Rob di Demak Mulai Surut, Pompanisasi Pemprov Jateng Tunjukkan Hasil Nyata

Kompas.com - 12/06/2025, 19:39 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ( Pemprov Jateng) mengoperasikan pompa air selama 19 hari untuk menangani rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, menunjukkan hasil signifikan.

Rob yang menggenangi Desa Sayung dan Desa Kalisari kini mulai surut.

Subkoordinator Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Kholid Zakaria mengatakan bahwa penyedotan air di titik-titik banjir telah dilakukan sejak Senin (26/5/2025).

"Beberapa jalan yang tadinya tergenang sampai selutut atau sepaha, sekarang sudah surut," kata Kholid melalui siaran pers, Kamis (12/6/2025).

Baca juga: Ada Peringatan Dini Banjir Rob, BMKG Minta Nelayan di Kawasan Taman Nasional Komodo Waspada

Meski sebagian wilayah telah surut, Kholid menegaskan BPBD masih terus melakukan penyedotan air hingga seluruh wilayah kering. 

Ia menyebutkan, pompanisasi yang dilakukan Pemprov Jateng telah membuahkan hasil nyata.

Pompanisasi berhasil mengurangi genangan di permukiman. Sejak proses penyedotan dimulai, beberapa titik yang tergenang mulai kering,” jelas Kholid.

Upaya pompanisasi tersebut berjalan berkat dukungan dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jateng.

Baca juga: Atasi Rob di Demak, Pemprov Jateng Gunakan Pompanisasi dan Kapal Fiber untuk Pelajar

Sub Koordinator Seksi Penanggulangan Banjir dan Peralatan Bidang Sungai, Bendungan, dan Pantai Dinas Pusdataru Provinsi Jateng, Azwar Annas K menyampaikan bahwa pihaknya menggunakan dua unit pompa untuk menyedot air rob.

Ia menjelaskan, air yang disedot dari Desa Sayung, Kalisari, dan Lengkong dialirkan ke Sungai Dombo Sayung.

"Setelah 19 hari pompa bekerja atau melakukan penyedotan, mayoritas jalan dan rumah yang tergenang sudah kering dan warga bisa beraktivitas," jelas Annas.

Ia menambahkan, pompanisasi akan terus dilakukan hingga semua wilayah yang terdampak benar-benar kering.

Baca juga: Musyawarah Warga Jadi Kendala Pembangunan Tanggul Rob di Muara Angke

Penanganan rob di jalur pantura

Mobil pompa milik Dinas Pusdataru Provinsi Jateng sedang mengalirkan air hasil penyedotan rob ke sungai.Dok. Pemprov Jateng Mobil pompa milik Dinas Pusdataru Provinsi Jateng sedang mengalirkan air hasil penyedotan rob ke sungai.

Sebagai langkah lanjutan, Pemprov Jateng juga menyiapkan satu mobile pump atau mobil pompa untuk menangani rob yang merendam jalur pantura Sayung.

Annas mengatakan, Dinas Pusdataru Jateng saat ini sedang memasang instalasi mobil pompa dengan kapasitas 250 meter kubik per detik dan nantinya akan disiagakan di tepi jalur pantura, tepatnya di Desa Purwosari.

"Kami mencoba mengeringkan jalan pantura yang tergenang rob. Kami tarik airnya ke timur untuk dibuang ke saluran drainase di sisi utara jalan pantura, kemudian dibuang ke Sungai Dombo Sayung," tuturnya.

Namun, ia mengakui adanya hambatan teknis berupa sedimentasi di sungai yang mengganggu kelancaran aliran air rob.

Baca juga: 3 Cara Menjernihkan Air Secara Fisika: Adsorpsi, Filtrasi, dan Sedimentasi

Menurutnya, solusi untuk mengatasi hambatan tersebut adalah pengerukan sedimentasi.

Di sisi lain, BPBD Jateng juga menyatakan kesiapan untuk mendukung penyedotan rob di tepi jalan Pantura.

“Saat ini kami masih mengoperasikan pompa di Desa Lengkong karena banjir di sana belum surut sepenuhnya. Namun, tidak menutup kemungkinan kami akan bantu penyedotan di jalan raya Pantura,” ujar Kholid.

Ia berharap penyedotan air di tepi jalan Pantura dapat berhasil, meskipun medan yang dihadapi panjang dan cukup menantang.

Baca juga: Puluhan Tahun Banjir Rob Sayung Tak Teratasi, 100.000 Warga NU Bakal Doa Bersama di Pantura Semarang-Demak

Warga terdampak rob juga menyampaikan harapan besar agar penanganan kali ini berhasil.

Salah satu warga Desa Sidogemah, Sayung, Lailu Naimatu Rizki berharap rob di depan pabrik Polytron dapat segera diatasi agar mobilitas warga, terutama yang bekerja di Semarang, tidak terganggu.

Ia mengaku sering terjebak macet dan kendaraannya menjadi berkarat karena terendam rob.

"Semoga bisa ditangani agar tidak capek di jalan karena setiap hari rob dengan ketinggian sampai ban," ucap Lailu.

Baca juga: Banjir Rob Ancam Kawasan Pesisir, Pakar IPB Beberkan Mitigasinya

Senada, Khotimah, warga Desa Purwosari, juga berharap penanganan rob dapat berhasil sehingga air rob yang menggenangi jalan dan permukiman bisa kembali ke laut.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com