Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Kompas.com - 03/02/2023, 17:10 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Direktur Regional I Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ( Bappenas) Abdul Malik Sadat Idris mengapresiasi Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo yang mau terlibat langsung menyusun Rencana Pembangunan Daerah ( RPD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah ( RKPD).

“Saya bersaksi dari berbagai rangkaian RPD di provinsi lainnya, Pak Ganjar menjadi satu-satunya (gubernur) yang hadir langsung," tutur Abdul dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Jumat (3/2/2023).

Hal itu disampaikan oleh Abdul saat menghadiri acara Pembukaan Masa Awal Musyawarah Rencana Pembangunan ( Musrenbang) Tahun 2023 dan Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2024 secara virtual di Gradhika Bhakti Praja, Jumat.

Pada kesempatan itu, Abdul mengaku menaruh respek besar terhadap Ganjar yang telah peduli akan perencanaan dan pembangunan nasional.

"Pembangunan Jateng hingga 2024 sangatlah terasa dan bahkan masuk lima besar nasional. Orientasi untuk ke depannya di 2045 adalah sebagai kekuatan perhitungan Jateng di peta global,” ujar Abdul.

Baca juga: Tindak Lanjuti Arahan Ganjar Pranowo, 71 Desa di Purworejo Dipetakan Masuk Kategori Merah Kemiskinan Ekstrem

Mengenai tata pemerintahan, Abdul menyoroti hal ini penting untuk mendukung iklim investasi daerah agar berjalan dengan baik.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, tata pemerintahan yang baik penting diperhatikan agar investasi daerah berjalan lancar.

“Karena investasi bisa masuk ketika pemerintah daerahnya memiliki governance yang baik dan saya pikir di Jateng sudah tidak jadi masalah,” jelas Abdul.

Ditemui usai acara, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, Musrenbang penting dilakukan untuk menampung aspirasi warga Jateng, sehingga kebijakan yang dilahirkan pemerintah dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Dalam pembukaan Musrenbang ini, isu-isu besarnya akan disampaikan dengan satu harapan masyarakat akan segera merespons,” ujar Ganjar.

Gubernur Jateng dua periode itu mengaku senang dengan masukan-masukan yang disampaikan oleh kelompok masyarakat. Beberapa di antaranya menyangkut isu pernikahan dini, kekerasan dalam rumah tangga, hingga masalah kesejahteraan pekerja migran.

Baca juga: Entaskan Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemprov Jateng Bakal Bangun Unit Sekolah Baru

“Banyak masukan-masukan yang ada dan diharapkan setelah ini nanti kita mulai mengerucutkan untuk membuat skala-skala prioritas sesuai dengan yang diperintahkan pusat, sehingga inline antara pusat, provinsi, serta kabupaten atau kota,” ucap Ganjar.

Di samping itu, lanjut Ganjar, permasalahan besar yang juga jadi program nasional juga harus diselesaikan.

“Kalau pusat bicara untuk tuntaskan kemiskinan, stunting, dan bangkitkan kembali ekonomi, berarti dapat diartikan investasi, penyerapan tenaga kerja, dan itulah yang nanti akan menjadi policy,” jelas Ganjar.

Terkait dengan penilaian Bappenas, Ganjar merasa belum sebaik yang disampaikan. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng tidak diam saja dan turut serta dalam mendukung program-program nasional.

“Itu semu ikhtiar kami, karena ada program pusat seperti itu dan kami harus jemput bola,” kata Ganjar.

Baca juga: Hadiri Perayaan Natal Pemprov Jateng, Ganjar Apresiasi Pemanfaatan Gereja untuk Pengungsi Bencana

Adapun bentuk ikhtiar yang dilakukan adalah tercapaianya iklim investasi yang menarik bagi investor. Pasalnya, pada 2022, setidaknya ada 97 perusahaan yang merelokasi pabriknya ke Jateng.

Beberapa indikator yang menarik investor, kata dia, antara lain lokasi kawasan industri, kemudahan izin, integritas yang dijunjung sehingga Jateng bebas korupsi dan pungutan liar (pungli), serta upah buruh yang bersaing.

“Kalau kemudian dari praktik ini bisa menjadi lebih baik dan dunia kemudian mengenal, sebenarnya kawan-kawan di bawah sudah bekerja dengan baik, tinggal kami yang gaspol saja,” tuturnya.

Sebagai informasi, dalam acara tersebut, Ganjar turut mengundang sejumlah perwakilan kelompok masyarakat, di antaranya pekerja migran, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, hingga anak-anak.

Selain kelompok masyarakat, hadir pula seluruh organisasi perangkat daerah ( OPD) Pemprov Jateng, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, serta Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Jateng Rahmat Dwi Saputra.

Tak hanya itu, turut hadir secara virtual sebagai narasumber, yakni dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Kasubdit Wilayah Jawa-Bali Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Bangda Bob Ronald Sagala.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com