Dukung Seruan Sultan HB X, Ganjar Diapresiasi Paguyuban Joglo Semar

Kompas.com - 25/05/2021, 20:34 WIB
DWN,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendapat apresiasi sejumlah warga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terhimpun dalam Paguyuban Joglo Semar atas dukungannya terhadap ajakan Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X ( Sultan HB X).

Untuk diketahui, Sultan HB X telah menyerukan kebijakan berkumandangnya lagu kebangsaan Indonesia Raya di berbagai penjuru Jateng dan DIY pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Kamis (20/5/2021).

Gerakan tersebut diklaim sebagai bentuk penguatan nasionalisme dan disambut begitu antusias oleh masyarakat.

Adapun apresiasi dari warga diberikan dalam bentuk bingkisan makanan, Selasa (25/5/2021).

Hal ini sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada Ganjar, karena meskipun berbeda wilayah, tetapu bersedia ‘ngestoaken dawuh’ (mengikuti ajakan) dari Ngarso Dalem (Sultan HB X).

Baca juga: Pakar UGM Soroti Kebijakan Sri Sultan HB X Terkait Lagu Indonesia Raya

Salah satu anggota paguyuban sekaligus pengurus masjid Nyutran Yogyakarta Suroto menyampaikan, bingkisan makanan yang dikirimkan berupa makanan tradisional khas Yogyakarta.

Adapun jenisnya, seperti beras kencur, gudeg, tepung tiwul, wedang uwuh, geplak, gebleg, dan salak pondoh. 

“Semoga nanti bisa diterima langsung oleh Pak Ganjar. Apabila tidak bisa diterima, semoga beliau berkenan. Sebab, ini merupakan ucapan terima kasih dari kami," ujar Suroto dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (25/5/2021).

Selain itu, lanjut dia, warga berharap agar Ganjar selalu diberi kesehatan dalam menjalankan tugas-tugasnya.

Baca juga: Belajar dari Ganjar, Gubernur Gorontalo Aplikasikan Blangkon untuk Majukan UMKM

Tak hanya itu, Suroto mengaku, pengiriman bingkisan makanan itu sebagai pertanda bahwa masyarakat Yogyakarta turut mendoakan Ganjar agar selalu kuat dalam menghadapi dinamika persoalan rakyat.

“Kami yakin, Pak Ganjar orang yang merakyat. Semoga selalu mau mendengar, melihat, merasakan penderitaan rakyat, sekaligus mampu mengatasinya sebagai seorang pemimpin,” imbuhnya, saat mengirimkan makanan melalui travel di Terminal Jombor, Yogyakarta.

Ganjar mampu jaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika

Pada kesempatan tersebut, Suroto mengatakan, sosok Ganjar Pranowo adalah pemimpin muda yang cerdas, enerjik, serta memiliki komitmen kuat untuk menjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Baca juga: Karier Politik Ganjar Pranowo di PDI-P Dinilai Berada di Ujung Tanduk Imbas 2024

Oleh karenanya, ia bersama Paguyuban Joglo Semar mengirimkan makanan dan minuman tradisional khas Yogyakarta yang memiliki filosofi tersendiri.

“Seperti beras kencur dan wedang uwuh bermanfaat untuk membuat badan bugar. Dari makna ini, kami berharap agar Pak Ganjar diberi kesehatan supaya tetap berada di tengah-tengah rakyat yang selama ini membutuhkan kepemimpinannya,” ujar Suroto.

Sementara itu, lanjut dia, jajanan lainnya merupakan wujud rasa terima kasih rakyat DIY yang merepresentasikan dari 4 kabupaten satu kota.

Baca juga: 4 Jajanan Pasar Murah dan Legendaris di Solo, Enak tapi Jarang yang Tahu

Jenis jajanan tersebut di antaranya gudeg sebagai kuliner khas Yogyakarta, tiwul makanan tradisional dari Gunung Kidul, gebleg dari Kulon Progo, salak pondoh dari Sleman, geplak dari Bantul.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com