Tak Ingin Warganya di Sumatera Susah, Ganjar Sediakan Puluhan Bus Mudik Gratis ke Jateng

Kompas.com - 12/04/2023, 20:28 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyediakan 30 bus gratis untuk para perantau Jateng di Sumatera.

Tercatat, ada total 1.367 pemudik dari Jateng di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Selatan (Sumsel), dan Lampung yang akan pulang kampung halaman mulai Kamis (13/4/2023).

Pemudik nantinya dibagi menjadi tiga kloter. Pertama, kloter Sumut yang berangkat pada Kamis pukul 10.00 Waktu Indonesia Barat (WIB). Total ada 617 pemudik yang diangkut dengan 15 bus dari Gedung Serba Guna Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

Kedua, kloter Sumsel yang berisi 250 pemudik dengan 5 bus yang akan berangkat pada Sabtu (15/4/2023) pagi. Ketiga adalah kolter Lampung dengan 500 pemudik dengan 10 bus yang berangkat pada Sabtu sore.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Pemilih Ganjar Berpotensi Pindah ke Prabowo dan Anies

Adapun program mudik gratis tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemprov Jateng dengan PT Sindo Muncul serta sejumlah perusahaan swasta di Jateng.

Koordinator Mudik Gratis Lampung Iwoek menuturkan, pelepasan para pemudik dari Sumsel dan Lampung dilakukan secara berbarengan.

"Semua bus itu nanti berkumpul di Rest Area Trans Sumatera di Bandar Lampung. Rencananya akan dilepas berangkat oleh Pak Ganjar secara virtual pada Sabtu malam," jelas Iwoek melalui keterangan persnya, Rabu (12/4/2023).

Iwoek menerangkan, mudik tahun ini terasa sangat meriah. Sebab, ada total 30 bus gratis yang disediakan. Semua kebutuhan pemudik juga sudah disiapkan, mulai dari rute, makan sahur, hingga hidangan berbuka puasa.

Baca juga: INFOGRAFIK: Beredar Hoaks Ganjar dan Ahok Jadi Tersangka Pencucian Uang Rp 300 Triliun

"Kami pastikan perjalannya asyik, aman, dan nyaman. Bus yang disediakan memiliki fasilitas lengkap dan kami akan memastikan semua pemudik sehat," katanya.

Sementara itu, Koordinator Mudik Gratis Sumut Suwanto menuturkan, pemudik sangat antusias dengan program mudik gratis dari Ganjar Pranowo.

"Kami senang pemimpin daerah peduli dengan warganya yang merantau, teman-teman bisa menghemat biaya perjalanan, dan yang penting aman," kata Ketua Semua Anak Rantau (Semar) Nusantara itu.

Purwono, salah satu peserta mudik gratis tersebut mengaku senang bisa mengikuti program mudik gratis dari Ganjar Pranowo. Program ini membantunya menghemat pengeluaran.

"Biasanya satu orang butuh Rp 500.000 untuk mudik dari Lampung, itu belum makan. Kalau saya ada 4 orang anggota keluarga, jadi ini hemat biaya sampai Rp 2 juta," ucap pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu.

Baca juga: Disebut Jadi Sosok yang Ungkap Ganjar Dapat Restu Jadi Capres PDI-P, Begini Bantahan Keras FX Rudy

Purwono berharap, program mudik gratis tersebut dapat dilaksanakan setiap tahun.

"Terima kasih Pak Ganjar, semoga program ini berlangsung setiap tahun," harapnya.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com