangunan untuk penanganan bencana.

Baca juga: Megawati Nilai Pelatihan Penanganan Bencana di RI Masih Minim

"Memang yang kami butuhkan saat ini adalah dukungan masyarakat,” ucapnya.

Terlebih, kata dia, secara teknis BBWSPJ telah melakukan kajian dalam perencanaan spot mana yang paling tepat diutamakan dalam pembangunan penanganan banjir secara bertahap.

"Teman-teman di BBWSPJ sudah bekerja keras dengan dukungan penuh dari bapak direktur sungai dan pantai juga pak menteri,” ucap Indah.

Ia berharap, dukungan masyarakat terutama titik lokasi yang dilalui oleh pembangunan dapat ikut mempercepat penanganan banjir.

Baca juga: Luhut Tinjau Proyek Penanganan Banjir di Jakarta

Pasalnya, faktor non-teknis atau persoalan sosial kerap menjadi kendala dalam pembangunan. Belum lagi berhadapan dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Sekali lagi mohon dukungannya. Terutama karena penanganan banjir dengan kondisi massif begini sangat butuh dukungan dari masyarakat," tutur Indah.

 

Terkini Lainnya
70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Luwu Utara Religius dan Maju
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Luwu Utara Religius dan Maju
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Luwu Utara Religius dan Maju
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Religius dan Maju
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Luwu Utara Religius dan Maju
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Luwu Utara Religius dan Maju
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Luwu Utara Religius dan Maju
Lewat

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Luwu Utara Religius dan Maju
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Luwu Utara Religius dan Maju
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Religius dan Maju
Bupati Luwu Utara Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanggulangan Bencana

Bupati Luwu Utara Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanggulangan Bencana

Luwu Utara Religius dan Maju
Anggota Komisi V DPR Minta Pelabuhan Munte Dimaksimalkan Fungsinya

Anggota Komisi V DPR Minta Pelabuhan Munte Dimaksimalkan Fungsinya

Luwu Utara Religius dan Maju
Cegah Petani Luwu Utara Alami Kerugian, Bupati IDP Asuransikan 7.000 Ha Lahan Pertanian

Cegah Petani Luwu Utara Alami Kerugian, Bupati IDP Asuransikan 7.000 Ha Lahan Pertanian

Luwu Utara Religius dan Maju
Ruas Palandoan-Lambiri Belum Ditangani, Bupati IDP Janji Koordinasi dengan Pemprov Sulsel

Ruas Palandoan-Lambiri Belum Ditangani, Bupati IDP Janji Koordinasi dengan Pemprov Sulsel

Luwu Utara Religius dan Maju
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Luwu Utara Religius dan Maju
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com