Salurkan 136 Unit Alsintan, Bupati Kebumen: Pertanian adalah Kekuatan Utama Kita

Kompas.com - 29/08/2025, 17:12 WIB
Tsabita Naja,
Dwinh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan ( Zulhas) secara simbolis menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Jumat (29/8/2025).

Bantuan tersebut diberikan dalam rangka kunjungan kerja Menko Zulhas ke Kebumen dengan agenda utama mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan ekonomi desa.

Dalam sambutannya, Lilis menekankan pentingnya sektor pertanian bagi Kabupaten Kebumen.

"Pertanian adalah kekuatan utama daerah kita. Petani adalah tulang punggung. Tanpa petani, tidak ada ketahanan pangan," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat.

Baca juga: Anggaran Ketahanan Pangan 2026 Capai Rp 164,4 Triliun, Papua Disubsidi Penuh

Sebanyak 136 unit alsintan diberikan kepada 56 kelompok tani di 19 kecamatan. Bantuan itu berupa gerobak sorong, hand traktor, mesin perajang tembakau, pompa air, power thresher, serta traktor roda dua dan roda empat.

Adapun daerah penerima bantuan meliputi Kelurahan Bumirejo, Kelurahan Kebumen, Kelurahan Tamanwinangun, Desa Kutosari, dan Desa Pejagoan.

Bantuan alsintan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kebumen dan Provinsi Jawa Tengah.

"Semua bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, membantu petani meningkatkan produksi, menjaga ketahanan pangan, serta memperkuat semangat gotong royong di desa," ungkap Lilis.

Baca juga: Pemprov Jateng Pulihkan 512 Hektar Lahan Pertanian di Demak, Petani Apresiasi

Salah satu petani asal Desa Tambakrejo, Kecamatan Buluspesantren, Anifudin, mengaku terbantu dengan adanya bantuan alsintan karena lahan di wilayahnya sering kering.

"Insyaallah akan digunakan untuk musim tanam satu (MT 1). Untuk kejar tanam sangat membantu sekali," ucapnya.

Selain alsintan, Pemkab Kebumen juga menyalurkan 5 ton beras cadangan pangan untuk 500 keluarga di lima kelurahan/desa. Setiap keluarga menerima 10 kilogram (kg) beras medium. 

Baca juga: Penyaluran Beras Bulog Capai 8.000 Ton Per Hari, Kenapa Harga Beras Masih Mahal?

Peresmian Koperasi Desa Merah Putih di Kebumen

Pada kesempatan yang sama, Menko Pangan Zulhas meresmikan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Bojongsari, Kecamatan Alian.

"Koperasi Desa Merah Putih ini diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi desa. Bayangkan saja, anak-anak muda bisa berkumpul di halaman koperasi sambil menikmati secangkir kopi seharga Rp 2.000, pasti ramai," ujarnya.

Zulhas menegaskan akan terus membimbing koperasi tersebut secara intensif.

"Ada satuan tugas (satgas) khusus yang diketuai oleh saya sendiri, dengan anggotanya para menteri. Karena ini masih 'bayi baru lahir', maka harus diperhatikan betul," tegasnya.

Baca juga: Minta Koperasi Merah Putih Hutang Bank untuk Modal, Zulhas: Tak Ada Bagi-Bagi Uang

Dalam kunjungan tersebut, ia juga meninjau sejumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal, termasuk UMKM yang memproduksi jas hujan dan peci.

Selain itu, Zulhas bersama Bupati Lilis menghadiri Kebumen Fest yang sudah memasuki hari ketujuh penyelenggaraan.

Menutup rangkaian kunjungan, Zulhas menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang menimpa Affan Kurniawan saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com