Atasi Banjir di Luwu Utara, Tanggul Darurat dengan Metode Perkuatan Geotextile Siap Dibangun

Inang Jalaludin Shofihara
Kompas.com - Selasa, 4 Agustus 2020
Pengerjaan tanggul menggunakan metode perkuatan geotextile di Luwu Utara guna mengatasi meluapnya banjir di Sungai Masamba.DOK. Humas Pemkab Luwu Utara Pengerjaan tanggul menggunakan metode perkuatan geotextile di Luwu Utara guna mengatasi meluapnya banjir di Sungai Masamba.

KOMPAS.com – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jenneberang (BBWSPJ) Adenan Rasyid mengatakan, pemerintah tengah berusaha menangani banjir di Luwu Utara, salah satunya dengan membuat tanggul darurat di Sungai Masamba dan Sungai Radda.

Pembangunan ini dilakukan berkat kerja sama antara BBWSPJ Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu Utara.

“Sejauh ini pembuatan tanggul darurat berjalan baik. Progresnya untuk sungai Masamba kurang lebih 1 km, dari target kiami 2,5 kilometer (km),” kata Kepala BBWSPJ Adenan Rasyid, Minggu (2/8/2020).

Dia menjelaskan, meskipun tanggul ini bersifat darurat, pembuatan di dua sungai ini dipastikan sedikit lebih baik karena pekerjaan tanggul menggunakan metode perkuatan geotextile.

Baca juga: Bupati Luwu Utara Targetkan Pengungsi Banjir Bandang Tinggalkan Tenda Pengungsian Sebelum 17 Agustus

Metode perkuatan geotextile ini merupakan sebuah metode perbaikan tanah untuk memperkuat bangunan tanggul darurat.

Adenan menyebutkan, saat ini pembuatan tanggul darurat fokus dahulu pada ruas jembatan Masamba dan Jembatan Balebo. Hal ini mengingat kedua ruas jembatan ini menjadi titik masuknya air ke Kota Masamba.

“Kami buat tanggul darurat menggunakan geotextile guna mencegah masuknya air ke beberapa titik pemukiman,” terangnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Dia menjelaskan, lubang-lubang yang menjadi titik masuknya air harus ditutup, termasuk titik masuknya air ke Masjid Syuhada, dan beberapa titik lainnya.

Baca juga: Kegiatan Ekonomi di Luwu Utara Mulai Bangkit Pascabanjir Bandang

Adenan juga menuturkan, dalam pengerjaan tanggul darurat, pihaknya dibantu Dinas PUPR, utamanya dalam menentukan titik yang menjadi prioritas, seperti pemukiman dan tempat-tempat masuknya air ke kota Masamba.

“Alhamdulillah, pak Kepala Dinas (Kadis) PU ini luar biasa. Kami biasanya dalam pengerjaan sungai selalu terkendala faktor sosial,” ungkapnya.

Namun, lanjut, berkat bantuan dari Dinas PU dan Bupati Luwu Utara yang menyosialisasikan ini kepada masyarakat, sejauh ini pihaknya masih bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Rencananya, pembangunan tanggul darurat ini akan selesai pada Jumat (21/8/2020) mendatang.

Selanjutnya, pihak BBWSPJ akan melakukan penanganan permanen dengan membuat tanggul permanen di Sungai Masamba, di Kecamatan Masamba dan Sungai Radda, di Kecamatan Baebunta.

Baca juga: Bantuan DTH Jadi Solusi Sementara Bagi Korban Banjir di Luwu Utara

Ini juga sekaligus instruksi Menteri PUPR beberapa waktu lalu agar dua sungai ini akan dibuatkan tanggul dengan struktur permanen.

“Untuk tanggul permanen, insyaallah 2021 baru akan kami laksanakan pembuatannya. Jadi ini baru solusi jangka pendek dan menengah dulu,” tutur Adenan.

PenulisInang Jalaludin Shofihara
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Kunjungi Tanalili, Pjs Bupati Luwu Utara Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan
Kunjungi Tanalili, Pjs Bupati Luwu Utara Ingatkan Pentingnya Protokol Kesehatan
Luwu Utara Religius dan Maju
Program Bedah Rumah di Luwu Utara Sudah Lampaui Target
Program Bedah Rumah di Luwu Utara Sudah Lampaui Target
Luwu Utara Religius dan Maju
Tanggapi Unjuk Rasa Forum Banjir Bandang, Bupati Luwu Utara Siap Berdiskusi
Tanggapi Unjuk Rasa Forum Banjir Bandang, Bupati Luwu Utara Siap Berdiskusi
Luwu Utara Religius dan Maju
Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba Diharapkan Selesai Sebelum HUT RI
Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba Diharapkan Selesai Sebelum HUT RI
Luwu Utara Religius dan Maju
BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba
BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba
Luwu Utara Religius dan Maju
Atasi Banjir di Luwu Utara, Tanggul Darurat dengan Metode Perkuatan Geotextile Siap Dibangun
Atasi Banjir di Luwu Utara, Tanggul Darurat dengan Metode Perkuatan Geotextile Siap Dibangun
Luwu Utara Religius dan Maju
Bantuan DTH Jadi Solusi Sementara Bagi Korban Banjir di Luwu Utara
Bantuan DTH Jadi Solusi Sementara Bagi Korban Banjir di Luwu Utara
Luwu Utara Religius dan Maju
 Bupati Luwu Utara Targetkan Pengungsi Banjir Bandang Tinggalkan Tenda Pengungsian Sebelum 17 Agustus
Bupati Luwu Utara Targetkan Pengungsi Banjir Bandang Tinggalkan Tenda Pengungsian Sebelum 17 Agustus
Luwu Utara Religius dan Maju
Menko PMK Doakan Korban Banjir Bandang Saat Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Masamba
Menko PMK Doakan Korban Banjir Bandang Saat Jadi Khatib Shalat Idul Adha di Masamba
Luwu Utara Religius dan Maju
Akses 5 Desa di Masamba Terputus Akibat Banjir, BBPJN Akan Bangun Jembatan Bailey
Akses 5 Desa di Masamba Terputus Akibat Banjir, BBPJN Akan Bangun Jembatan Bailey
Luwu Utara Religius dan Maju
Luwu Utara Terima Bantuan dari Mentan, Bupati IDP: Ini Tugas Berat Kita Bersama
Luwu Utara Terima Bantuan dari Mentan, Bupati IDP: Ini Tugas Berat Kita Bersama
Luwu Utara Religius dan Maju
Pembangunan Huntara Korban Banjir Luwu Utara Ditargetkan Selesai Satu Bulan
Pembangunan Huntara Korban Banjir Luwu Utara Ditargetkan Selesai Satu Bulan
Luwu Utara Religius dan Maju
Bupati Luwu Utara: Pemkab Terus Lakukan Upaya Pemulihan Pasca Banjir
Bupati Luwu Utara: Pemkab Terus Lakukan Upaya Pemulihan Pasca Banjir
Luwu Utara Religius dan Maju
Bupati Luwu Utara: Pemkab Siap Tindak Tegas Jika Pembalakan Hutan Jadi Penyebab Banjir
Bupati Luwu Utara: Pemkab Siap Tindak Tegas Jika Pembalakan Hutan Jadi Penyebab Banjir
Luwu Utara Religius dan Maju
Tampung Pengungsi Banjir Bandang, Pemkab Luwu Utara akan Bangun Rumah Sementara
Tampung Pengungsi Banjir Bandang, Pemkab Luwu Utara akan Bangun Rumah Sementara
Luwu Utara Religius dan Maju