Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Kompas.com - 11/10/2021, 09:52 WIB
Alifia Nuralita Rezqiana,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo meminta para pekerja migran Indoensia ( PMI) untuk langsung melapor ketika mendapati masalah selama bekerja, termasuk masalah pungutan liar ( pungli).

Hal tersebut disampaikan Ganjar saat mendengarkan curahan hati (curhat) para PMI melalui acara Gubernur Jateng Menyapa, Minggu (10/10/2021).

“Kalau Anda menjadi korban pungli tapi tidak lapor, kan kami tidak rahu. Kalau kemudian menyampaikan kepada kami, ya kami (jadi) tahu,” tuturnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (11/10/2021).

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng sebelumnya juga mendapatkan informasi terkait adanya pungli dari laporan masyarakat.

“Ada aplikasi laporgub, paling gampang follow Instagram, Twitter, dan Facebook Pak Gubernur,” kata Ganjar dalam acara yang digelar secara virtual melalui Zoom itu.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 Oktober 2021

Menurut Ganjar, beberapa persoalan sudah ada solusinya. Sebagai contoh, masalah laporan kepulangan yang dipersulit, dapat diselesaikan dengan beberapa cara.

“Datang, dokumentasi beres, colok hidungnya, dia masuk karantina. Nah, nanti hasilnya akan diantar pakai email,” jelas Ganjar.

Selain itu, dalam kesempatan yang sama, ia juga memaparkan tentang adanya pendampingan bagi PMI purna.

“Ini (pendampingan PMI purna) sebenarnya kami juga punya, latihannya mulai dari produksi sampai menjual mesti dilatih secara lengkap. Nah, nanti kami dampingi,” ujarnya.

Program pendampingan bagi PMI purna yang dimaksud Ganjar diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinaskertrans).

Baca juga: Capaian Vaksinasi Jadi Indikator Penentuan Level PPKM, Ganjar Minta Daerah Kebut Vaksinasi

“Tapi ternyata, komunikasi tidak bisa berjalan lancar apalagi di pemerintah kabupaten (pemkab). Nah nanti kita bantu, komunikasi dengan Pemkab,” katanya.

Ganjar menyebutkan, secara keseluruhan kondisi PMI Jateng dalam keadaan baik. Ia berharap komunikasi antara PMI dan Pemprov Jateng bisa memberikan perasaan nyaman bagi mereka agar tenang selama bekerja di negeri orang.

“Ya kmi jembatani memang, jadi dengan kawan-kawan yang tadi menyampaikan sih rasa-rasanya oke. Yang Jepang tadi relatif bagus ya, yang Taiwan juga bagus bisa berjalan. Jadi mudah-mudahan mereka baik-baik saja,” jelasnya.

Ganjar mengatakan, melalui acara Gubernur Jateng Menyapa, pihaknya menjadi lebih tahu kondisi para PMI yang sebenarnya.

Baca juga: Antara Ganjar, Risma, dan Puan di Bursa Pencapresan Internal PDI-P...

Adapun dari total lebih dari 300 orang PMI yang hadir dalam acara Gubernur Jateng Menyapa, terdapat beberapa yang curhat secara langsung kepada Ganjar.

Pertama, anak buah kapal (ABK) kapal ikan, Irianto yang saat ini bekerja di Taiwan.

“Ada pungli tapi mainnya pintar banget, jadi kayak bukan pungli. Inginnya kita itu dari pemerintah ada tindakan tegas untuk menyelidiki,” tutur Irianto.

Lebih lanjut, ada pula perwakilan kru kapal pesiar, Yaya, yang mengaku sering mendapatkan kendala birokrasi saat akan mengurus perpanjangan paspor.

Sementara itu, pada akhir acara, terdapat PMI asal Cilacap yang curhat tentang nasib PMI setelah purna.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com