Ganjar Pranowo Minta Pemprov Jateng Berikan Edukasi SRG kepada Petani

Kompas.com - 16/03/2021, 19:24 WIB
Alifia Nuralita Rezqiana,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng untuk mengedukasi para petani tentang Sistem Resi Gudang (SRG).

Hal tersebut disampaikan Ganjar usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan SRG di Gumaya Hotel Semarang, Jawa Tengah, Selasa (16/3/2021).

"Resi gudang ini kan banyak manfaat nih, memang kita mesti mengedukasi kawan-kawan petani, untuk mau masuk ke sistem ini," tutur Ganjar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (16/3/2021).

Saat ini, kata Ganjar, SRG di Jateng tengah menghadapi tantangan untuk memberikan pemahaman kepada para petani. Pemahaman ini perlu diberikan karena masih banyak petani yang menjual hasil panennya secara langsung para kepada tengkulak.

Baca juga: Petani Didorong Manfaatkan Sistem Resi Gudang, Untuk Apa?

Adapun, saat ini Jateng memiliki 15 SRG yang tersebar di 13 daerah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Arif Sambodo mengatakan, pihaknya akan menggandeng dinas terkait untuk melaksanakan penyuluhan.

"Nanti kita kerja sama dengan dinas-dinas terkait, seperti yang dilakukan di Wonogiri, kita manfaatkan para penyuluh untuk ikut menyelaraskan mindset (para petani),” katanya.

Ia pun membenarkan isu petani yang masih sering menjual hasil panen kepada tengkulak. Menurutnya, hal ini terjadi karena para petani masih belum mengetahui manfaat SRG.

Baca juga: Produksi Garam Gunungkidul Mati Suri, Puluhan Petani Garam Pilih Jadi Buruh Bangunan

Sementara itu, menurut Ganjar, meski krusial, edukasi kepada para petani itu tidak bisa dilaksanakan secara instan.

Untuk itu, ia mendorong Pemprov Jateng dan dinas terkait untuk segera melakukan penyuluhan. Terlebih, masa panen raya yang sudah semakin dekat.

"Nah ini kan mau panen raya di mana-mana. Biasanya kalau suplai banyak, harga akan turun. Ketika harga turun inilah, sebenarnya sistem resi gudang ini menjadi penting,” ucapnya.

Karena proses mengedukasi masyarakat untuk pindah ke SRG butuh waktu, Ganjar meminta Pemprov Jateng memberikan contoh-contoh yang baik.

Baca juga: Jeritan Petani: Harga Gabah Lagi Murah, Kok Impor Beras

“Contoh baik yang bisa diberikan ada di tiga kabupaten, yaitu Wonogiri, Grobogan, dan Kebumen,” paparnya.

Ganjar optimis, pemahaman itu bisa ditanamkan dengan baik kepada para petani. Apabila pemahaman diberikan, maka stok pangan akan mengalami perbaikan di masa mendatang.

"Rakor hari ini akan kita jadikan satu pembelajaran bersama, agar kabupaten lain juga mengikuti, dan komoditasnya nanti bisa beragam,” kata Ganjar.

Lebih lanjut, ia berharap, ke depannya SRG tidak hanya mengandalkan komoditas beras saja, tetapi juga bisa memperkuat komoditas bawang merah dari Brebes atau kedelai dari Grobogan.

Baca juga: Wakil Bupati Tasikmalaya Curhat ke Gubernur Ganjar soal Urus Rakyat Miskin

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menegaskan, pihaknya akan terus mendukung pengembangan SRG Jateng dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan. Fasilitas ini, di antaranya dukungan dari segi pembiayaan dan pengelolaan.

Jerry menjelaskan, terkait pembiayaan, pihaknya telah mengajak kerja sama beberapa bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Untuk kelanjutan kerja sama, masing-masing kepala daerah dapat menindaklanjuti secara langsung," ujarnya.

Kemudian, terkait pengelolaan, Jerry mengatakan jika program SRG tersebut mengajak beberapa pihak swasta untuk terlibat.

Baca juga: Gandeng Jasindo untuk Lindungi Petani, Bupati IDP: Ini Salah Satu Program Unggulan Saya

"Kita bisa bekerja sama dengan swasta. Pemerintah juga selama ini sudah memberikan support. Tidak menutup kemungkinan swasta juga akan dilibatkan dalam hal pengelolaan, mencari manajer, dan pengelolaan gudang," jelas Jerry.

Dengan adanya kerja sama itu, ia yakin pengelolaan SRG akan berjalan secara lebih profesional.

Terkini Lainnya
Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Perbaikan Jalan Cepu-Randublatung Ditarget Selesai Akhir 2026, Pemprov Jateng Kucurkan Rp 34 Miliar

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Pemprov Jateng Sabet Opini WTP 15 Kali Beruntun, Realisasi APBD Catat Kinerja Positif

Jateng Gayeng
SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

SPMB Jateng 2026 Dimulai, Taj Yasin Tekankan Keterbukaan dan Kesetaraan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Pemprov Jateng Tanam Mangrove Serentak di 16 Daerah Pesisir

Jateng Gayeng
Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Jadi Pelopor Pendidikan Koperasi Sekolah, Siap Sasar 6,38 Juta Siswa

Jateng Gayeng
Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Sabet Penghargaan Kemendagri, Ahmad Luthfi Ungkap Strategi Jateng Tekan Inflasi lewat Jalur Distribusi

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Gubernur Jateng Dorong Perusahaan Swasta dan BUMD Beri Ruang untuk Pekerja Disabilitas

Jateng Gayeng
Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jalan Randublatung-Cepu yang Rusak Berat Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Rp 5,2 Miliar

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Gubernur Jateng Serahkan Sapi Kurban Seberat 906 Kg untuk Warga Huntara Tegal

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Pemprov Jateng Borong Penghargaan Kemendikdasmen Berkat Berbagai Terobosan Pendidikan

Jateng Gayeng
Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Tumbuh 5,89 Persen dan Lampaui Nasional, Kinerja Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Panen Pujian

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com