Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Fransisca Andeska Gladiaventa
Kompas.com - Jumat, 20 Mei 2022
Wagiman, salah satu warga Desa Wadas yang mendapatkan uang ganti rugi (UGR) sebesar Rp 1 miliar dari pemerintah untuk pembebasan lahan pembangunan Bendungan Bener, Jumat (20/5/2022).Dok. Humas Pemprov Jateng Wagiman, salah satu warga Desa Wadas yang mendapatkan uang ganti rugi (UGR) sebesar Rp 1 miliar dari pemerintah untuk pembebasan lahan pembangunan Bendungan Bener, Jumat (20/5/2022).


KOMPAS.com – Raut muka bahagia terlihat di wajah Wagiman, kakek berusia 70 tahun asal Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo yang mendadak menjadi miliarder.

Hal itu dikarenakan, tanah miliknya seluas 1.300 meter persegi dihargai oleh pemerintah senilai Rp 1 miliar dalam ganti rugi lahan kuwari untuk pembangunan Bendungan Bener.

Dengan lugas, Wagiman menceritakan nasib baiknya yang mendapatkan ganti rugi lebih dari harga tanah seharusnya itu.

“Saya sangat senang karena belum pernah mendapat uang segitu banyak. Saya dapat satu miliar dari lahan seluas 1.300 meter persegi,” cerita Wagiman saat ditemui di rumahnya di Desa Wadas Rukun Tetangga (RT) 1 Rukun Warga (RW) 4, Jumat (20/5/2022).

Baca juga: Ikatan Dokter Anak dan Pemprov Jateng Buat Satgas Pengawas Gabungan untuk Hadapi Penyebaran Hepatitis Akut

Menurut Wagiman, lahan yang dimiliki seharusnya dijual secara normal dengan kisaran harga Rp 100 juta. Namun, oleh pemerintah diberi uang ganti rugi (UGR) sebesar Rp 1 miliar.

“Paling maksimal di harga seratus juta. Itu saja kadang tidak ada yang mau membeli. Jujur, saya belum pernah megang uang sebanyak ini. Paling dua juta, itupun kalau habis jual kambing,” jelas Wagiman.

Lebih lanjut, Wagiman menceritakan, uang yang sudah masuk ke rekening bank-nya itu akan dipergunakan untuk membangun rumah.

Pasalnya, rumah yang ditempatinya saat ini masih berdinding kayu dan atapnya banyak yang sudah bocor saat hujan tiba.

Baca juga: Pemprov Jateng Tak Berlakukan Aturan WFH ASN Sepekan Usai Lebaran

“Nanti mau dibelikan lahan sama dibagikan kepada lima anak saya. Selain itu, mau dibuat bangun rumah. Dari dulu ingin sekali bangun rumah, tapi tidak pernah punya uang. Rumah saya sejak 1985 ini kondisinya sudah rusak dan bocor. Saya tidak menyangka dapat membangun rumah. Rasanya marem (rasanya puas),” ungkap Wagiman.

Tak hanya Wagiman, salah satu warga Desa Wadas lainnya, Busri yang mendapat UGR mengaku telah mempergunakan uang ganti rugi untuk dibelikan beberapa kebutuhan.

Adapun beberapa kebutuhan itu, yakni membeli dua mobil, satu motor cross, satu unit rumah, dan lima badang tanah.

Baca juga: Respons Pemprov Jateng soal Somasi ke Ganjar Terkait Pencemaran Sungai Bengawan Solo

“Saya mendapat UGR sebesar Rp 3 miliar. Saya gunakan untuk membeli lima bidang tanah, satu rumah, dua mobil, dan motor trail. Saya tidak merasa kecewa, pol senenge (senang sekali),” ungkap Busri.

Lebih lanjut, Busri menjelaskan, satu mobil yang dibelinya akan dipergunakan untuk keperluan keluarga. Sementara itu, satunya lagi untuk membantu warga sebagai alat transportasi  kegiatan pengajian rutin.

Meski telat dibelikan sejumlah aset baru, Busri mengaku masih dapat menyisakan sekitar Rp 300 juta untuk ditabung.

“Kalau rumah yang baru dibeli lebih besar dibanding dengan yang lama. Itu saya beli lengkap dengan perabotannya. Uang gantinya masih ada sekitar Rp 300 juta,” katanya.

PenulisFransisca Andeska Gladiaventa
EditorMikhael Gewati
Terkini Lainnya
Tiga Prestasi Ganjar di Bidang Kesehatan yang Paling Mentereng
Tiga Prestasi Ganjar di Bidang Kesehatan yang Paling Mentereng
Jateng Gayeng
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ganjar Hadirkan
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ganjar Hadirkan "Bulan Pancasila" untuk Generasi Muda Jateng
Jateng Gayeng
Pemilik Usaha Ukir di Jepara Akui Senang Dapat Bantuan Energi Alternatif dari Ganjar Pranowo
Pemilik Usaha Ukir di Jepara Akui Senang Dapat Bantuan Energi Alternatif dari Ganjar Pranowo
Jateng Gayeng
Cerita Pemilik Talijiwa Macrame Indonesia, Ketiban Manfaat Usai Ikut Program “Lapak Ganjar”
Cerita Pemilik Talijiwa Macrame Indonesia, Ketiban Manfaat Usai Ikut Program “Lapak Ganjar”
Jateng Gayeng
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas
Jateng Gayeng
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder
Jateng Gayeng
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata
Jateng Gayeng
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri
Jateng Gayeng
Ikut Mudik Bareng Warga ke Semarang, Ganjar Cerita Masa Lalunya Naik Kereta Api
Ikut Mudik Bareng Warga ke Semarang, Ganjar Cerita Masa Lalunya Naik Kereta Api
Jateng Gayeng
Pemerintah Gelontorkan Rp 335 Miliar untuk 233 Warga Terdampak Tambang Andesit di Wadas
Pemerintah Gelontorkan Rp 335 Miliar untuk 233 Warga Terdampak Tambang Andesit di Wadas
Jateng Gayeng
Ketua Baznas Sebut Jateng Jadi Provinsi dengan Perolehan Zakat, Infak, dan Sedekah Terbesar di Indonesia
Ketua Baznas Sebut Jateng Jadi Provinsi dengan Perolehan Zakat, Infak, dan Sedekah Terbesar di Indonesia
Jateng Gayeng
Peringati Hari Kartini, Ganjar Ingatkan Pernikahan Dini Kerap Jadikan Perempuan sebagai Korban
Peringati Hari Kartini, Ganjar Ingatkan Pernikahan Dini Kerap Jadikan Perempuan sebagai Korban
Jateng Gayeng
Buruh Tani Asal Pekalongan Ini Tak Menyangka Rumahnya Dapat Bantuan Renovasi dari Ganjar
Buruh Tani Asal Pekalongan Ini Tak Menyangka Rumahnya Dapat Bantuan Renovasi dari Ganjar
Jateng Gayeng
Ganjar Minta Kepala Daerah Fokus pada Pemulihan Ekonomi Pascapandemi dan Penanganan Kemiskinan
Ganjar Minta Kepala Daerah Fokus pada Pemulihan Ekonomi Pascapandemi dan Penanganan Kemiskinan
Jateng Gayeng
Usulkan Pocut Meurah Intan sebagai Pahlawan Nasional, Ganjar Pranowo Tuai Apresiasi dari Gubernur Aceh
Usulkan Pocut Meurah Intan sebagai Pahlawan Nasional, Ganjar Pranowo Tuai Apresiasi dari Gubernur Aceh
Jateng Gayeng