Kebumen Raih Mandaya Awards 2025, Bupati Lilis: Berkat Kerja Keras Semua Pihak

Kompas.com - 16/10/2025, 21:40 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com – Kabupaten Kebumen meraih penghargaan Mandaya Awards 2025 sebagai peringkat ketiga Kategori Kabupaten dalam Mandaya Awards 2025 yang berlangsung di Ballroom Plaza Jamsostek, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

"Alhamdulillah, Kabupaten Kebumen mendapat penghargaan Mandaya Awards 2025. Ini berkat kerja keras semua pihak. Tentu saya selaku Bupati Kebumen berharap semoga ke depan masyarakat Kebumen benar-benar bisa berdaya dan sejahtera, terbebas dari kemiskinan," kata Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam siaran persnya.

Adapun peringkat pertama diraih Kabupaten Bogor, lalu berturut-turut Kabupaten Tapin, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Pekalongan (harapan satu), dan Kabupaten Sambas (harapan dua).

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PMK) Muhaimin Iskandar kepada Bupati Kebumen Lilis Nuryani.

Dalam sambutannya, Menko Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Mandaya Awards 2025 bukan sekadar seremoni, melainkan simbol perubahan paradigma.

"Mandaya Award adalah simbol perubahan paradigma. Dari bantuan menjadi pemberdayaan, dari program menjadi gerakan, dari ide menjadi dampak nyata," ujar Muhaimin dalam rilis persnya.

Baca juga: Resmi Beroperasi, SPPG Polres Kebumen Salurkan 1.022 Porsi MBG untuk Siswa di Mirit

Ia menekankan bahwa inti dari pemberdayaan adalah upaya aktualisasi potensi masyarakat secara berkelanjutan untuk mewujudkan kesejahteraan umum.

Adapun kesejaheraan umum  ukuran keberhasilannya adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi berdaya, mandiri, dan bermartabat.

Penghargaan Mandaya Awards merupakan ajang tahunan untuk memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah menunjukkan komitmen luar biasa dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Penganugerahan ini didasarkan pada penilaian inisiatif unggulan, mempertimbangkan relevansi program, dampak nyata, keberlanjutan, inklusivitas, serta potensi replikasi dan inovasi sosial.

Muhaimin Iskandar menyebut penghargaan ini sebagai wujud pengakuan negara terhadap kontribusi pemberdayaan dari pemerintah daerah, dunia usaha, hingga komunitas masyarakat.

Baca juga: Bupati Kebumen ke Paris, Terima Sertifikat UNESCO Global Geopark (UGGp) untuk Geopark Kebumen

Ia juga menyampaikan bahwa Mandaya Awards menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus bekerja lebih keras karena tantangan di masa depan masih sangat berat dan kompleks.

Spirit utama dari ajang ini, lanjut Muhaimin, adalah membentuk ekosistem kolaboratif yang memperkuat jejaring lintas kementerian, lembaga, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah daerah.

"Semangatnya adalah memastikan bahwa setiap kebijakan keberpihakan menghasilkan kemandirian bangsa," ujarnya.

Dalam kategori Kabupaten, Kebumen berhasil menduduki peringkat ketiga, bersaing dengan daerah-daerah lain yang juga menunjukkan komitmen tinggi terhadap pemberdayaan.

Acara penganugerahan juga dihadiri sejumlah menteri, gubernur/wakil gubernur, wali kota, bupati, serta perwakilan dari badan usaha, kepala desa, tokoh masyarakat, dan organisasi penggerak pemberdayaan masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com