Intervensi Spesifik Stunting Terbaik, Pemprov Jateng Terima Penghargaan dari Kemenkes

Kompas.com - 12/11/2025, 19:37 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan ( Kemenkes) atas kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dalam intervensi spesifik stunting terbaik kategori Regional I.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Jateng pada 2024 berada di angka 17,1 persen, atau lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 19,8 persen.

Penurunan tersebut dicapai melalui berbagai upaya Pemprov Jateng, antara lain skrining anemia pada remaja putri, pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri dan ibu hamil, pemeriksaan kehamilan (ANC), serta pemberian tambahan makanan bagi ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Selain itu, dilakukan pula pemantauan pertumbuhan balita dan intervensi kesehatan lainnya secara berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Kesehatan ( Menkes) RI Budi Guna Sadikin kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng Sumarno pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 di Auditorium Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Baca juga: Indeks Pembangunan Jateng 2025 Masih di Bawah Nasional: Salatiga Tertinggi, Pemalang Terendah

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden (Wapres) Indonesia Gibran Rakabuming Raka menegaskan, percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto yang harus dikawal bersama.

“Tantangan masih besar untuk mencapai target prevalensi 14 persen pada 2029. Mari kita bersama-sama keroyokan untuk program penurunan stunting ini,” tegas Gibran dalam siaran pers.

Sementara itu, Menkes Budi Guna Sadikin mengatakan, prevalensi stunting nasional telah turun menjadi 19,8 persen pada 2024.

Pemerintah Indonesia menargetkan penurunan hingga 14,2 persen pada 2029 dan 5 persen pada 2045.

Baca juga: BPS Jateng Gelar Survei Dampak MBG, Ini Tujuannya

"Rakornas menjadi ajang strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan mulai pemerintah pusat, daerah, dari provinsi sampai desa dalam pencegahan dan penurunan stunting," kata Budi.

Penyemangat dalam menurunkan stunting

Terkait penghargaan tersebut, Sekda Jateng Sumarno menyampaikan apresiasi kepada Kemenkes dan seluruh pihak yang telah bekerja sama dalam percepatan penurunan stunting di provinsinya.

“Terima kasih kami ucapkan kepada semua stakeholder yang sudah bekerja sama dan berkolaborasi dalam upaya percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Menurut Sumarno, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, termasuk pelaksanaan program Dokter Spesialis Keliling (Speling).

Baca juga: Rugi Gagal Panen akibat Krisis Iklim, Puluhan Petambak Garam di Jateng Dapat Bantuan Geomembran

Ia berharap penghargaan itu menjadi penyemangat bagi semua pihak untuk terus memperkuat komitmen menekan angka stunting.

“Terima kasih kepada bupati, wali kota, camat, lurah dan yang terutama kader posyandu yang menjadi ujung tombak suksesnya pencapaian penurunan stunting di Jawa Tengah," ucap  Sumarno.

Sumarno juga menyampaikan selamat atas dua penghargaan lain yang diterima Jateng, termasuk kategori kader posyandu terbaik.

Ia optimistis, melalui sinergi semua pihak, prevalensi stunting di Jateng dapat terus ditekan.

Adapun dua penghargaan lain yang diraih oleh daerah dan tenaga kesehatan asal Jateng, yakni Kabupaten Banyumas sebagai daerah terbaik Regional I untuk Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Kader Posyandu Mawar 3 Desa Bekutuk, Kabupaten Blora, Sofia Turrifqi, sebagai Kader Bidang Kesehatan Berprestasi Terbaik Regional I.

Baca juga: BPS: 4,2 Juta Keluarga Pengganti Penerima Bansos Didominasi Jatim, Jabar dan Jateng

Terkini Lainnya
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com