Kebumen Lepas Predikat Termiskin, Bupati Lilis: Alhamdulillah Berkat Dukungan Semua Pihak

Kompas.com - 10/09/2025, 10:34 WIB
Dwinh

Penulis

KOMPAS.comKabupaten Kebumen akhirnya berhasil lepas dari predikat sebagai kabupaten termiskin di Jawa Tengah (Jateng).

Hal itu disampaikan Bupati Kebumen Lilis Nuryani saat berdialog dengan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Pendopo Kabumian, Selasa (9/9/2025).

Lilis menjelaskan, angka kemiskinan di Kebumen pada 2024 tercatat 15,71 persen. Namun, berkat kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, angka tersebut turun menjadi 13,58 persen pada 2025.

"Alhamdulillah, penurunannya mencapai 2,13 persen. Ini berkat dukungan semua pihak, dari Pak Gubernur, organisasi perangkat daerah (OPD), dan semua yang telah bekerja keras luar biasa,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Rabu (10/9/2025).

Capaian itu menjadikan Kebumen tidak lagi menyandang predikat kabupaten termiskin.

Baca juga: 10 Negara Termiskin di Dunia 2025 Berdasarkan PDB Per Kapita

Apresiasi dari Gubernur Jateng

Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut kedatangan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Pendopo Kabumian, Selasa (9/9/2025).emka Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyambut kedatangan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Pendopo Kabumian, Selasa (9/9/2025).

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengapresiasi capaian Kebumen.

Ia menegaskan, keberhasilan itu tidak lepas dari situasi daerah yang kondusif serta kolaborasi antardaerah di Jawa Tengah.

"Membangun Jawa Tengah tidak boleh secara parsial atau ego sektoral. Semua harus berkontribusi," kata Luthfi.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan bahwa penanganan kemiskinan harus berbasis data dengan indikator jelas, bukan hanya soal bantuan sosial.

Luthfi turut menyampaikan program provinsi terkait Rumah Layak Huni (RTLH), dengan target 17.000 unit rumah per tahun untuk masyarakat di seluruh kabupaten.

"Biasanya, penerima (RTLH) adalah mereka yang anaknya putus sekolah, tidak punya fasilitas MCK atau toilet, dan anaknya stunting," jelasnya.

Baca juga: Ahmad Luthfi Sebut Kebutuhan Rumah di Jateng Masih 1,3 Juta, 17.000 RTLH Direnovasi Tahun Ini

Ngobrol Bareng besama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Pendopo Kabumian, Selasa (9/9/2025).
DOK. Pemkab Kebumen Ngobrol Bareng besama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Pendopo Kabumian, Selasa (9/9/2025).

Selain isu kemiskinan, Luthfi mengingatkan pentingnya kesiapan daerah menghadapi kondisi darurat atau kontinjensi.

Ia mendorong setiap kabupaten memiliki blueprint wilayah kontinjensi agar keamanan dan investasi tetap terjamin.

"Kalau sudah kerusuhan sosial, rugi besar. Investor takut yang akhirnya batal masuk ke Jawa Tengah," ujar Luthfi.

Ia juga menekankan pentingnya mengaktifkan kembali siskamling di tingkat RT/RW, arahan dari Kementerian Dalam Negeri yang sudah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com