Pemkab Luwu Utara Gelar Peremajaan Kelapa Sawit untuk Tingkatkan Produktivitas

Kompas.com - 08/07/2020, 16:00 WIB
Maria Arimbi Haryas Prabawanti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara kembali melakukan kegiatan peremajaan kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitas.

"Kegiatan peremajaan kelapa sawit melalui dinas terkait ini sudah dimulai sejak 2018 dengan realisasi 1.645,91 hektar (ha)," kata Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani (IDP) seperti dalam keterangan tertulisnya.

Hal tersebut dikatakan IDP usai menanam perdana bibit kelapa sawit di Desa Rampoang Kecamatan Tanalili, Selasa (07/07/2020).

Lebih lanjut, ia mengatakan, tahun 2019 peremajaan kelapa sawit ditarget 1.722 ha dan realisasi 597,43 ha.

"Untuk tahun 2020 ini ditarget 2.000 ha dan realisasinya 1.061,78 ha dengan jumlah 13 kelompok yang tersebar di 6 desa, 3 kecamatan," katanya.

Baca juga: Indeks Pembangunan 17 Desa Meningkat, Luwu Utara Bebas dari Desa Sangat Tertinggal

Sebagai informasi, terkait program tersebut, Pemkab Luwu Utara menyerahkan bantuan bibit kelapa sawit untuk 1.061,78 ha.

Tak tanggung-tanggung, bibit tersebut merupakan bibit unggul yang telah bersertifikasi untuk program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Kendala peremajaan kelapa sawit 

Pada kesempatan itu, IDP menuturkan, ada beberapa hambatan atau kendala yang dihadapi untuk program peremajaan kelapa sawit rakyat ini.

"Diantaranya kelengkapan berkas yang juga meliputi Surat Tanda Daftar Usaha Budidaya (STDB) dan legalitas lahan," jelasnya.

Di samping itu, ia mengatakan, syarat untuk mendapat bantuan ini adalah hamparan sawit minimal 50 ha dalam satu kelompok.

"Kendala lain yang dihadapi adalah adanya petani yang menunda permohonan replanting saat harga sawit meningkat di atas Rp1000 per kilogram (kg)," tuturnya.

Baca juga: Dukung Upaya Pemerintah, Industri Kelapa Sawit Bantu Perangi Corona

Selain itu, ia memaparkan, kendala lainnya yakni hama tikus dan sapi liar menyerang bibit sawit di lokasi penanaman, hama ulat grayak menyerang tanaman jagung sebagai tanaman sela, dan lokasi perbukitan yang menyulitkan penebangan.

"Namun, kami tentu tetap optimis, tidak ada yang sia-sia jika kita mau berusaha. Hari ini kita menanam, nanti kita juga yang akan memetik hasilnya," kata IDP.

Ia berharap, dengan adanya bibit unggul yang sudah bersertifikasi ini, masyarakat dapat memelihara dengan baik agar tumbuh dengan subur dan masa tunggu untuk panen tidak terlalu lama.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Sawit Indonesia (Apkasindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) Badaruddin mengatakan, permasalahan Kelapa Sawit itu biasanya soal sumber benih dan pemeliharaannya.

Baca juga: Apkasindo Susun Strategi Advokasi Petani Kelapa Sawit

"Untuk itu masyarakat Luwu Utara patut bersyukur sebab upaya yang dilakukan IDP melalui program ini," kata Badaruddin dalam sambutannya saat penyerahan bibit secara simbolis, Selasa (07/07/2020).

Menurut dia, bibit bantuan yang diberikan tersebut merupakan bibit unggul, sehingga tidak ada lagi bibit palsu.

Meski begitu, ia mengatakan, bibit itu harus tetap dipelihara, sebab walaupun bibitnya bagus tapi pemerliharaannya tidak bagus, maka produksi tidak akan maksimal.

"Oleh karenanya, mari maksimalkan kerja-kerja kelompok yang telah ada," kata Badaruddin seperti dalam keterangan tertulisnya.

Terkini Lainnya
70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Luwu Utara Religius dan Maju
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Luwu Utara Religius dan Maju
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Luwu Utara Religius dan Maju
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Religius dan Maju
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Luwu Utara Religius dan Maju
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Luwu Utara Religius dan Maju
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Luwu Utara Religius dan Maju
Lewat

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Luwu Utara Religius dan Maju
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Luwu Utara Religius dan Maju
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Religius dan Maju
Bupati Luwu Utara Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanggulangan Bencana

Bupati Luwu Utara Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanggulangan Bencana

Luwu Utara Religius dan Maju
Anggota Komisi V DPR Minta Pelabuhan Munte Dimaksimalkan Fungsinya

Anggota Komisi V DPR Minta Pelabuhan Munte Dimaksimalkan Fungsinya

Luwu Utara Religius dan Maju
Cegah Petani Luwu Utara Alami Kerugian, Bupati IDP Asuransikan 7.000 Ha Lahan Pertanian

Cegah Petani Luwu Utara Alami Kerugian, Bupati IDP Asuransikan 7.000 Ha Lahan Pertanian

Luwu Utara Religius dan Maju
Ruas Palandoan-Lambiri Belum Ditangani, Bupati IDP Janji Koordinasi dengan Pemprov Sulsel

Ruas Palandoan-Lambiri Belum Ditangani, Bupati IDP Janji Koordinasi dengan Pemprov Sulsel

Luwu Utara Religius dan Maju
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Luwu Utara Religius dan Maju
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com