Buruh Tani Asal Pekalongan Ini Tak Menyangka Rumahnya Dapat Bantuan Renovasi dari Ganjar

Kompas.com - 19/04/2022, 17:38 WIB
Fransisca Andeska Gladiaventa,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com – Seorang buruh tani asal Desa Rowolaku, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan bernama Tarno mengaku tidak menyangka rumahnya hari itu ramai didatangi oleh para tetangga dan pejabat berseragam.

Ternyata hari itu, Tarno kedatangan tamu spesial, yakni Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo beserta Bupati Pekalongan Fadia Arafiq untuk memberikan bantuan bedah rumah.

Senyum mengembang langsung tersungging di wajah Tarno kala menjemput kehadiran Ganjar Pranowo beserta rombongannya.

“Sugeng rawuh pak Ganjar. Ngapunten ngriyone kadhos meniko (selamat datang pak Ganjar, maaf rumahnya seperti ini),” ungkap Tarno dalam keterangan pers yang diterima Kompas.com, Selasa (19/4/2022).

Baca juga: Ketika Ganjar Pranowo Merasa Kagum dengan Masjid Ar Rahman Blitar...

Tarno mengaku tidak menyangka akan mendapat kejutan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) itu.

Ia pun mengucapkan terima kasih atas bantuan RTLH yang diberikan oleh Ganjar Pranowo tersebut.

Kulo matur nuwun sanget dibantu saking bapak Gubernur dan perangkat setempat (terima kasih banyak atas bantuan dari pak Gubernur). Omahe dibangun kersane sae damel ben tenang, men roso, men awet (rumahnya dibangung biar lebih bagus, lebih tenang, lebih kuat, dan lebih awet,” ungkapnya.

Sebagai informasi, Tarno tinggal seorang diri di rumah yang jauh dari kata layak. Rumah dengan dinding papan dan berlantai tanah itu hanya memiliki satu kamar tidur.

Baca juga: Pedagang Cilok Asal Kabupaten Semarang Ini Terharu Dapat Bantuan RTLH dari Ganjar Pranowo

Pekerjaannya sebagai buruh tani dengan hanya memiliki penghasilan sekitar Rp 50.000 per hari membuatnya tidak mampu memperbaiki rumah yang tidak memiliki kamar mandi itu.

“Pendapatan setiap harinya nggak pasti, nggak bisa diharapkan. Tapi yang jelas kini saya senang karena persoalan rumah sudah terselesaikan berkat bantuan dari pak Ganjar,” katanya.

Ganjar yang sedang menggelar musyawarah rencana pembangunan ( Musrenbang) di Kabupaten Pekalongan menyempatkan diri untuk memberikan bantuan RTLH kepada Tarno.

“Nanti biar didandani (dibenarkan) ya pak, biar lebih nyaman. Nanti dibuatkan kamar mandi sendiri,” ungkap Ganjar.

Baca juga: Ganjar Pranowo Dapat Gelar Teungku di Aceh, Ini Artinya

Ganjar mengaku, program bantuan RTLH itu sudah sejak dulu dan rutin dilakukan selama Ramadhan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu.

“Ini mumpung ada Musrenbang di Kabupaten Pekalongan bersama bu Bupati dan teman-teman dari Baznas mencoba untuk terus mencari rumah yang tidak layak huni untuk diberikan bantuan. Ya semoga bisa membantu,” jelas Ganjar.

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan, Tarno merupakan salah satu warga yang membutuhkan bantuan.  Pasalnya sejak ditinggalkan oleh sang istri dan anak-anaknya yang sudah bekerja Tarno hidup sendiri.

Baca juga: KPK Apresiasi Kinerja Ganjar Pranowo Cegah Tindak Korupsi di Pemprov Jateng

“Ini perlu kita bantu dan saya harap tetangga ikut gotong royong karena itu cara yang bagus. Ya semuanya harus saling peduli,” kata Ganjar.

Menurutnya, program RTLH ini akan menjadi prioritas. Sebab, dalam Musrenbang ada dua fokus utama yang menjadi prioritas, yakni pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan.

“Ini merupakan salah satu percepatan penanganan kemiskinan ekstrem. Diharapkan nantinya semua kabupaten dan kota juga dapat melakukan hal yang sama. Kalau di Provinsi Jateng sudah cukup lama bekerja sama dengan Baznas untuk bisa salurkan bantuan ke masyarakat,” katanya.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com