KOMPAS.com - Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Terbaik 3 Nasional Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) untuk Pembelajaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ( Kemendikdasmen).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas tingginya aktivitas insan pendidikan dan masyarakat Lamongan dalam mengakses, mengunduh, serta memanfaatkan berbagai buku yang tersedia di platform digital SIBI.
SIBI merupakan platform digital resmi Kemendikdasmen yang menyediakan berbagai jenis buku, baik buku teks maupun nonteks, dalam format PDF, audio, dan interaktif. Platform ini ditujukan untuk mendukung pembelajaran sekaligus memperkuat budaya literasi bagi siswa, guru, dan masyarakat.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi seluruh insan pendidikan di Lamongan, mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, penilik, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga masyarakat.
"Selain untuk kebutuhan proses belajar mengajar, akses dan pemanfaatan buku di SIBI ini juga tidak terlepas dari berbagai kegiatan kreatif dan inovatif yang mendorong pengembangan budaya literasi di Lamongan. Salah satu contohnya adalah Lomba Ayah Bunda Bercerita untuk jenjang PAUD dan Lomba Cerdas Mengulas Buku bagi siswa," ujar Yuhronur dalam siaran pers yang diterima Kompas pada Sabtu (6/6/2026).
Baca juga: Pemkab Lamongan Sabet WTP 10 Kali Beruntun, Pak Yes: Bukan Prestasi, tetapi Kewajiban
Ia menambahkan, penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mendorong transformasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi dan sumber belajar digital.
"Semoga penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperluas akses terhadap sumber belajar yang berkualitas, serta memperkuat literasi digital demi mewujudkan generasi Lamongan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing," tutur pria yang akrab disapa Pak Yes itu.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator kuatnya budaya literasi di Lamongan yang terus didorong melalui pemanfaatan teknologi dan sumber belajar digital.