Bupati Manokwari Kunjungi Jateng, Sebut Ingin “Berguru” ke Ganjar Pranowo

Kompas.com - 21/02/2022, 21:05 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com – Bupati Manokwari Hermous Indou mengaku terinspirasi dengan model kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo. Dia pun tertarik untuk mempelajarinya.

Ditemani tiga orang stafnya, Hermous datang “berguru” secara langsung kepada Ganjar.

Ia mengatakan, terdapat tiga hal menarik dari pola kepemimpinan Ganjar. Tiga aspek ini adalah pencegahan korupsi, inovasi, dan digitalisasi.

“Dari aspek pencegahan korupsi di sini sangat luar biasa. Kemudian yang kedua adalah inovasi yang ada lebih dari 500 saya lihat luar biasa dan ketiga adalah digitalisasi yang luar biasa mendorong kinerja pemerintah,” kata Hermous, dikutip dari keterangan pers resminya, Senin (21/2/2022).

Baca juga: Mengenal Ponpes Kalijaran Purbalingga yang Diasuh Kerabat Ganjar Pranowo

Menurutnya, kepemimpinan Ganjar di Jateng sangat baik dan mampu membawa Jateng melahirkan banyak prestasi, terutama dalam bidang pengelolaan pemerintahan dan pembangunan.

“Kami juga ingin belajar dan mencontoh hal-hal baik yang sudah terjadi di Jawa Tengah,” kata dia sesaat setelah bertemu dengan Ganjar di Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, Senin.

Hermous bertanya kepada Ganjar mengenai cara komunikasi dengan kepala daerah di wilayahnya, terutama dengan Kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi. Dia berharap bisa melakukan hal sama ketika kembali ke Manokwari.

“Sehingga Papua juga bisa mengejar ketertinggalannya dan bisa menyamai atau minimal berada di posisi yang tidak kalah dengan Jateng dan provinsi lainnya,” kata dia.

Baca juga: [POPULER REGIONAL] Nasib Mata Air Desa Wadas di Mata Ganjar Pranowo | Viral Video Mesum di Magelang

Atas pertanyaan itu, Ganjar menjawab bahwa butuh kekompakkan dan kemauan yang sama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Korupsi, lanjut Ganjar, menjadi isu yang terus menjadi perhatiannya sejak menjabat pertama kali pada 2013.

Ganjar mengatakan, kedatangan Hermous ke Jateng untuk belajar mengenai pola kepemimpinannya merupakan hal yang menarik.

“Menarik karena datangnya ingin belajar mencegah korupsi dan kemudian reformasi birokrasi,” kata dia.

Dia menjelaskan, pencegahan korupsi dan reformasi birokrasi bisa dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan pengembangan digitalisasi untuk membantu sistem pemerintah yang transparan.

Baca juga: [POPULER YOGYAKARTA] Ganjar Bicara soal Nasib Mata Air di Desa Wadas | Sri Sultan HB X Antisipasi Kenaikan Covid-19

“Kemudian bagaimana membangun aparatur sipil negara (ASN) untuk berhenti korupsi dan melayani dengan baik, mudah, murah, dan cepat. Bagaimana semua gerakan itu kami lakukan,” paparnya.

Adapun soal digitalisasi, Ganjar mendorong Bupati Manokwari untuk menyesuaikan dengan kearifan lokal. Misalnya dengan menghidupkan posko di setiap distrik.

"Stepping-nya tidak harus sama, tadi coba kita dorong posko yang bisa dipakai untuk pengaduan ke bupati, sehingga (laporan dari masyarakat) itu bisa masuk tiap hari," kata Ganjar.

Lebih lanjut, mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu mengatakan, prinsip terpenting dalam menjalani pemerintahan adalah melayani masyarakat dengan baik.

Baca juga: Terima Kasih, Pak Gubernur Ganjar

"Prinsip sebenarnya masyarakat itu butuh diladeni. Kadang kita melayani dan meladeni tidak mendapat sempurna, tetapi menuju sempurna wajib dilakukan,” tuturnya.

Terkini Lainnya
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Ratusan Bus Berdatangan ke TMII, Siap Bawa Ribuan Warga Jateng Mudik Gratis

Jateng Gayeng
H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

H-7 Lebaran, Ruas Jalan Semarang-Godong Resmi Beroperasi Kembali

Jateng Gayeng
Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Gubernur Luthfi Tinjau Longsor di Brebes, Prioritaskan Perbaikan Sekolah dan Jalan

Jateng Gayeng
Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi, Pemprov Jateng Siapkan Posko Layanan Aduan THR

Jateng Gayeng
Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Kanada Lirik Investasi di Jateng, Gubernur Luthfi Tawarkan Sektor Pertanian dan Kesehatan

Jateng Gayeng
Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Sampah 2026, Ahmad Luthfi Akui Kondisi Masih Darurat

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Ahmad Luthfi Serahkan 36 Rumah Relokasi Korban Tanah Gerak Banjarnegara

Jateng Gayeng
Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Satu Tahun Ahmad Luthfi–Taj Yasin Pimpin Jateng, Begini Dinamika dan Capaian Kinerjanya

Jateng Gayeng
Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Awal Ramadhan, Gubernur Jateng Sidak Pasar Projo dan Intervensi Harga Pangan

Jateng Gayeng
Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Realisasi Investasi India di Jateng Tembus Rp 646,52 Miliar, Gubernur Luthfi Tawarkan Peluang Baru

Jateng Gayeng
Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Tinjau Huntara Korban Bencana Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Luthfi Berikan Catatan Khusus

Jateng Gayeng
Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jalur Grobogan—Semarang Putus, Gubernur Jateng Percepat Pemasangan Jembatan Armco untuk Hadapi Mudik

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com