Indeks Pembangunan 17 Desa Meningkat, Luwu Utara Bebas dari Desa Sangat Tertinggal

Kompas.com - 08/07/2020, 11:12 WIB
Inadha Rahma Nidya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Luwu Utara Misbah mengatakan, indeks pembangunan di 17 desa di Luwu Utara meningkat sehingga berhasil menanggalkan status sangat tertinggal.

Berdasarkan penilaian Indeks Desa Membangun (IDM), 17 desa itu mengalami pengingkatan dua indeks sehingga berhasil menanggalkan status sangat tertinggal.

Dengan begitu, saat ini di Kabupaten Luwu Utara tidak ada lagi atau bebas dari desa kategori sangat tertinggal.

Untuk diketahui, IDM membagi desa menjadi 5 kategori, yaitu sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri.

Baca juga: Minimalkan Dampak Bencana, Bupati Luwu Utara Tekankan Pentingnya Mitigasi dan Adaptasi

IDM sendiri fokus pada upaya penguatan otonomi desa, sedangkan indeksnya merupakan komposit dari ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi.

“Desa Tolangi yang sebelumnya tertinggal, menjadi desa maju, Desa Batang Tongka yang sebelumnya sangat tertinggal, menjadi desa berkembang," kata Misbah, seperti dalam keterangan tertulisnya.

" Kemudian Kecamatan Sabbang Selatan, Masamba, Mappedeceng, Sukamaju Selatan, Sukamaju, Bone-bone, dan Tanalili tidak lagi memiliki desa berkategori sangat tertinggal,” tambah Misbah.

Hal tersebut dikatakan Misbah, saat mendampingi Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani memantau penyaluran BLT DD, di Desa Tamuku Kecamatan Bone-bone, Selasa (8/7/2020).

Kategori desa mandiri dan maju meningkat

Pada kesempatan tersebut Misbah juga mengatakan, jumlah desa kategori mandiri meningkat dari 2 desa menjadi 7 desa.

Ketujuh desa tersebut antara lain Desa Banyu Urip, Patoloan, Patila, Sukamaju, Bone-bone, Baebunta, dan Desa Tarobok.

Tak hanya desa kategori mandiri, jumlah desa maju juga meningkat dari 14 desa menjadi 25 desa. Sedangkan jumlah desa berkembang meningkat dari 64 desa menjadi 102 desa.

Sementara itu, jumlah desa kategori tertinggal menurun dari 69 desa menjadi 32 desa.

Baca juga: Percepat Pembangunan Infrastruktur, Bupati Luwu Utara Fokus Buka Jalan Wilayah Terpencil

“Hal ini mengikuti semangat nasional peningkatan kualitas kehidupan desa, seperti yang dinyatakan dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional melalui optimalisasi pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (UU Desa),” kata Misbah.

Menanggapi hal tersebut, pendamping desa Kecamatan Bone-bone Wawan mengatakan, peningkatan IDM didukung program kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga desa.

“Program tersebut berupa bantuan ternak, perikanan, pertanian, akses jalan, dan pemberdayaan dana desa. Di tengah pandemi Covid-19, aktivitas ekonomi masyarakat juga tetap berjalan sehingga indeks ketahanan ekonominya stabil,” kata Wawan. 

Terkini Lainnya
70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Luwu Utara Religius dan Maju
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Luwu Utara Religius dan Maju
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Luwu Utara Religius dan Maju
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Religius dan Maju
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Luwu Utara Religius dan Maju
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Luwu Utara Religius dan Maju
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Luwu Utara Religius dan Maju
Lewat

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Luwu Utara Religius dan Maju
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Luwu Utara Religius dan Maju
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Religius dan Maju
Bupati Luwu Utara Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanggulangan Bencana

Bupati Luwu Utara Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanggulangan Bencana

Luwu Utara Religius dan Maju
Anggota Komisi V DPR Minta Pelabuhan Munte Dimaksimalkan Fungsinya

Anggota Komisi V DPR Minta Pelabuhan Munte Dimaksimalkan Fungsinya

Luwu Utara Religius dan Maju
Cegah Petani Luwu Utara Alami Kerugian, Bupati IDP Asuransikan 7.000 Ha Lahan Pertanian

Cegah Petani Luwu Utara Alami Kerugian, Bupati IDP Asuransikan 7.000 Ha Lahan Pertanian

Luwu Utara Religius dan Maju
Ruas Palandoan-Lambiri Belum Ditangani, Bupati IDP Janji Koordinasi dengan Pemprov Sulsel

Ruas Palandoan-Lambiri Belum Ditangani, Bupati IDP Janji Koordinasi dengan Pemprov Sulsel

Luwu Utara Religius dan Maju
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Luwu Utara Religius dan Maju
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com