Ikut Mudik Bareng Warga ke Semarang, Ganjar Cerita Masa Lalunya Naik Kereta Api

Kompas.com - 29/04/2022, 20:44 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kepadatan lalu lintas di jalanan Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta nampak mulai sepi seiring semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 Hijriah (H).

Di antara pengguna jalan yang biasanya ramai itu, Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo menumpangi mobil dengan lancar menuju ke Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/4/2022).

Kedatangannya ke Stasiun Pasar Senen untuk melepas keberangkatan 320 pemudik ke Jawa Tengah (Jateng) menggunakan moda transportasi kereta api (KA).

Mengenakan kaos oblong dengan tulisan “Hati-Hati di Jalan” dan berjaket hitam, orang nomor satu se-Jateng ini nampak terburu-buru turun dari mobil menuju gedung stasiun.

Pasalnya, Ganjar tak hanya melepas para pemudik, tetapi juga ikut menaiki  Kereta Api Ekonomi Tawang Jaya Premium menuju Semarang.

Baca juga: Lepas Keberangkatan Pemudik di Stasiun Senen, Ganjar Ikut Pulang ke Semarang Naik Kereta

Tepat saat peluit tanda keberangkatan dibunyikan, Ganjar bersama sang istri, Siti Atikoh menuju ke gerbong sesuai nomor tiketnya.

Melihat kehadiran orang nomor satu se-Jateng itu, beberapa penumpang di dalam kereta pun nampak terkejut.

Mereka mengira, gubernur Jateng dua periode ini hanya melepas keberangkatan penumpang dan kembali ke Semarang menggunakan pesawat terbang, kereta eksekutif atau moda lainnya yang lebih bagus.

"Lho bapak ikut pulang pakai kereta api bareng kami?," tanya beberapa warga yang ikut mudik gratis, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat.

"Iya hari ini, Jumat (29/4/2021), saya ikut pulang. Kalau nggak, saya nanti naik apa? Jadi saya ikut pulang naik kereta bersama njenengan (Anda)," jawab Ganjar.

Mengabadikan momen satu kereta dengan Ganjar, tak sedikit warga sampai berdesakan untuk berjabat tangan dan foto bersama.

"Makasih pak sudah difasilitasi mudik gratis. Ini membantu sekali buat kami pak," kata salah satu pemudik asal Tegal, Rahmat.

Baca juga: Cek GT Kalikangkung Bareng Kapolri, Ganjar Minta Pemudik Singgah di Rest Area

Usai menyapa para pemudik di sejumlah gerbong, Ganjar kemudian masuk ke gerbong tempatnya.

Ia duduk satu gerbong dengan para pemudik lainnya, tanpa ada fasilitas tambahan apapun.

Menempati kursi nomor 13, Ganjar nampak nyaman menikmati perjalanan. Apalagi ia ditemani istri tercinta yang duduk disampingnya.

Ganjar dan Atikoh begitu menikmati perjalanan. Kemesraan yang ditunjukkan pasangan ini sampai membuat iri penumpang lain yang mudik sendirian.

Keharmonisan itu nampak jelas saat keduanya ngobrol dan bercanda bersama, hingga momen saat Siti Atikoh tertidur sambil bersandar ke pundak Ganjar.

"Saya punya pengalaman bersama istri. Waktu itu pulang mudik seperti ini, ternyata suasananya ramai dan lebih meriah. Sebab, kami bisa berjalan sepanjang gerbong dan bisa ngobrol dengan masyarakat di dalam kereta," ucap Ganjar.

Baca juga: Survei Indikator: Elektabilitas Ganjar Pranowo 26,7 Persen, Salip Prabowo Subianto

Ganjar sendiri menaiki Kereta Tawang Jaya dari Stasiun Senen sekitar pukul 07.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Perjalanan kereta ini memang cukup lama, karena baru tiba di Semarang pukul 14.15 WIB.

Meski demikian, Ganjar mengatakan bahwa suasana mudik dengan kereta api selalu menarik dan ramai.

Ia pun kembali mengenang masa-masa di tahun 1964 saat mudik menggunakan jasa transportasi kereta api.

"Tetapi sekarang beda. Zaman dulu kalau penuh, saya pernah naik kereta satu kaki. Pernah juga masuk lewat jendela. Toiletnya elek tenan (jelek sekali), mambu (bau), ora karuhan (tidak karuan),” jelas Ganjar.

Namun, lanjut dia, fasilitas di dalam kereta api sekarang bersih dan jauh lebih baik. Menurut Ganjar perubahan sistem kereta api saat ini cukup dahsyat.

 

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com