Lantik Pj Bupati Pati dan Cilacap, Pj Gubernur Nana Sudjana Minta Mereka Lakukan Ini

Kompas.com - 10/08/2024, 20:46 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana melantik Sujarwanto Dwiatmoko sebagai Pj Bupati Pati dan M Arief Irwanto sebagai Pj Bupati Cilacap.

Adapun Sujarwanto Dwiatmoko sendiri sebelumnya merupakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Jateng, sedangkan M Arief Irwanto adalah Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jateng.

Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan dilaksanakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jateng pada Sabtu (10/8/2024).

Sujarwanto menggantikan Kepala Dinas Perhubungan Henggar Budi Anggoro yang telah menjabat sebagai Pj Bupati sejak Agustus 2023 sampai Agustus 2024. Sementara itu, Arief Irwanto menggantikan Awaluddin Muuri yang menjabat Pj Bupati Cilacap sejak November 2023 hingga Agustus 2024.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Pj Bupati Cilacap dan Pj Bupati Pati yang lama atas dedikasi dan telah melaksanakan tugas dengan baik. Saya sampaikan selamat bertugas kepada Pj Bupati yang baru, segera beradaptasi dan lakukan langkah strategis terkait pelaksanaan tugas," kata Nana usai acara pelantikan.

Baca juga: Saat Pj Nana Menyapa Gibran dengan Sebutan Wakil Presiden Terpilih...

Ia menilai, kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap selama ini sudah bagus. Sebab, pertumbuhan ekonomi pada 2023 sebesar 5,76 persen, lebih tinggi dari jateng sebesar 4,98 persen.

 

Sementara itu, prevalensi stunting Kabupaten Cilacap berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 sebesar 18,5 persen, lebih rendah dari angka Jateng, yakni 20,7 persen. Lalu rasio Gini Kabupaten Cilacap sebesar 0,364, lebih rendah dari Jateng, yaitu 0,369.

Namun demikian, inflasi Kabupaten Cilacap pada Juli 2024 sebesar 2,03 persen year of year (YoY), lebih tinggi dari Jateng yang mencapai 1,86 persen.

Kemudian angka kemiskinan kabupaten ini pada Maret 2024 sebesar 10,68 persen, lebih tinggi dari tingkat kemiskinan Jateng yang sebesar 10,47 persen. Begitu juga tingkat kemiskinan ekstrem yang masih sebesar 1,25 persen, lebih besar dari Jateng, yakni 1,11 persen.

Tingkat pengangguran terbuka Kabupaten Cilacap pada 2023 sebesar 8,74 persen, lebih tinggi dari angka Jateng, yakni 5,13 persen.

Kinerja Pemkab Pati

Adapun tingkat kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati secara umum menunjukkan capaian yang bagus.

Perekonomian Pati pada 2023 tumbuh positif di angka 5,02 persen, lebih tinggi dari angka Jawa Tengah sebesar 4,98 persen. Sedangkan tingkat pengangguran terbuka Pati pada 2023 sebesar 4,29, lebih rendah dari angka Jateng yang mencapai 5,13 persen.

Untuk prevalensi stunting Kabupaten Pati sendiri  berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Tahun 2023 sebesar 18,5 persen. Lebih rendah Jateng sebesar 20,7 persen. Sementara itu, Rasio Gini Kabupaten Pati sebesar 0,312, lebih rendah dari Jateng yang sebesar 0,369.

Namun demikian, tingkat inflasinya pada Juli 2024 (yoy) sebesar 2,06 persen, masih lebih tinggi dari Jateng sebesar 1,86 persen.

Baca juga: Masih Ada 3,7 Juta Warga Miskin di Jateng, Pj Nana Dorong Penurunan Kemiskinan

 

Angka kemiskinan Kabupaten Pati pada Maret 2024 sebesar 9,17 persen, lebih rendah dari Jateng yang mencapai 10,47 persen. Namun, untuk tingkat kemiskinan ekstrem sebesar 1,23 persen, masih lebih tinggi daripada Jateng  sebesar 1,11.

Pada kesempatan itu, Pj Gubernur Jateng Nana mengatakan, kolaborasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam memimpin daerah.

Pasalnya, kata dia, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan permasalahan di wilayahnya.

"Saya minta terus melakukan inovasi guna mewujudkan pelayanan publik yang terbaik bagi masyarakat,” kata dia.

Nana juga berpesan kepada Pj Bupati yang baru agar melakukan antisipasi dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu. Hal yang perlu dilakukan adalah melakukan mitigasi sejak dini untuk mengantisipasi adanya potensi bencana.

“Jalin sinergi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana,” imbuhnya.

Baca juga: Ada 3,7 Juta Penduduk Miskin, Pj Nana : Kita Harus Kerja Lebih Keras

Dalam kesempatan tesebut, Pj Bupati juga diminta berkoordinasi dan bersinergi untuk menghadapi perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024.

“Supaya Pilkada lebih baik, partisipasi masyarakat tinggi, situasi kondusif, berjalan baik, jurdil, dan lancar," kata Nana. 

Terkini Lainnya
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com