Ganjar Salurkan 35.000 Jamban di Jateng, Penyebaran Penyakit di Desa Lebak, Grobogan Menurun

Fransisca Andeska Gladiaventa
Kompas.com - Kamis, 28 Juli 2022
Rasmo, salah satu warga Desa Lebak, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) bersyukur menerima bantuan sosial (bansos) stimulan jamban untuk bisa hidup lebih sehat dan nyaman tanpa penyebaran penyakit. Dok. Humas Pemprov Jateng Rasmo, salah satu warga Desa Lebak, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah (Jateng) bersyukur menerima bantuan sosial (bansos) stimulan jamban untuk bisa hidup lebih sehat dan nyaman tanpa penyebaran penyakit.


KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo telah menyalurkan bantuan sosial ( bansos) stimulan berupa 35.000 jamban kepada seluruh warga di Provinsi Jateng.

Salah satu tujuan pemberian bansos jambatan tersebut adalah untuk mengubah pola hidup masyarakat Jateng menjadi lebih sehat.

Salah satu daerah yang mendapat bantuan jamban dari Ganjar itu adalah Desa Lebak, di  Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jateng.

Sanitarian Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Grobogan Arif Kurniawan mengatakan kesadaran hidup sehat masyarakat meningkat usah adanya bansos stimulan jamban.

Hal itu, kata Arif, terjadi karena bansos tersebut  mampu mengurangi penyebaran penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor.

“Kecamatan Grobogan menduduki peringkat kedua dalam hal penyebaran penyakit yang disebabkan lingkungan kotor," kata Arif.

"Namun setelah adanya jambanisasi ini, tingkat penyebaran penyakit (gangguan pencertaan) menjadi turun dan sekarang berada di peringkat keempat,” ujar Arif dalam keterangan persnya, Kamis (28/7/2022).

Arif menjelaskan, peringkat lima besar penyakit rawat jalan di Puskesemas Grobogan, di antaranya Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA) dengan jumlah 511 pasien, hipertensi dengan jumlah 322 pasien, dan Myalgia atau nyeri otot dengan jumlah 161 pasien.

Baca juga: Sekolah SMA Negeri Kurang, Pemprov Jateng Bakal Buka Cabang Sekolah Baru di Solo

“Lalu ada Gastritis atau asam lambung dengan jumlah 78 pasien dan Dispepsia atau gangguan pencernaan yang dulunya di peringkat kedua sekarang sudah menurun di peringkat keempat dengan jumlah 106 pasien,” katanya.

Salah satu warga Desa Lebak penerima bansos, Rasmo mengatakan, ia bersama seluruh warga Desa Lebak bersyukur atas bansos stimulan jamban. Sebab bantuan ini membuat kebiasaan buruk buang air besar sembarangan ( BABS) bisa berkurang.

“Alhamdulillah, sekarang lebih terasa nyaman berkat adanya bansos stimulan jamban. Sekarang ketika ingin buang air besar bisa kapan saja dengan nyaman dan lebih sehat,” jelas Rasmo.

Ia menceritakan, sebelum adanya bansos stimulan jamban, warga Desa Lebak memilih buang air besar ke sungai yang berada di sekitar rumah. Jadi, ketika malam hati atau kondisi sedang hujan warga akan repot dan kesulitan untuk buang besar.

“Dulu terpaksa harus buang air besar di sungai. Kalau malam hari tiba dan kondisi sedang hujan, sering bertemu dengan hewan liar seperti ular. Tapi setelah dapat bansos sekarang sudah terasa lebih nyaman,” katanya.

Baca juga: Banjir Pati Hanyutkan Puluhan Rumah Warga, Ganjar Pranowo: Tolong Orangnya Dulu, Segera Perbaiki Tanggul

Kepala Desa Lebak Kasman mengatakan, bansos stimulan jamban di Desa Lebak menyasar hingga 283 kepala keluarga (KK) pada 2020. Hingga saat ini semua warga sudah memiliki jamban di masing-masing rumahnya.

“Semua (bansos jamban) sudah terealisasi. Kesadaran untuk hidup sehat dengan adanya jambanisasi ini sudah mulai meningkat, karena warga yang dulunya memiliki pola buang air besar di sungai kini sudah ada tempatnya yang lebih bersih dan sehat,” jelas Kasman.

Kesadaran hidup sehat ini mendukung berkurangnya penyebaran penyakit di desanya, khususnya di saat musim kemarau tiba.

“Kalau musim kemarau tiba, sungai menjadi kering dan air menjadi surut. Jadi, ketika ada yang BAB membuat lingkungan menjadi tidak nyaman dan semakin membuat penyebaran penyakit menjadi tinggi,” katanya.

Baca juga: Ikatan Dokter Anak dan Pemprov Jateng Buat Satgas Pengawas Gabungan untuk Hadapi Penyebaran Hepatitis Akut

Sebagai informasi, perilaku buang air besar sembarangan (BABS) warga Desa Lebak sangat tinggi. Hal itu disebabkan oleh keterbatasan jamban yang membuat warga memilih untuk membuang air besar ke sungai, kebun liar atau menumpang di rumah tetangga.

Kebiasaan tersebut yang mengakibatkan penyebaran penyakit yang disebabkan lingkungan tidak bersih menjadi tinggi.

Melihat permasalahan yang terjadi, Dinas Kesehatan ( Dinkes) Jateng memberikan bansos stimulan jamban sebanyak 35.000 yang telah dilaksanakan sejak 2015 sampai dengan sekarang.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng juga akan memberikan banso paket jamban gratis sebanyak 7.181 paket pada 2022. Adapun paket bansos tersebut terdiri atas semen, kloset, pipa paralon.

PenulisFransisca Andeska Gladiaventa
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif
Jateng Gayeng
Ganjar Salurkan 35.000 Jamban di Jateng, Penyebaran Penyakit di Desa Lebak, Grobogan Menurun
Ganjar Salurkan 35.000 Jamban di Jateng, Penyebaran Penyakit di Desa Lebak, Grobogan Menurun
Jateng Gayeng
Investor Taiwan Sebut Jateng Berkembang Pesat Setelah Dipimpin Ganjar
Investor Taiwan Sebut Jateng Berkembang Pesat Setelah Dipimpin Ganjar
Jateng Gayeng
Mantan Sopir Angkot yang Jadi Pramudi Transjateng: Alhamdulillah di Sini Makmur Tercukupi
Mantan Sopir Angkot yang Jadi Pramudi Transjateng: Alhamdulillah di Sini Makmur Tercukupi
Jateng Gayeng
Jateng Raih Green Leadership Nirwasita Tantra 2021, Ganjar: Ini untuk Pelaku dan Aktivis Lingkungan
Jateng Raih Green Leadership Nirwasita Tantra 2021, Ganjar: Ini untuk Pelaku dan Aktivis Lingkungan
Jateng Gayeng
Berhasil, Penduduk Miskin di Jateng Turun hingga 102.570 pada Kuartal I 2022
Berhasil, Penduduk Miskin di Jateng Turun hingga 102.570 pada Kuartal I 2022
Jateng Gayeng
Ganjar Berharap Kehadiran SMKN Jateng Mampu Ubah Nasib Siswa
Ganjar Berharap Kehadiran SMKN Jateng Mampu Ubah Nasib Siswa
Jateng Gayeng
Baznas Jateng Monitor Dana ZIS agar Bisa Tepat Sasaran
Baznas Jateng Monitor Dana ZIS agar Bisa Tepat Sasaran
Jateng Gayeng
Tiga Prestasi Ganjar di Bidang Kesehatan yang Paling Mentereng
Tiga Prestasi Ganjar di Bidang Kesehatan yang Paling Mentereng
Jateng Gayeng
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ganjar Hadirkan
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ganjar Hadirkan "Bulan Pancasila" untuk Generasi Muda Jateng
Jateng Gayeng
Pemilik Usaha Ukir di Jepara Akui Senang Dapat Bantuan Energi Alternatif dari Ganjar Pranowo
Pemilik Usaha Ukir di Jepara Akui Senang Dapat Bantuan Energi Alternatif dari Ganjar Pranowo
Jateng Gayeng
Cerita Pemilik Talijiwa Macrame Indonesia, Ketiban Manfaat Usai Ikut Program “Lapak Ganjar”
Cerita Pemilik Talijiwa Macrame Indonesia, Ketiban Manfaat Usai Ikut Program “Lapak Ganjar”
Jateng Gayeng
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas
Jateng Gayeng
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder
Jateng Gayeng
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata
Jateng Gayeng