Percepat Vaksinasi di Jateng, Ganjar Luncurkan Bus Vaksin

Kompas.com - 08/09/2021, 15:11 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo meminta pemangku wilayah agar menyosialisasikan keberadaan bus vaksin atau vaksin bergerak kepada warganya.

“Kami tahu meskipun Jawa Tengah itu tengahnya Jawa. Tetapi remote areanya masih banyak. Oleh karena itu, kami membuat vaksinasi bergerak supaya bisa menjangkau area-area yang selama ini sulit terjangkau,” ucap Ganjar.

Pernyataan tersebut ia sampaikan usai secara resmi meluncurkan dua bus vaksin milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Rabu (8/9/2021).

Orang nomor satu di Jateng ini mengatakan dua dari lima bus vaksin siap untuk "jemput bola" ke remote area di daerah. Selain bisa menjangkau area yang sulit, Bus Vaksin diprioritaskan pula untuk lansia dan kelompok masyarakat berisiko tinggi.

“Saya nderek titip (ikut titip) pesan pada teman-teman kepada desa (Kades) dan kepala dusun (Kadus) untuk mengajak kelompok-kelompok masyarakat. Utamanya, ajak para lanjut usia (usia) sebagai kelompok risiko tinggi supaya terlindungi,” ujar Ganjar.

Baca juga: Kalsel Mulai Vaksinasi 50 Ibu Hamil Berusia Kandungan di Atas 12 Minggu

Pasalnya, lanjut dia, dari data saat ini, lansia dan pemilik penyakit bawaan menjadi kelompok paling tinggi sebagai penyumbang kasus kematian. Mayoritas dari mereka pun belum mendapatkan vaksinasi.

“Kalau kelompok tersebut bisa segera divaksinasi, maka penularan Covid-19 dapat dicegah. Hal ini juga bertujuan untuk memperlancar aktivitas masyarakat kembali,” imbuh Ganjar.

Ganjar juga meminta masyarakat harus diberikan pengetahuan agar mereka bisa bersabar dan mau mengantre vaksinasi.

Percepatan vaksinasi jateng

Lebih lanjut, Ganjar mengatakan, pengadaan bus vaksin merupakan salah satu upaya pemerintah provinsi Jateng untuk mempercepat dan mempermudah akses vaksinasi masyarakat.

Ia mengaku, pihaknya tengah berikhtiar terus-menerus dan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin serta Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengenai percepatan vaksinasi di Jateng.

Terkait acara peluncuran, Ganjar mengatakan bahwa peresmian bus vaksin di Borobudur bukan tanpa alasan.

Seperti diketahui, Borobudur merupakan salah satu wilayah Destinasi Super Prioritas.

“Maka dari itu, kami berharap juga bisa segera menggerakkan ekonomi. Tujuan kami adalah mendorong berbagai sektor, termasuk pariwisata,” ucap Ganjar, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu.

Baca juga: Jateng Terbebas dari PPKM Level 4, Ganjar: Jangan Euforia

Kendati demikian, ia ingin lebih dulu menggerakkan pelaku pariwisata agar mendapatkan fasilitas vaksinasi.

Apabila sudah divaksin, maka Ganjar memastikan, pihaknya akan segera melakukan uji coba pembukaan pariwisata di daerah tersebut.

“Apalagi sejumlah event juga telah disiapkan, seperti acara olahraga tahunan Borobudur Marathon dan Tour de Borobudur. Persiapan kegiatan ini juga dilakukan dengan rekayasa sedemikian rupa agar dapat berjalan aman,” imbuhnya.

 

 

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com