Berhasil Satukan Raja-raja dalam Festival Adat Budaya Nusantara II, Ganjar Pranowo dapat Pujian

Kompas.com - 10/12/2022, 14:41 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
Sheila Respati

Tim Redaksi

KOMPAS.comMasyarakat Adat Nusantara ( Matra) menggelar Festival Adat Budaya Nusantara II yang diselenggarakan di Pelataran Lumbini Komplek Candi Borobudur, Jumat (9/12/2022).

Festival yang dihadiri oleh para raja dari 264 kerajaan di nusantara dan lembaga adat tersebut terlihat makin beragam dengan penampilan dari tamu undangan yang mengenakan pakaian adat, mulai dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai Pulau Rote.

Acara kian meriah dengan penampilan drama kolosal yang menampilkan kesenian dari berbagai daerah di Tanah Air, di antaranya tari Bali, Reog, hingga topeng ireng.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, Festival Adat Budaya Nusantara tersebut dihadiri oleh kerajaan-kerajaan di Tanah Air dan juga sebagian negara tetangga, seperti Malaysia, Thailand, Jepang, dan banyak negara lain.

Baca juga: Komnas HAM Kunjungi Wadas, Warga Kontra Tambang Minta Ganjar Pranowo hingga Presiden Dievaluasi

“Mereka (para raja) hadir mengadakan acara festival menunjukkan karya seni dan budaya. Itu juga menunjukkan kepada dunia bahwa kita negara yang punya kepribadian dan kekayaan seni budaya yang sangat luar biasa,” ujar Ganjar dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (10/12/2022).

Hal itu disampaikan oleh Ganjar Pranowo dengan mengenakan surjan merah bermotif bunga dan belangkon hitam di kepala pada saat membuka acara Festival Adat Budaya Nusantara di Pelataran Lumbini Komplek Candi Borobudur, Jumat.

Selain itu, lanjut Ganjar, acara tersebut juga sebagai ajang untuk mendeklarasikan komitmen untuk tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasar pada Pancasila.

“Mereka siap berkontribusi untuk membangun. Sebab, banyak persoalan politik kalau tidak bisa selesai kadang seni dan kebudayaannya yang bisa menyelesaikannya. Untuk ke depan tentu kontribusi nilai-nilai budaya yang masih hidup dan berkembang di tiap daerah bisa dikontribusikan untuk menyelesaikan persoalan-persoalan. Mungkin bisa nasional, regional, atau lokal,” jelas Ganjar.

Baca juga: Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil Respons Pernyataan Jokowi, Pakar Komunikasi Politik: Simbol Berbalas Simbol

Gubernur Jawa Tengah yang telah menjabat selama dua periode tersebut pun mengajak kerajaan-kerajaan untuk turut melestarikan budaya dengan mendata dan bekerja sama dengan perguruan tinggi.

“Iya perlu ada pendataan dan juga kerja sama dengan perguruan tinggi terkait dengan teorinya,” kata Ganjar.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga turut mengucapkan terima kasih karena Jateng dapat menjadi tuan rumah dalam gelaran festival kali ini.

“Saya mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan seluruh masyarakat Jateng berterima kasih atas kehadiran para raja-raja dan lembaga adat. Ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga cita-cita leluhur,” tuturnya.

Baca juga: Pemprov Jateng Jembatani 27 Perusahaan Buka Loker Bagi Kaum Difabel

Mendapat pujian dari para raja

Perdana Menteri Kerajaan Adat Gowa Andi Bau Malik Barammamase mengaku berbahagia dan gembira dengan kehadiran Ganjar Pranowo pada festival tersebut. Ia mengaku Ganjar adalah kepala daerah yang berkontribusi dan peduli terhadap seni dan budaya.

“Sosok Pak Ganjar sangat bermasyarakat, mencintai budaya, sangat memperhatikan para raja, sultan dan pemangku adat dan semua unsur yang menyangkut kebudayaan sangat didukung.Semoga untuk ke depannya beliau mendapat jabatan yang lebih bagus, sehingga masyarakat, raja, dan sultan bisa dapat bekerja sama dengan pemerintah,” ujar Andi.

Hal itu dibuktikan dengan keberhasilannya dalam membuat kebijakan di Jateng terkait pelestarian budaya.

“Jangankan Jateng, lingkup nusantara pun pasti akan beliau dukung,” ucap Andi.

Senada juga disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Matra, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangku Alam II. Ia mengatakan Ganjar kerap kali menjalin komunikasi dengan para raja guna bersama-sama mewujudkan visi dan misi untuk mempertahankan adat dan budaya.

“Pak Ganjar adalah salah satu kepala daerah yang peduli terhadap adat dan budaya. Karena festival seperti ini belum pernah ada festival keraton maupun kerajaan yang dilakukan di Indonesia maupun nusantara yang hadir sebanyak ini,” ujar KGPAA Mangku Alam II.

Terkini Lainnya
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com