KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus berupaya menyiapkan generasi emas 2045 melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai Rp 375,9 juta lewat program beasiswa Lamongan Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS).
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, program tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.
“Kemajuan daerah dapat dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketika pendidikan maju, tingkat peradaban daerah juga akan maju,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
Pernyataan itu disampaikan bupati yang akrab disapa Pak Yes usai menyerahkan bantuan beasiswa kepada ratusan pelajar dan mahasiswa di Pendopo Lokatantra, Lamongan, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Lamongan Jadi Wilayah Tercepat Bangun KDKMP dengan Unit Terbanyak Siap Beroperasi
Pak Yes menjelaskan, IPM Kabupaten Lamongan saat ini terus menunjukkan pertumbuhan positif dan berada di angka 76,8.
Peningkatan tersebut dipengaruhi indikator pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat yang terus berkembang.
Oleh karena itu, orang nomor satu di Kota Soto itu meminta seluruh penerima beasiswa memanfaatkan bantuan pendidikan dengan sebaik-baiknya dan tidak pesimistis dalam meraih cita-cita.
Selain program Lamongan Cerdas, Pak Yes menyampaikan, Pemkab Lamongan juga menghadirkan berbagai program bantuan pendidikan lainnya, salah satunya Beasiswa Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis).
Program tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan akses pendidikan sekaligus pengembangan kompetensi generasi muda Lamongan.
Baca juga: Kenalan Lewat Instagram, Warga Lamongan Jadi Korban Penggelapan Motor Modus Kencan Online
Selain kemampuan akademik, Pak Yes juga menekankan pentingnya penguatan soft skill bagi generasi muda, seperti adab dan kemampuan bergaul di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Baznas Lamongan Bambang Eko Mulyono mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya penyaluran beasiswa tersebut.
Sebanyak 218 anak dari 68 lembaga menerima bantuan pendidikan Lamongan Cerdas dengan total nilai Rp 375,9 juta.
“Alhamdulillah, pagi ini kita bersama bersyukur dapat menyalurkan beasiswa kepada ratusan penerima mulai dari jenjang santri, SD, SMP, SMA hingga mahasiswa,” jelas Eko.
Adapun rincian penerima beasiswa Lamongan Cerdas meliputi 138 santri dari 37 lembaga. Masing-masing santri menerima bantuan sebesar Rp 1,8 juta per enam bulan.
Selain itu, lima siswa SD/MI menerima beasiswa Rp 600.000 per tahun dan lima siswa SMP/MTs menerima Rp 900.000 per tahun.
Kemudian, 20 siswa SMA/MA dari 11 lembaga menerima beasiswa Rp 1 juta per bulan.
Baca juga: Lamongan Siaga Bencana Kekeringan, Warga Diminta Hemat Air
Sebanyak 35 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi juga menerima bantuan Rp 2 juta per semester. Sementara itu, program SKSS diberikan kepada 15 penerima dari empat lembaga dengan nilai bantuan Rp 2 juta per semester.
Selain dari Baznas Lamongan, Baznas Provinsi Jawa Timur turut menyalurkan beasiswa bagi 20 pelajar SMA/MA dan 15 mahasiswa asal Lamongan.