Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Kompas.com - 13/05/2022, 12:43 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.comGubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo meresmikan Sekolah Luar Biasa ( SLB) Negeri 1 Demak. Sebelumnya, sekolah ini dikelola secara swadaya oleh Yayasan Pendidikan Luar Biasa ( Yaspenlu) sejak 1981.

Menanggapi diresmikannya SLB Negeri 1 Demak, dua orangtua murid, Tuti dan Juyamin mengaku senang dan bersemangat karena dapat berdialog dengan Ganjar Pranowo.

Hal itu dikarenakan impian mendambakan fasilitas pendidikan yang mumpuni untuk anak disabilitas akhirnya dapat terwujud.

Alhamdulillah senang sekali, ini cita-cita saya terwujud jadi SLB Negeri. Semoga dengan SLB Negeri pemerintah bisa lebih support,” ungkap Tuti dalam keterangan pers yang diterima oleh Kompas.com, Jumat (13/5/2022).

Baca juga: Daftar Nama 170 Kepala Daerah yang Habis Masa Jabatan pada 2023, Ada Ridwan Kamil dan Ganjar Pranowo

Tuti mengatakan, selama ini fasilitas pendukung pendidikan yang diterima oleh anaknya belum maksimal. Ia berharap dengan diambil alih oleh pemerintah provinsi, siswa didik di SLB Negeri 1 Demak dapat mendapatkan pendidikan yang lebih mumpuni.

“Kami sebagai orangtua ingin anak-anak bisa menjadi mandiri. Maka dari itu, harapannya selain bangunan, fasilitas seperti alat-alat keterampilan bisa diberikan sesuai dengan minat anak-anak,” jelas Tuti, ibu dari Anindya, siswa kelas enam SLB Negeri 1 Demak.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pria yang berprofesi sebagai pengusaha ikan olahan Juyamin. Ia mengaku, hal itu merupakan penantian akhir sejak tahun 2017 dan pihaknya siap memberi sumbangsih pelatihan pengolahan ikan di SLB Negeri 1 Demak.

Baca juga: Ikut Mudik Gratis Naik Kapal, Ribuan Warga Jateng Disambut Ganjar Pranowo

“Ini merupakan penantian sejak tahun 2017 dan saya siap membantu untuk memberikan bantuan pelatihan pengolahan ikan,” jelas Juyamin.

Pada kesempatan yang sama, Ganjar Pranowo juga sempat berbincang dengan dua guru yang berperan sebagai perintis sekolah tersebut sejak tahun 1980, yakni Ridwan dan Ruslan.

“Bu, sampeyan nggolek wong koyo ngene telu wae wis sip banget (Bu, Anda cari tiga orang seperti ini sudah bagus banget),” kata Ganjar Pranowo kepada Bupati Demak Eisti’anah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Uswatun.

Selain itu, Ridwan dan Ruslan juga mengaku senang dengan peresmian SLB Negeri 1 Demak. Mereka mengutarakan keinginannya agar tanah di samping kompleks sekolah dapat digunakan untuk memperluas area sekolah.

Baca juga: Ikatan Dokter Anak dan Pemprov Jateng Buat Satgas Pengawas Gabungan untuk Hadapi Penyebaran Hepatitis Akut

“Hari ini kita ambil alih, tanahnya nanti akan dibantu oleh Bupati, lalu diserahkan pada kita insya Allah akan dibangun. Syukur-syukur nanti yang di sebelah juga bisa agar lebih bagus,” kata Ganjar.

Ia juga berpesan kepada guru-guru di SLB Negeri 1 Demak untuk bersabar dan bekerja secara maksimal dalam mendidik para siswa disabilitas. Apalagi sekolah tersebut memiliki sejarah panjang dengan hanya memiliki enam siswa dan mengalami berbagai stigmatisasi dari masyarakat.

“Itu menjadi impian kita semuanya dengan satu harapan anak-anak bisa menjadi mandiri. Ini butuh dukungan dari masyarakat agar tidak ada stigma negatif, tetapi berikanlah semangat kepada anak-anak ini. Mereka semua memiliki talenta yang dapat dikembangkan. Selamat Hari Pendidikan Nasional, tentu dengan pendidikan kita akan merubah nasib kita semuanya,” katanya.

Sebagai informasi, selain meresmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Pranowo juga menyerahkan bantuan berupa alat bantu jalan hingga kursi roda. Saat ini, jumlah siswa di SLB Negeri 1 Demak sebanyak 250 siswa dengan tenaga pendidik sekitar 30 guru.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com