Kurangi Pengangguran, Pemkab Bandung Gencarkan Program Pelatihan hingga Pinjaman Modal Bergulir

Kompas.com - 18/09/2024, 12:29 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah meluncurkan serangkaian program inovatif yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat, terutama perempuan.

Melalui pelatihan keterampilan dan dukungan modal, Pemkab Bandung berkomitmen untuk mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kualitas hidup warganya.

Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh Pemkab Bandung adalah menyelenggarakan pelatihan di berbagai bidang, mulai dari bahasa asing, tata rias, tata boga, hingga keterampilan teknis seperti perbengkelan dan budi daya ikan.

Pelatihan tersebut dirancang untuk memberi masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga, kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.

Baca juga: Tingkatkan Daya Saing di Pasar Kerja, Fresh Graduate Lakukan Dua Hal Ini

“Pemerintah sudah menyiapkan, tinggal ada kemauan dari masyarakatnya. Bagi saya tidak ada istilah menganggur," ujar Bupati Bandung Dadang Supriatna dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu (18/9/2024).

Pernyataan tersebut disampaikan Kang DS, sapaan akrabnya, dalam kegiatan Rembug Bedas ke-189 di Gedung Serbaguna Suka Laksana Desa Karyalaksana Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Selasa (17/9/2024).

Bupati Bedas itu mengungkapkan bahwa warga yang menganggur dan mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikasi di bidang keahlian mereka. Sertifikasi ini kemudian akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Baca juga: Mimpi Para Difabel dalam Job Fair Banyuwangi 2024

Kang DS menjelaskan bahwa Pemkab Bandung, melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bandung rutin mengadakan job fair yang menyediakan ratusan lowongan kerja di berbagai perusahaan di Kabupaten Bandung.

Job fair ini menawarkan antara 300 hingga 1.000 lowongan kerja. Kami telah melaksanakan ini, dan hasilnya, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Bandung telah menurun dari 8,52 persen menjadi 6,32 persen,” jelasnya.

Kang DS menyebut bahwa hasil tersebut menunjukkan bahwa program Pinjaman Modal Bergulir Tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan, serta penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), memberikan manfaat yang signifikan.

Program pinjaman modal bergulir

Untuk diketahui, Pemkab Bandung melalui program Pinjaman Modal Bergulir Tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan mampu meminjamkan uang hingga Rp 70 miliar.

Program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya mereka yang baru lulus pelatihan, agar dapat memulai usaha tanpa harus terjebak dalam utang yang memberatkan.

“Pinjaman pertama sebesar Rp 2 juta, jika berhasil bisa ditingkatkan menjadi Rp 5 juta, dan selanjutnya hingga Rp 10 juta,” ujar Kang DS.

Dengan syarat yang mudah dan proses yang sederhana, program tersebut memungkinkan masyarakat untuk merintis usaha, seperti berdagang makanan, kerajinan tangan, atau bahkan membuka usaha kecil lainnya.

Baca juga: Utamakan Edukasi, Dirut BRI Bagikan 5 Jurus Majukan UMKM Indonesia

Kang DS menyampaikan bahwa program Pinjaman Modal Bergulir tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan telah menjangkau 35.000 nasabah. Dana diprogram ini dikelola oleh PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kerta Raharja (Perseroda) dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB.

“Setelah pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang mengalami kesulitan modal. Mereka bisa memanfaatkan program ini sebagai solusi. Pemerintah hadir untuk membantu, dengan harapan agar masyarakat Kabupaten Bandung dapat mencapai kesejahteraan,” imbuh Kang DS.

Terbitkan 129.305 NIB

Pemkab Bandung terus berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Pemkab Bandung telah menerbitkan 129.305 Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga 17 September 2024.

"Sejak saya menjabat Bupati Bandung selama tiga tahun empat bulan, kami telah mengeluarkan hampir 129.305 NIB," ujar Kang DS di hadapan masyarakat setempat.

Ia mengungkapkan bahwa proses pembuatan NIB tersebut gratis, dan masyarakat dapat mengurusnya secara mandiri dengan datang langsung ke Mall Pelayanan Publik (MPP) di Soreang.

Baca juga: Kantor Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor di MPP Trenggalek

“Selain itu, kami juga menyediakan layanan langsung di acara Rembug Bedas, di mana petugas akan membantu proses pembuatan NIB di desa-desa. Dengan syarat yang mudah, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), nomor WhatsApp, dan email, NIB bisa segera diterbitkan," jelas Kang DS.

Ia menambahkan bahwa selain menyediakan layanan di acara-acara tertentu, petugas Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) juga melakukan pendampingan di desa-desa dan kecamatan.

"Kami berharap pemerintah desa dan kecamatan semakin aktif dalam sosialisasi. Jika ada kendala, masyarakat bisa berkoordinasi dengan petugas DPMPTSP untuk mendapatkan bantuan," tutur Kang DS.

Terkini Lainnya
Pemkab Bandung Bersama BGN Gelar Panen Perdana Gertaman

Pemkab Bandung Bersama BGN Gelar Panen Perdana Gertaman

Kabupaten Bandung
Transformasi Ekonomi Desa, Pemkab Bandung Tekankan Pentingnya Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

Transformasi Ekonomi Desa, Pemkab Bandung Tekankan Pentingnya Pengelolaan Keuangan yang Akuntabel

Kabupaten Bandung
Tindaklanjuti Kebijakan Pengelolaan Sampah, Pemkab Bandung Tinjau TPS di Pasar Baleendah

Tindaklanjuti Kebijakan Pengelolaan Sampah, Pemkab Bandung Tinjau TPS di Pasar Baleendah

Kabupaten Bandung
Di PRB 2024, Pemkab Bandung Terima Hibah dari BNPB untuk Pascabencana dan Penanganan Gempa

Di PRB 2024, Pemkab Bandung Terima Hibah dari BNPB untuk Pascabencana dan Penanganan Gempa

Kabupaten Bandung
Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Komitmen Pemkab Bandung untuk Lingkungan

Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Komitmen Pemkab Bandung untuk Lingkungan

Kabupaten Bandung
Pusat Pelatihan Atletik Diresmikan di Pangalengan, Ada Fasilitas Gym, Air Panas, hingga Asrama

Pusat Pelatihan Atletik Diresmikan di Pangalengan, Ada Fasilitas Gym, Air Panas, hingga Asrama

Kabupaten Bandung
Pemkab Bandung Raih Juara 1 The Asset Manager 2024, Prestasi dalam Pengelolaan Aset

Pemkab Bandung Raih Juara 1 The Asset Manager 2024, Prestasi dalam Pengelolaan Aset

Kabupaten Bandung
BRIS 2024 Resmi Dibuka, Upaya Pemkab Bandung Dorong Investasi Berkelanjutan

BRIS 2024 Resmi Dibuka, Upaya Pemkab Bandung Dorong Investasi Berkelanjutan

Kabupaten Bandung
Waspada Gempa Megathrust dan Musim Hujan, Pemkab Bandung Minta Warga Siap Mitigasi

Waspada Gempa Megathrust dan Musim Hujan, Pemkab Bandung Minta Warga Siap Mitigasi

Kabupaten Bandung
Pemkab Bandung Tekankan Pengurangan Sampah dari Sumber, Inisiatif Berbasis Rumah Tangga

Pemkab Bandung Tekankan Pengurangan Sampah dari Sumber, Inisiatif Berbasis Rumah Tangga

Kabupaten Bandung
Kondisi Terkini Gempa Kertasari, BPBD Ganti Dapur Dengan Dapur Mandiri hingga Pengungsi Kembali ke Rumah

Kondisi Terkini Gempa Kertasari, BPBD Ganti Dapur Dengan Dapur Mandiri hingga Pengungsi Kembali ke Rumah

Kabupaten Bandung
Evaluasi Tanggap Darurat Gempa Kertasari, Pjs Bupati Bandung: Pelayanan Dasar Jadi Prioritas

Evaluasi Tanggap Darurat Gempa Kertasari, Pjs Bupati Bandung: Pelayanan Dasar Jadi Prioritas

Kabupaten Bandung
Sejak Kang DS Menjabat Bupati, IPM Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren Positif

Sejak Kang DS Menjabat Bupati, IPM Kabupaten Bandung Tunjukkan Tren Positif

Kabupaten Bandung
Berduka bersama Korban Gempa Kertasari, Kang DS Ikut Takziah Bocah Berusia 4 Tahun

Berduka bersama Korban Gempa Kertasari, Kang DS Ikut Takziah Bocah Berusia 4 Tahun

Kabupaten Bandung
Haji Cucun Apresiasi Langkah Cepat Bupati Bandung Tangani Gempa Kertasari 

Haji Cucun Apresiasi Langkah Cepat Bupati Bandung Tangani Gempa Kertasari 

Kabupaten Bandung
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com