KOMPAS.com - Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memaksimalkan potensi pembangunan.
Ia mengungkapkan, Indonesia adalah negara besar dengan keragaman potensi yang luar biasa baik dari sisi sumber daya alam maupun budaya.
“Namun, potensi tersebut hanya akan memberikan dampak apabila didukung sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pusat dan pemerintah daerah (pemda),” ujar pria yang akrab disapa Pak Yes itu saat menyampaikan amanat dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Senin (27/4/2026).
Hal itu disampaikan Yuhronur saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-30 yang digelar di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, Senin.
Pada kesempatan tersebut, Pak Yes menyampaikan apresiasi Mendagri Tito terhadap seluruh jajaran pemda, tokoh masyarakat, akademisi, dan elemen bangsa yang telah mengikuti dalam menyukseskan pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia.
Selain itu, dia mengungkapkan capaian Kabupaten Lamongan yang meraih penghargaan Top Regency in Agro-Maritime Food Hub pada sektor economic growth dalam ajang National Governance Awards (NGA) 2026 yang diselenggarakan Metro TV.
Baca juga: Pemerintah Bakal Bangun Tanggul Laut Raksasa di Tuban, Gresik dan Lamongan
Penghargaan tersebut menjadi indikator keberhasilan Lamongan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara mandiri sebagai bagian dari implementasi otonomi daerah.
"Atas nama Pemkab Lamongan, kami menyampaikan selamat memperingati Hari Otoda ke-30 tahun 2026, dengan semangat membangun daerah dan menyongsong Hari Jadi Lamongan ke-457, mari kita mewujudkan Lamongan yang semakin mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan," tutur Pak Yes.
Adapun peringatan Hari Otonomi Daerah 2026 mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”.
Tema itu mendorong daerah untuk lebih mandiri dalam mengelola potensi lokal, sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan nasional.
Baca juga: Sabar Menanti 14 Tahun, Pasutri Pedagang Ikan di Lamongan Akhirnya Berangkat Haji 2026