9 Sekolah Rakyat di Jateng Mulai Beroperasi, Gubernur Luthfi: Bukti Negara Hadir untuk Masyarakat

Kompas.com - 14/07/2025, 17:54 WIB
Tsabita S. Naja,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebanyak sembilan Sekolah Rakyat yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Jawa Tengah mulai beroperasi pada Senin (14/7/2025).

Sembilan sekolah tersebut terdiri atas enam sekolah menengah atas (SMA) dan tiga sekolah menengah pertama (SMP).

"Hari ini, di Gedung Sentra Terpadu Soeharso, sembilan Sekolah Rakyat di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) diresmikan. Ini bukti hadirnya negara untuk menyejahterakan masyarakat," kata Gubernur Jateng Ahmad Luthfi melalui siaran pers, Senin (14/7/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri acara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2025 di Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta, Senin.

Baca juga: MPLS Sekolah Rakyat di Bandung, Siswa Dites Lari 1,6 Km untuk Cek Kebugaran

Luthfi menyebut, Sekolah Rakyat merupakan upaya untuk mengikis kemiskinan ekstrem lewat pendidikan.

Dengan mengadopsi sistem boarding school atau sekolah berasrama, seluruh siswa Sekolah Rakyat akan tinggal di asrama sampai lulus.

Meski demikian, orangtua atau wali siswa tetap dapat bertemu buah hatinya setiap Sabtu dan Minggu.

Angkatan pertama Sekolah Rakyat diperkirakan menampung sekitar 850 anak dari keluarga yang masuk kategori miskin dan miskin ekstrem sesuai data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Adapun total angkatan pertama Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta sebanyak 200 siswa. Selain itu, ada sekitar 20 guru dan tenaga pendidik, serta 12 wali asuh atau wali asrama.

Baca juga: 1.075 Siswa Diterima di Sekolah Rakyat Jateng, Ini Rinciannya

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto menyampaikan bahwa setiap tiga bulan sekali Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan memberikan fasilitas yang mampu menghilangkan kebosanan siswa.

Fasilitas yang dimaksud berupa tiket konser dan nonton gratis bagi siswa dan orangtua sebagai bentuk dukungan Pemkot Surakarta terhadap program Sekolah Rakyat.

"Selain itu, siswa juga gratis menggunakan fasilitas olahraga seperti lapangan yang ada di Kota Surakarta. Kita sengkuyung bareng agar program Sekolah Rakyat sukses. Angkatan pertama ini harus sukses. Nantinya, masyarakat tahu kalau siswa di Sekolah Rakyat itu diperhatikan betul," ucap Respati.

Baca juga: Sekolah Rakyat di Bogor Mulai Berjalan, Masuk Asrama dan Tanpa Perundungan

Tinjau fasilitas Sekolah Rakyat

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyapa orangtua/wali murid Sekolah Rakyat saat MPLS di Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta, Senin (14/7/2025).Dok. Pemprov Jateng Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyapa orangtua/wali murid Sekolah Rakyat saat MPLS di Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta, Senin (14/7/2025).

Usai menyapa siswa baru dan orangtua, Luthfi berkeliling untuk melihat fasilitas di Sekolah Rakyat Menengah Atas 17 Surakarta.

Ia meninjau tempat cek kesehatan, asrama, ruang makan, kelas, dan ruang guru. Saat peninjauan, Luthfi menilai Sekolah Rakyat tersebut sudah tertata sangat bagus dan rapi.

Selaras dengan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng juga fokus memperhatikan pendidikan anak-anak dari keluarga miskin.

Pada tahun ajaran 2025, Pemprov Jateng menggagas program sekolah kemitraan dengan mengalokasikan pendidikan gratis untuk 5.004 siswa SMA/SMK swasta yang menjadi mitra.

Baca juga: Minta Tak Ada Bullying saat MPLS, Gubernur Jateng: Itu Ada Bapak Polisi dan Danramil

Terkini Lainnya
Pemprov Jateng Pulihkan 512 Hektar Lahan Pertanian di Demak, Petani Apresiasi

Pemprov Jateng Pulihkan 512 Hektar Lahan Pertanian di Demak, Petani Apresiasi

Jateng Gayeng
Komitmen Perangi TBC, Pemprov Jateng Alokasikan Rp 1 Miliar pada 2025

Komitmen Perangi TBC, Pemprov Jateng Alokasikan Rp 1 Miliar pada 2025

Jateng Gayeng
Alokasikan 17.510 Rumah pada 2025, Pemprov Jateng Jadi Provinsi Terbaik Program Penyediaan Perumahan

Alokasikan 17.510 Rumah pada 2025, Pemprov Jateng Jadi Provinsi Terbaik Program Penyediaan Perumahan

Jateng Gayeng
Hari Jadi Jateng, 14.582 Porsi Soto Gratis Gemparkan Jepara hingga Raih Rekor MURI

Hari Jadi Jateng, 14.582 Porsi Soto Gratis Gemparkan Jepara hingga Raih Rekor MURI

Jateng Gayeng
Job Fair HUT Ke-80 Jateng Sukses Digelar, 7.212 Pencari Kerja Antusias Daftar

Job Fair HUT Ke-80 Jateng Sukses Digelar, 7.212 Pencari Kerja Antusias Daftar

Jateng Gayeng
Lewat Business Matching, Pemprov Jateng Pertemukan Pelaku UMKM dengan Industri

Lewat Business Matching, Pemprov Jateng Pertemukan Pelaku UMKM dengan Industri

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Terima Penghargaan Implementasi Industri Hijau, Taj Yasin: Modal untuk Gaet Investor

Pemprov Jateng Terima Penghargaan Implementasi Industri Hijau, Taj Yasin: Modal untuk Gaet Investor

Jateng Gayeng
Hari Jadi Ke-80 Jateng, Ahmad Luthfi Ajak Warga Gotong Royong Bangun Daerah

Hari Jadi Ke-80 Jateng, Ahmad Luthfi Ajak Warga Gotong Royong Bangun Daerah

Jateng Gayeng
Era Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jateng Catat Investasi Rp 45,58 Triliun dan Serap 222.000 Tenaga Kerja

Era Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jateng Catat Investasi Rp 45,58 Triliun dan Serap 222.000 Tenaga Kerja

Jateng Gayeng
2.000 Warga Brebes Keluar dari

2.000 Warga Brebes Keluar dari "Zona Miskin", Ahmad Luthfi: Masyarakat Kunci Pengentasan Kemiskinan

Jateng Gayeng
Peringatan 80 Tahun Jateng Digelar Meriah, Ini Rangkaian Acaranya

Peringatan 80 Tahun Jateng Digelar Meriah, Ini Rangkaian Acaranya

Jateng Gayeng
Komitmen Penuhi Hak Anak, 35 Kabupaten/Kota di Jateng Raih Penghargaan KLA 2025

Komitmen Penuhi Hak Anak, 35 Kabupaten/Kota di Jateng Raih Penghargaan KLA 2025

Jateng Gayeng
BPS: Ekonomi Jateng Tumbuh 5,28 Persen, Ahmad Luthfi Paparkan Faktor Pengungkitnya

BPS: Ekonomi Jateng Tumbuh 5,28 Persen, Ahmad Luthfi Paparkan Faktor Pengungkitnya

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Dorong Pemda di Jateng Percepat Atasi Kemiskinan dengan Konvergensi Program

Gubernur Luthfi Dorong Pemda di Jateng Percepat Atasi Kemiskinan dengan Konvergensi Program

Jateng Gayeng
Ingin Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah di Jateng, Ahmad Luthfi Minta Dinas Pendidikan Koordinasi dengan IPSI

Ingin Pencak Silat Masuk Kurikulum Sekolah di Jateng, Ahmad Luthfi Minta Dinas Pendidikan Koordinasi dengan IPSI

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke