Permintaan Ekspor ke China Tinggi, Pemprov Jateng Teken Kerja Sama dengan Provinsi Fujian

Kompas.com - 24/06/2025, 16:31 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Provinsi Fujian, China, untuk memperkuat kolaborasi di berbagai sektor strategis.

Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Provinsi Fujian, Lin Ruiliang, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (24/6/2025).

Kerja sama tersebut mencakup bidang perekonomian, kelautan, pariwisata, serta mitigasi bencana kemaritiman, mengingat kedua provinsi memiliki potensi besar di sektor kemaritiman.

“Hari ini kami menerima kunjungan Wakil Gubernur Fujian bersama Wakil Wali Kota Zhangzhou untuk melanjutkan kerja sama sister province yang telah terjalin sejak 2003,” ujar Ahmad Luthfi melalui siaran persnya, Selasa.

Nota kesepahaman untuk sektor kelautan dan perikanan ditandatangani Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah Endi Faiz Effendi dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Fujian Yan Zhihuang.

Baca juga: BNNP Jateng Bongkar Jaringan Narkoba Tegal, Barang Datang dari Jakarta via Kereta

Endi menyampaikan, ruang lingkup kerja sama dengan Fujian mencakup teknologi budi daya dan pengolahan hasil laut, pengembangan sumber daya manusia (SDM) perikanan, serta mitigasi bencana maritim.

"Ada juga kegiatan yang sifatnya untuk mengundang investasi di Jateng terkait dengan industri kelautan dan perikanan," jelasnya.

Endi menyebutkan, produksi hasil kelautan dan perikanan di Jateng terus mengalami pertumbuhan positif, terutama dalam lima tahun terakhir.

China juga menjadi salah satu tujuan ekspor utama untuk komoditas kelautan Jateng, seperti ikan olahan dan ikan segar.

“Selama ini, China merupakan negara tujuan ekspor terbesar Indonesia untuk produk olahan hasil laut,” ujar Endi.

Baca juga: 110 Rumah Terendam Rob di Demak, Ini 2 Solusi dari Pemprov Jateng

Sementara itu, Wakil Gubernur Fujian Lin Ruiliang mengatakan, Provinsi Fujian memiliki wilayah laut yang luas dan kaya hasil maritim. Hasil produksi dari sektor ini menjadi penopang kebutuhan pangan di China.

Menurutnya, kesamaan potensi yang dimiliki Fujian dan Jateng menjadi dasar kuat untuk memperdalam kolaborasi.

“Saya berharap kedua provinsi dapat mengembangkan kerja sama di berbagai aspek khususnya bidang kelautan perikanan," kata Lin.

Ia juga menyebutkan bahwa Fujian memiliki industri manufaktur kelautan yang cukup maju, termasuk kapal perikanan berbasis tenaga listrik yang saat ini telah dipasarkan ke Indonesia.

Baca juga: Atasi Rob di Demak, Pemprov Jateng Gunakan Pompanisasi dan Kapal Fiber untuk Pelajar

"Kami sangat berharap perjanjian yang ditandatangani hari ini segera terealisasi," jelas Lin. 

Komoditas ekspor Jateng

Produksi perikanan tangkap di Jateng terus menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.

Pada 2018 tercatat sebanyak 309.759 ton, meningkat menjadi 331.493 ton pada 2019, lalu 343.587 ton pada 2020, dan 351.238 ton pada 2021.

Pada 2022 angkanya mencapai 366.912 ton, kemudian naik menjadi 372.517 ton pada 2023, dan diperkirakan sekitar 379.124 ton pada 2024.

Sementara itu, produksi perikanan budi daya juga mengalami perkembangan signifikan.

Pada 2018 tercatat sebanyak 623.945 ton, lalu meningkat menjadi 656.738 ton pada 2019, 668.402 ton pada 2020, 693.116 ton pada 2021, dan 707.225 ton pada 2022.

Angka tersebut terus naik menjadi 718.909 ton pada 2023 dan diperkirakan mencapai 732.480 ton pada 2024.

Komoditas unggulan sektor perikanan di Jateng meliputi ikan nila, lele, bandeng, udang vaname, dan gurame.

Dalam lima tahun terakhir, ekspor hasil kelautan Jateng terus meningkat dengan negara tujuan utama, seperti China, Amerika Serikat, Jepang, Vietnam, dan Malaysia.

Baca juga: Pemprov Jateng Hibahkan Rp 125,2 MIliar APBD 2025 untuk 1.248 Ormas

Komoditas ekspor utama meliputi cumi-cumi, rajungan, udang, dan ikan ayam-ayam. Jateng juga memiliki potensi besar dalam produksi garam.

Pada 2024, ekspor perikanan Jateng ke China tercatat sebesar 63.196,11 ton. Komoditas yang diekspor mencakup ikan kaca piring, ikan kurisi, cumi-cumi, sotong, ikan tenggiri, ikan kakap, tiram, udang, ikan makarel, dan gurita.

Permintaan khusus dari China terhadap cumi sirip panjang (Loligo pealei) dari Jateng bahkan mencapai sekitar 95 ton dengan nilai sekitar Rp 18 miliar.

Terkini Lainnya
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com