Pj Gubernur Jateng Salurkan Air Bersih di Desa Weding, Demak, Warga Ucapkan Terima Kasih

Kompas.com - 18/09/2023, 20:38 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Nana Sudjana menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Weding, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak.

Sebagai penerima bantuan, warga Desa Weding mengucapkan terima kasih karena mendapat bantuan air bersih dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng. Salah satu warga, Rohimatun, mengaku sudah satu bulan terakhir mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

"Terima kasih pak air bersihnya. Bisa buat mandi," ujar Rohimatun dan warga Desa Weding lainnya kepada Pj Gubernur Jateng Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi (Pol) Nana saat mengecek penyaluran air bersih di desa tersebut, Senin (18/9/2023).

Rohimatun mengungkapkan, kekeringan di wilayahnya terjadi karena sungai yang biasa dimanfaatkan warga untuk memperoleh air debitnya menipis dan terlihat kotor.

Baca juga: Bayi Kembar Dibuang di Sungai Buntung Sleman, Ibunya Ternyata Mahasiswi, Melahirkan Sendiri di Kos

Saat sungai sudah kering, kata dia, dirinya seringkali minta ke tetangga lain yang masih punya sumber air bersih.

"Dengan bantuan air bersih ini langsung bawa pulang untuk mandi dan masak," ujar Rohimatun dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (18/9/2023).

Untuk diketahui, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng menyalurkan air bersih ke Desa Weding sebanyak enam tangki yang diangkut menggunakan armada milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jateng dan corporate social responsibility (CSR) dari PT Saprotan Utama Kabupaten Demak.

Kabupaten Demak merupakan satu dari 32 kabupaten dan kota di diangkut Jateng yang sudah mulai kekeringan. Setidaknya ada 60 desa dari 13 kecamatan di Kabupaten Demak yang terdampak kekeringan pada musim kemarau ini.

Baca juga: Menag Minta Umat Islam Gelar Shalat Istisqa Saat Musim Kemarau dan Polusi

Distribusi air bersih untuk Kabupaten Demak sudah dimulai sejak Mei 2023 bersamaan dengan distribusi air bersih ke beberapa daerah lainnya.

Distribusi ditingkatkan ketika memasuki Agustus 2023 dan September 2023. Hingga saat ini, total distribusi air bersih yang dilakukan di Kabupaten Demak sudah mencapai 2.185.000 liter.

Bantuan air bersih berkelanjutan

Pada kesempatan tersebut, Nana Sudjana mengatakan, sekitar 32 daerah dari 35 kabupaten dan kota di Jateng sudah mengalami kekeringan.

Ia mengungkapkan bahwa tingkat kekeringan di masing-masing daerah berbeda-beda. Oleh karenanya, penyaluran air bersih terus dilakukan untuk membantu masyarakat yang terdampak.

Baca juga: Nojorono Kudus Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

"Kami dari Pemprov Jateng sudah melakukan langkah-langkah. Sudah memetakan ya daerah mana saja yang sudah memasuki kekeringan. Itu yang segera kami lakukan bantuan ke daerah yang memang sangat membutuhkan. Salah satunya di Desa Weding, Kecamatan Bonang ini," kata Nana.

Ia menjelaskan, penyaluranbantuan air bersih akan dilakukan secara berkelanjutan hingga musim hujan tiba.

Nana juga menginstruksikan kepada semua kepala daerah di Jateng untuk turun tangan membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

"Selain di Kecamatan Bonang ini akan berkelanjutan di tempat lain sesuai dengan pendataan. Kami juga sudah instruksikan kepada bupati untuk segera turun tangan membantu masyarakat," ucapnya.

 

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com