Ganjar Usulkan Aksi "Jateng di Rumah Saja", Tokoh Agama Beri Dukungan

Kompas.com - 04/02/2021, 09:59 WIB
A P Sari

Penulis

KOMPAS.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah ( Jateng) Ahmad Daroji mengatakan pihaknya mendukung usulan dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkait aksi Jateng di Rumah Saja.

“Sebetulnya mungkin ada sisi positif dan negatifnya. Namun sisi positifnya tentu lebih banyak. Seperti yang dibilang Presiden Jokowi, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak cukup,” katanya.

Menurutnya, aksi ini sudah diperhitungkan secara matang dengan bahan evaluasi yang kuat dari Ganjar. Ia optimis, aksi Jateng di Rumah Saja akan efektif setelah satu atau dua bulan.

Sekadar catatan, gerakan Jateng di Rumah Saja merupakan berada di rumah saja pada Sabtu (6/2/2021) hingga Minggu (7/2/2021). Gerakan ini diinisiasi Ganjar Pranowo dan merupakan ikhtiar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng memutus rantai Covid-19.

Baca juga: Bupati Batang Wihaji: Kita Pahami Suasana Kebatinan Pak Ganjar, tetapi Rakyat Butuh Makan

Lebih lanjut, Daroji mengatakan, hari libur Sabtu-Minggu menjadi ajang penularan Covid-19. Sebab, banyak orang tidak bekerja dan menghabiskan waktu berkumpul dengan banyak orang.

“Untuk itu, kumpul-kumpul dikurangi dulu, karena penyebaran itu kan terjadi karena tidak menjaga jarak,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (4/2/2021).

Senada dengan Daroji, Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Semarang (KAS), Romo YR Edy Purwanto mendukung penuh gerakan tersebut. Menurutnya, langkah ini sebagai ikhtiar kuat warga Jateng untuk menghentikan transmisi Covid-19.

“Demi kebaikan bersama, saya rasa ini penting untuk ditanggapi dan dilaksanakan. Gereja dan Katolik sangat mendukung,” kata Romo Edy.

Baca juga: Pasar Ditutup Saat Jateng di Rumah Saja, Ini Pesan Gubernur Ganjar

Selain itu, Romo Edy mengajak masyarakat masyarakat untuk berkomitmen terhadap gerakan tersebut. Terlebih, sudah ada Surat Edaran (SE) Gubernur Jateng yang disampaikan ke bupati atau wali kota di Jateng.

“Kami berkomitmen terhadap kebijakan ini. Misal pada Sabtu dan Minggu besok, ketika umat Katolik beribadah, kami memberikan tiga opsi kepada para imam,” paparnya.

Ketiga opsi tersebut, lanjut Romo Edy, yaitu para pastor paroki diminta secara proaktif berkomunikasi dengan kepala daerah (bupati atau wali kota) setempat untuk membicarakan hal tersebut.

“Kemudian, kalau memang para pastor paroki tidak berkenan berjumpa secara langsung, silakan menunggu tindak lanjut dari pimpinan daerah setempat,” imbuhnya.

Baca juga: Ganjar Resmi Terbitkan Surat Edaran soal Gerakan Jateng di Rumah Saja

Sementara itu, untuk opsi ketiga, Romo Edy memaparkan, para romo dipersilahkan untuk langsung memutuskan perayaan Ekaristi Sabtu dan Minggu dilaksanakan secara online atau offline.

“Kami ingin mengajak para romo sampai pada tingkat umat untuk memahami tujuan dari Jateng di Rumah Saja. Alternatif atau opsi yang ditawarkan diharapkan dapat ditindaklanjuti,” ujar Romo Edy.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com