Open House di Tawangmangu, Ganjar dengan Ramah Salami 6.000 Orang Lebih dari Seluruh Indonesia

Kompas.com - 24/04/2023, 17:05 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo nampak tetap tersenyum dan ramah menyapa ribuan orang yang terus berdatangan di acara open house di tempat kelahirannya, di Tawangmangu, Karanganyar, Senin (24/4/2023).

Padahal ia berdiri dan menyalami 6.000 masyarakat yang hadir di acara itu selama seharian penuh, sejak pagi hingga petang,

Sejak pukul 08.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), Ganjar sudah berdiri di depan Griya Sri Suparmi bersama anak dan istri. Satu per satu, ribuan masyarakat yang sudah berjubel sejak pagi berjalan mendekati pria berambut putih ini untuk bersalaman dan foto bersama.

Tak ada sedikitpun jeda untuk Ganjar duduk atau sekadar istirahat. Sebab, tamu yang berdatangan terus mengalir hingga pukul 15.00 WIB.

Selama itu, Ganjar berdiri dan menyalami tamu yang datang. Ia hanya istirahat sebentar untuk salat dhuhur. Setelah itu, ia kembali menyapa masyarakat dengan senyumnya yang hangat.

Baca juga: Jamise Syari Bagikan 1.000 Paket Beras Kepada Masyarakat Membutuhkan di Bandung

"Terima kasih, maturnuwun sudah datang. Selamat Lebaran ya, maaf lahir batin ya. Salam untuk keluarga," ucapnya setiap menyalami warga dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (24/4/2023).

Tak nampak lelah dari wajah Ganjar. Ia tetap semangat dan antusias bertemu warga.

Semangatnya semakin berkobar, saat rombongan organ relawan Ganjar berdatangan. Teriakan mereka membuat semangat gubernur dua periode ini kembali membuncah.

"Iya, Pak Ganjar nggak ada capek-capeknya. Padahal sejak pagi sampai sore beliau berdiri menyalami warga. Saya saja dulu waktu nikahan anak, menyalami tamu beberapa jam saja sudah capek sekali," kata Diah (45) salah satu peserta open house Ganjar asal Lampung.

Ia menduga, Ganjar melakukan open house itu dengan sepenuh hati. Kedekatannya dengan rakyat dan respons rakyat yang begitu mencintai Ganjar menjadi energi tersendiri.

Baca juga: Soal Wacana Prabowo Cawapres Ganjar, Gerindra: Capres Hanya Satu, Prabowo

"Kelihatan betul kalau beliau ini benar-benar tulus pada rakyat. Jadi bawaannya happy," ucap Diah.

Menurut Ketua Panitia Open House Ganjar, Kliwon mengatakan, acara open house pada 2023 memang digelar berbeda dari tahun sebelumnya.

Ia menyebutkan, open house biasanya hanya untuk warga sekitar, tetapi kali ini digelar untuk seluruh masyarakat Indonesia.

"Dari seluruh Indonesia hadir. Dari kelompok relawan saja yang konfirmasi mau hadir sekitar 5.000 orang. Belum dari masyarakat sekitar dan daerah tetangga. Kalau 6.000 orang sepertinya lebih," jelas Ganjar.

Baca juga: Cerita di Balik Kemeriahan Open House Ganjar Pranowo di Karanganyar

Untuk diketahui, Ganjar menggelar acara open house di tiga tempat berbeda. Open house pertama, digelar Ganjar di kediaman sang istri di Purbalingga, kemudian dilanjutkan di kediaman keluarga Ganjar di Kutoarjo, Purworejo.

Setelah Kutoarjo, Ganjar menggelar open house di rumah kelahirannya di Tawangmangu, Senin (24/4/2023). Sebanyak 6.000 lebih tamu dari seluruh Indonesia hadir dalam acara itu.

 

 

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com