Bertemu Ganjar, 36 Kades di Dempo Belajar Pengelolaan dan Pengembangan Desa

Kompas.com - 02/09/2022, 09:43 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sebanyak 36 Kepala Desa (Kades) Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa berkunjung ke kediaman Gubernur Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (1/9/2022).

Adapun kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melakukan studi banding dan belajar tentang pengelolaan pemerintahan desa, dana desa, dan pengembangan desa.

Kepala Desa Calabai, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu Saifuddin Zuhri mengatakan, kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk rasa ketertarikannya dengan prestasi-prestasi yang telah dicapai Ganjar Pranowo selama memimpin Jateng.

Sebab, menurut Zuhri, karakteristik desa-desa di Jateng mirip dengan karakteristik desa di wilayah Dompu, baik dalam mengelola potensi dan sebagainya.

Baca juga: Percepat Penuruanan Stunting, Tanoto Foundation Kolaborasi Pemprov Jateng

“Maka dari itu, saya juga turut mengundang Pak Ganjar Pranowo untuk datang berkunjung ke desa di lereng Gunung Tambora, sehingga makin memberi nilai tambah dan pelajaran berharga buat kami dan bisa menular kepada kami.

"Insya Allah, hasil studi banding ini akan dijadikan sebagai prioritas, karena ada banyak kesamaan desa di sini dengan di sana,” ujar Zuhri dalam keterangan persnya, Jumat (2/9/2022).

Terkait kunjungan tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku senang karena kedatangan tamu jauh dan istimewa yang mau belajar mengenai pengelolaan di Desa Ponggok, Klaten.

“Tamu dari Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan desa Kabupaten Dompu NTB ini ingin belajar bersama soal pengelolaan pemerintahan, dana desa yang transparan, akuntabel, dan manfaat dari Desa Ponggok, Klaten,” jelas Ganjar Pranowo.

Baca juga: Permudah UMKM Dongkrak Penjualan, Pemprov Jateng dan Blibli Luncurkan LapakJateng

Sementara itu, sembari menikmati pertemuan hangat yang terjalin, Ganjar Pranowo membagikan cerita mengenai Desa Ponggok di Klaten yang merupakan hasil inovasi dari pemda setempat..

Adapun inovasi dan pengalaman dalam mengelola itulah yang akan dibagikan kepada desa lain, termasuk dari luar Jateng.

Dalam kunjungan tersebut, Ganjar juga bercerita mengenai pengelolaan lingkungan yang saat ini juga menjadi masalah global dan mempromosikan desa wisata di daerah tersebut melalui dunia digital.

Sharing session ini menjadi begitu penting. Maka dari itu, tadi saya menawarkan kalau perlu belajar mengenai desa kembar, istilah yang saya buat itu, sehingga bisa belajar lewat desa wisatanya, pengelolaan keuangannya, inovasinya, dan macam-macam. Dengan cara begitu diharapkan bisa maju secara bersama,” ujar Ganjar.

Baca juga: Rayakan HUT Ke-72, Pemprov Jateng Gelar Pertujukan Seni Spektakuler

Sebagai informasi, model desa kembar ini sudah mulai dijalankan oleh beberapa desa yang bekerja sama dengan pihak kementerian dan alumni dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui program desa inklusi.

“Saat saya berkunjung ke Desa Dompu waktu masih menjabat sebagai Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), banyak ditemukan tempat yang berpotensi bagus," ucap Ganjar.

"Saya juga tadi menerima undangan untuk datang berkunjung ke sana, nanti dicari waktu yang pas untuk bisa berkunjung. Karena saya juga masih harus bertanggung jawab dengan Jateng,” tambah Ganjar.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com