Salurkan BLT Dana Desa, Bupati Luwu Utara: Poinnya Bukan Bantuan, Tapi..

Kompas.com - 27/05/2020, 16:03 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengatakan, kerja sama dan dukungan dari masyarakat untuk menaati imbauan pemerintah dalam memutus penyebaran Covid-19 sangat penting.

Menurutnya, tidak ada artinya pemberian bantuan dilakukan bila masyarakat tidak taat pada imbauan pemerintah.

“Karena kita ingin memutus rantai penyebaran virus corona atau Covid-19 ini. Jadi poinnya adalah bukan di bantuannya, tetapi di pemutusan penyebaran Covid-19 ini," tuturnya saat menyerahkan Bantuan Langsung Tunai ( BLT) Dana Desa, Rabu (27/5/2020).

Adapun, Indah menyerahkan BLT tersebut di dua desa di Kecamatan Bone-Bone, yaitu Desa Sukaraya dan Desa Muktisari.

Di kantor Desa Sukaraya, Indah menyerahkan BLT kepada sebanyak 179 kepala keluarga (KK). Sementara itu, untuk Desa Muktisari, sebanyak 153 KK berhak menerima BLT Dana Desa.

Baca juga: Bupati Luwu Utara Serahkan Benih Jagung Senilai Rp 500 Juta di Kecamatan Malangke

Hingga kini, pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 582 KK penerima manfaat di Luwu Utara.

Dari jumlah itu, total sudah 512 KK atau 90,3 persen dari jumlah KK telah menerima manfaat dari bansos yang telah disalurkan pemerintah.

Syarat penerima manfaat

Lebih lanjut, Indah menjelaskan, program-program bantuan ini sifatnya bukan pemerataan. Artinya, terdapat kriteria atau persyaratan untuk mendapatkannya.

“Sebenarnya ada 14 kriteria atau persyaratan untuk mendapatkan bantuan sosial ini. Namun, jika ini diterapkan, cuma segelintir warga yang akan mendapatkan manfaat dari bantuan ini,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Untuk itu, pemerintah daerah mengerucutkan kriteria atau persyaratannya menjadi hanya lima saja.

Baca juga: Pertama dalam 60 Tahun, Dusun Saluseba di Luwu Utara Mandiri Pangan

"Pertama bagi keluarga yang tidak mampu. Kemudian tidak termasuk ke dalam penerima bantuan sosial yang lain seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai, dan sebagainya,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, bantuan ini juga diperuntukkan bagi mereka yang kehilangan mata pencarian akibat pandemi Covid-19 ini.

“Kriteria lainnya jika ada di rumahnya yang terkena penyakit kronis tahunan. Kriteria terakhir yaitu exclusion error (belum terdata)," tuturnya.

Terkait pemakaian bantuan ini, Indah mengimbau agar peruntukan BLT betul-betul untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan yang lain.

Baca juga: Bupati Luwu Utara Luncurkan BLT Dana Desa untuk Warga Terdampak Covid-19

"Ini dana desa, tujuannya untuk meningkatkan indeks desa membangun, jadi tolong uangnya kalau bisa jangan dibelanjakan di luar desa, berbelanjalah di lingkungan sendiri kalau itu memungkinkan, kemudian pergunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan yang lain,” paparnya.

Dia menerangkan, bila bantuan berupa uang ini bisa berputar di dalam desa, maka dampaknya dapat meningkatkan perekonomian desa tersebut.

Sementara itu, turut hadir mendampingi Indah, antara lain Anggota DPRD Luwu Utara H Jisman, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Luwu Utara Misbah, dan Camat Bone-Bone Syahruddin.

Terkini Lainnya
70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Luwu Utara Religius dan Maju
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Luwu Utara Religius dan Maju
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Luwu Utara Religius dan Maju
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Religius dan Maju
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Luwu Utara Religius dan Maju
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Luwu Utara Religius dan Maju
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Luwu Utara Religius dan Maju
Lewat

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Luwu Utara Religius dan Maju
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Luwu Utara Religius dan Maju
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Religius dan Maju
Bupati Luwu Utara Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanggulangan Bencana

Bupati Luwu Utara Ingatkan Pentingnya Kolaborasi dalam Penanggulangan Bencana

Luwu Utara Religius dan Maju
Anggota Komisi V DPR Minta Pelabuhan Munte Dimaksimalkan Fungsinya

Anggota Komisi V DPR Minta Pelabuhan Munte Dimaksimalkan Fungsinya

Luwu Utara Religius dan Maju
Cegah Petani Luwu Utara Alami Kerugian, Bupati IDP Asuransikan 7.000 Ha Lahan Pertanian

Cegah Petani Luwu Utara Alami Kerugian, Bupati IDP Asuransikan 7.000 Ha Lahan Pertanian

Luwu Utara Religius dan Maju
Ruas Palandoan-Lambiri Belum Ditangani, Bupati IDP Janji Koordinasi dengan Pemprov Sulsel

Ruas Palandoan-Lambiri Belum Ditangani, Bupati IDP Janji Koordinasi dengan Pemprov Sulsel

Luwu Utara Religius dan Maju
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Luwu Utara Religius dan Maju
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com