Mantan Sopir Angkot yang Jadi Pramudi Transjateng: Alhamdulillah di Sini Makmur Tercukupi

Kompas.com - 22/07/2022, 20:43 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com – Bus Transjateng bukan hanya memberikan kemudahan, keamanan dan kenyamanan bagi penumpang dengan tarif yang sangat murah, tetapi juga memberikan kualitas kerja terhadap karyawan.

Hal itu disampaikan Sutarko, mantan sopir angkutan kota (angkot), yang kini menjadi pramudi Bus Transjateng rute Purwokerto-Purbalingga.

Pria berusia 45 tahun itu menceritakan bahwa ia telah berpengalaman menjadi sopir angkutan umum selama 18 tahun. Namun, selama itu, pendapatan sebagai sopir hanya pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Awal mula saya kerja di Koperades 8 tahun dan angkutan kota 10 tahun. Terus ada pendaftaran di sini (Transjateng) saya ikut daftar, dan Alhamdulillah diterima,” ujar Sutarko dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Jumat (22/7/2022).

Ia mengatakan, alasan utama untuk memilih bekerja di Transjateng karena adanya gaji tetap bulanan yang diterimanya. Kondisi itu berbeda saat dirinya menjadi sopir angkutan umum yang mengharuskannya kejar setoran dan lain sebagainya.

“Soalnya nomor satu ada gaji tetap. Kalau di angkutan kota itu cari sendiri, kejar setoran, buat beli bensin dan lalu ada sisa berapa baru buat itu sendiri,” paparnya.

Baca juga: Jateng Raih Green Leadership Nirwasita Tantra 2021, Ganjar: Ini untuk Pelaku dan Aktivis Lingkungan

Menurutnya, bekerja di Transjateng sangatlah nyaman karena bisa fokus mengemudi. Sebab, di Transjateng sudah termanejemen dengan baik persoalan seperti perawatan mesin, surat-surat kendaraan, hingga kendala di lapangan.

“Kalau ada troubel di jalan ada tim yang siap, tinggal telpon. Dan saya bisa fokus nyopir. Kalau ada kendala, ada tim sendiri yang menangani saya tinggal jalan,” lanjut warga Tambaksogra, Sumbang, Banyumas.

Selain itu, kata dia, bekerja di Transjateng mendapat jaminan kesehatan, jaminan ketenagakerjaan dan jaminan hari tua.

“Kalau dibandingkan dengan pekerjaan yang dulu ya Jauh. Di sini ada BPJS ketenagakerjaan, kesehatan. Waktu di angkot tidak ada, kan mandiri. Di sini juga ada jaminan hari tua,” imbuhnya.

Sutarko pun mengakui jika pendapatannya kali ini lebih banyak ketimbang saat masih sopir angkutan kota.

Alhamdulillah lebih banyak yang ini, dulu paling berapa dan juga sepi. Di sini makmur tercukupi. Lebih mudah. Pendaftarannya juga transparan, saya daftar sendiri, kebetulan dengar ada lowongan, tidak ada orang dalam, transparan. Bagus banget, ada program begini bagus banget membantu masyarakat,” tandasnya.

Baca juga: BRT Trans Semarang Koridor Terminal Mangkang-Simpang 5 Akan Beroperasi hingga Malam

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa program Bus Rapid Transit (BRT) yang digagas Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo sangat bagus untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan akses transportasi.

Terkini Lainnya
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com