Sukses Gaet Investor ke Jateng, Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Tuai Apresiasi dari Menperin

Kompas.com - 19/06/2025, 17:37 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ahmad Luthfi menuai apresiasi dari Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita berkat strateginya dalam menarik investor untuk menanamkan modal di Jateng. 

Strategi tersebut dilakukan Luthfi dengan menginstruksikan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta bupati dan wali kota untuk menjadi sales sekaligus marketing investasi bagi daerahnya. Langkah ini dinilai efektif dalam mempromosikan potensi Jateng secara langsung ke investor.

"Strategi itu merupakan hal yang sangat positif. Kami yang ada di pusat bisa tidur nyenyak kalau semua gubernur di Indonesia mempunyai pola pikir yang sama dengan Pak Ahmad Luthfi," kata Agus melalui siaran pers, Kamis (19/6/2025).

Pernyataan itu disampaikan Agus saat menghadiri acara pembukaan pabrik panel surya PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kamis (19/6/2025).

Baca juga: TMAI Kendal Resmi Beroperasi, Pabrik Panel Surya Terbesar Indonesia Siap Tekan Impor?

Agus berharap, pola pikir yang dimiliki Ahmad Luthfi dapat diterapkan oleh kepala daerah lain di seluruh Indonesia.

Pasalnya, pola pikir tersebut bisa membuat para investor tertarik untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Wajar saja kalau Jateng sekarang menjadi daya tarik yang luar biasa besar bagi para calon investor untuk masuk ke Indonesia," kata Agus.

Menurut data triwulan I-2025, realisasi investasi di Jateng mencapai Rp 21 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,98 persen—di atas rata-rata nasional.

Saat ini, kontribusi produk domestik regional bruto (PDRB) Jateng terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 8,32 persen dengan laju pertumbuhan 0,09 persen.

Baca juga: Bicara Pariwisata Kesehatan, Menkes Perkirakan Potensi PDB Capai 84 Miliar Dollar AS

Capaian tersebut menandakan bahwa pertumbuhan PDRB Jateng melampaui rata-rata nasional.

Agus menyebutkan, salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Jateng adalah derasnya arus investasi.

Menurutnya, semakin tinggi investasi, semakin besar pula potensi pertumbuhan ekonomi daerah dan serapan tenaga kerja lokal.

Sementara itu, Ahmad Luthfi menambahkan bahwa keberhasilan tersebut turut didukung oleh berbagai faktor, seperti jaminan keamanan dan kondusivitas wilayah, kemudahan perizinan, ketersediaan lahan, kawasan industri yang lengkap, serta upah tenaga kerja yang kompetitif.

Baca juga: Gubernur Ahmad Luthfi Terapkan Program “Mageri Segoro” untuk Perbaiki Wilayah Pesisir

"Bandara kami sudah internasional dan pelabuhan akan kami revitalisasi. Jadi, ke depan tidak ada lagi investor yang tidak tertarik, rugi kalau tidak investasi di Jateng," katanya.

Pertahankan capaian

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Menperin Agus Gumiwang saat menghadiri pembukaan pabrik panel surya PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kamis (19/6/2025).Dok. Pemprov Jateng Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Menperin Agus Gumiwang saat menghadiri pembukaan pabrik panel surya PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kamis (19/6/2025).

Terkait peningkatan investasi dan pertumbuhan ekonomi di Jateng, Agus menegaskan bahwa capaian yang diraih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng harus dipertahankan.

Ia berharap, sektor industri manufaktur dapat menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Apalagi, tren penggunaan modul surya di Indonesia saat ini masih tertinggal dibanding negara lain.

Oleh karena itu, Agus menyambut baik kehadiran PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kendal. Pabrik ini diyakini menjadi pintu pembuka pengembangan ekosistem industri panel surya di Indonesia, mengingat PT TMAI merupakan pabrik panel surya terbesar di Tanah Air.

Baca juga: TMAI Kendal Resmi Beroperasi, Pabrik Panel Surya Terbesar Indonesia Siap Tekan Impor?

Ia juga mengapresiasi upaya PT TMAI yang telah menyerap tenaga kerja lokal secara signifikan. Sekitar 60 persen tenaga kerja di pabrik tersebut berasal dari masyarakat Kendal dan sekitarnya.

Perekrutan tenaga kerja lokal ini dinilai sangat bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Terlebih, Pemprov Jateng terus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui sekolah vokasi, program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK), dan berbagai program berkelanjutan lainnya.

Baca juga: BLK 2025 Jangkau 10.000 Peserta, Perkuat Literasi Kripto di Indonesia

Terkini Lainnya
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com