Janji Ganjar Pranowo Usai Berziarah ke Makam “Singa Betina” dari Aceh

Kompas.com - 09/11/2021, 20:34 WIB
DWN,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengaku siap memperjuangkan gelar pahlawan nasional kepada salah satu pejuang asal Aceh, yaitu Pocut Meurah Intan atau yang dikenal dengan julukan "Singa Betina".

Ia berjanji, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait pengajuan gelar pahlawan nasional.

“Tentu akan kami bantu karena itu bentuk penghormatan kami. Dari manapun berada, ya inilah Indonesia. Untuk itu akan segera kami ajukan," katanya saat berziarah ke makam Pocut Meurah Intan bersama sang istri, Siti Atikoh di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Tegalsari, Kabupaten Blora, Jateng, Selasa (9/11/2021).

Pernyataan tersebut Ganjar sampaikan saat menerima usulan dari Ketua Persaudaraan Antaretnis Nusantara (Perantara) Muhammad Zulkifli untuk membantu Pocut Meurah Intan agar mendapat gelar pahlawan nasional.

Baca juga: 10 Link Twibbon Hari Pahlawan dan Kutipan Kata-kata Pahlawan Nasional

Adapun usulan tersebut telah ditandatangani Perantara bersama Ikatan Pelajar Aceh Semarang dan Ikatan Masyarakat Aceh Semarang.

"Kami mengusulkan agar Pocut Meurah Intan mendapat gelar pahlawan nasional. Kami berharap pak Ganjar bisa membantu mewujudkan itu," kata Zulkifli, seperti dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa.

Untuk diketahui, Pocut Meurah Intan merupakan pejuang asal Aceh yang dibuang ke Blora hingga akhir hayatnya. Meski dikenal sebagai pejuang besar, tetapi ia tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.

Sebagai tanda penghormatan, Ganjar tergerak untuk berziarah ke makam Pocut Meurah Intan bersamaan pada momen menjelang Hari Pahlawan.

Baca juga: Ganjar Pranowo Mengusulkan Pocut Meurah Intan Jadi Pahlawan Nasional

Saat tiba di kawasan pemakaman, puluhan orang telah ada di sana, mulai dari mahasiswa dari berbagai daerah yang tergabung dalam Perantara, dan sejumlah warga Aceh yang ada di Jateng.

Rupanya, para peziarah tersebut sudah berada di pemakaman Pocut sejak siang untuk melakukan kegiatan bersih makam.

Ziarah makan sendiri diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat setempat. Usai berdoa, Ganjar pun menaburkan bunga ke pusara dan dilanjutkan berbincang dengan keluarga Pocut Meurah Intan, mahasiswa, dan masyarakat Aceh.

Dalam obrolan santai tersebut, Ganjar menawarkan kepada para peziarah untuk memperbaiki dan membangun makam Pocut Meurah Intan agar lebih baik.

Baca juga: Kisah Pocut Meurah Intan Pejuang Perempuan Asal Aceh, Sendirian Lawan Pasukan Belanda hingga Dibuang ke Blora

"Kalau diizinkan, kami akan perbaiki. Beliau (Pocut Meurah Intan) ini pejuang hebat. Dari keluarga Kesultanan dan melawan Belanda sampai dikejar-kejar dan diasingkan ke sini," ucapnya.

Menanggapi tawaran Ganjar, para peziarah pun memberi tanda setuju akan usulan tersebut.

Terkait rencana pembangunan makam, Ganjar mengatakan, pihaknya akan bertindak cepat karena pihak keluarga sudah menyetujui usulan itu.

Bahkan, Bupati Blora Arif Rohman yang turut mendampingi pun setuju dan akan mendukung pembangunan makam Pocut.

Baca juga: Mensos Risma Akan Libatkan Ratusan Anak dalam Peringatan Hari Pahlawan Nasional

"Kalau perlu tidak usah lama-lama. Mau dimulai minggu depan boleh, bulan depan juga tidak apa-apa. Nanti kami siapkan dengan baik," kata Ganjar.

Respon keluarga dan tokoh masyarakat

Pada kesempatan yang sama, salah satu keluarga Pocut Meurah Intan di Blora, Sugeng Waluyo menyambut baik rencana Ganjar untuk memperbaiki makam leluhurnya.

Tak hanya pembangunan, sebut dia, keluarga Pocut juga mendukung agar leluhur mereka diusulkan menjadi pahlawan nasional.

"Saya itu cucu Panglima Mahmud yang masih keponakan Pocut Meurah Intan. Kami sangat setuju, keluarga dari Aceh dan masyarakat Aceh juga setuju dengan pembangunan makam ini. Kami juga berharap beliau bisa diangkat menjadi pahlawan nasional," kata Sugeng.

Baca juga: Profil 4 Pahlawan Nasional Baru, Usmar Ismail hingga Raden Aria Wangsakara

Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar Aceh Semarang Ahmad Jihan Muzaki memberikan ucapan terima kasih dan bersyukur atas partisipasi Gubernur Ganjar berziarah ke makam Pocut Meurah Intan.

Ia menilai, orang nomor satu di Jateng itu telah menepati janjinya, yaitu ingin membersihkan dan berencana membangun makam pejuang wanita asal Aceh itu.

"Kami sangat bersyukur dan terima kasih pada Pak Gubernur atas kunjungannya dan menepati janjinya mengajak kami membersihkan makam serta akan membangun makam ini. Kami berharap itu bisa segera direalisasikan," kata Ahmad.

Baca juga: Gubernur Ganjar Pranowo Didatangi Gibran dan Bima Arya, Bahas Apa?

Ia berharap, ke depan Ganjar mau membantu agar Pocut Meurah Intan bisa mendapat gelar pahlawan nasional.

"Kami sangat berharap pak Ganjar bisa membantu kami dengan berkoordinasi kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh untuk pengajuan gelar pahlawan nasional itu," imbuh Ahmad.

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com