Berkat Ganjar Pranowo, Dusun Girpasang Kini Diserbu Wisatawan

Kompas.com - 19/05/2021, 11:18 WIB
A P Sari,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kepala Desa Tegalmulyo, Kabupaten Klaten Sutarno menyebut bahwa wisata di Dusun Girpasang saat ini diserbu wisatawan dari berbagai daerah.

Berkat hal itu, kata dia, warga merasa senang dan ekonomi bertumbuh. Bahkan, saat ini Desa Tegalmulyo telah ditetapkan sebagai desa wisata.

“Semenjak dikunjungi Pak Gubernur saat Idul Adha kemarin memang banyak perubahan. Kalau dulu warga Dusun Girpasang masih tinggal di rumah tak layak huni, sekarang sudah direnovasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (19/5/2021).

Ia menerangkan, dalam satu hari, tak kurang dari 200 wisatawan datang mengunjungi Dusun Girpasang.

Baca juga: 4 Tempat Wisata Sekitar Bendungan Kendalsari, Ada Dusun Girpasang

Pada akhir pekan sebelum Ramadhan, jumlah pengunjung bahkan mencapai 600 sampai 700 orang per hari.

“Sudah terasa dampaknya bagi kemajuan warga kami. Beberapa warga bahkan sangat bersemangat untuk menjadikan kawasan ini menjadi lebih baik,” tuturnya.

Sebagai informasi, kepopuleran Dusun Girpasang bermula dari pemberitaan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo saat membagikan daging kurban pada Agustus 2020 lalu.

Saat itu, ia harus naik turun lembah dengan kedalaman lebih dari 150 meter (m) untuk mengantarkan daging kurban kepada warga yang tinggal di dusun terpencil itu.

Baca juga: 9 Tips Wisata ke Dusun Girpasang Klaten, Sewa Jasa Pemandu Lokal

Meski kepayahan, rasa lelah Ganjar terbayar saat menyaksikan pemandangan spektakuler Dusun Girpasang.

Menurutnya, dusun tersebut memiliki potensi besar untuk dikelola menjadi destinasi wisata baru di Jateng.

“Ini bagus, saya melihat potensi yang bisa dikembangkan untuk destinasi wisata unggulan. Ini keren, lho,” kata Ganjar kala itu.

Untuk mewujudkan ide itu, ia pun meminta kades setempat bergerak agar menjadikan Dusun Girpasang sebagai destinasi wisata baru. Bahkan, kades juga diminta untuk menggandeng universitas atau anak muda kreatif untuk membangun dusun.

Baca juga: 8 Pesona Dusun Girpasang di Klaten, Naik Gondola sampai Trekking

“Kearifan lokal, budaya, dan suasana ada semua. Ini unik dan menarik. Pasti bagus kalau dikelola dan dipasarkan kepada wisatawan,” imbuhnya.

Sutarno menjelaskan, tidak sampai satu tahun pascakunjungan Ganjar, Dusun Girpasang kini telah banyak bersolek.

Hal itu terbukti dari adanya gondola kaca yang aman untuk mengangkut warga ke sana. Dengan kendaraan ini, warga pun tak perlu repot berjalan kaki selama berjam-jam di sepanjang lembah untuk melakukan hal-hal mendesak.

“Pengadaan gondola ini dilaksanakan Pemerintah Desa Tegalmulyo menggunakan anggaran desa dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat,” kata Sutarno.

Baca juga: Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Ia melanjutkan, selain menikmati pemandangan Merapi dan menaiki gondola dengan ketinggian lebih dari 150 m, wisatawan juga bisa berjalan-jalan di sepanjang jalan setapak yang meliuk-liuk di dasar jurang .

Tak hanya itu, para pengunjung juga bisa mengunjungi kafe-kafe kekinian yang menawarkan pemandangan eksotis Girpasang.

Selain menyuguhkan pemandangan indah, beberapa kafe juga menyediakan spot foto yang bisa digunakan untuk berswafoto.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com