Tak Mau Repot Saat Disuntik Vaksin, Ganjar Kenakan Baju Adat Unik

Kompas.com - 28/01/2021, 15:17 WIB
A P Sari,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah ( Jateng) Ganjar Pranowo melaksanakan vaksinasi Covid-19 kedua di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo, Kamis (28/1/2021).

Dalam acara vaksinasi tersebut, Ganjar tampil mencolok dengan mengenakan baju adat Riau yang didominasi warna kuning cerah, lengkap dengan sarung berwarna merah dan ikat kepala.

Selain nyentrik, baju adat yang dikenakan Ganjar rupanya memiliki desain unik. Ketika hendak disuntik, alih-alih menyingsingkan baju panjang di lengan kirinya, ia justru menarik ritsleting yang dipasang pada ujung pundak.

Melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (28/1/2021), Ganjar mengaku, dirinya sengaja mendesain baju adat tersebut sedemikian rupa untuk memudahkan petugas kesehatan.

Baca juga: Elektabilitas Prabowo dan Ganjar Pranowo Unggul dalam Survei Capres Vox Populi

“Saya sebelumnya ditanya ingin pakai baju adat apa. Saya jawab saya kepingin baju adat Riau. Staff saya mengingatkan kalau bajunya lengan panjang dan akan report serta menyulitkan petugas. Akhirnya saya minta dipanggilkan penjahit untuk dibuatkan resleting di lengan atas,” cerita Ganjar.

Ketika ditanya motivasi membuat desain seperti itu, Ganjar berseloroh, dirinya terinspirasi Bupati Sragen yang juga memasang ritsleting di lengan. Bedanya, milik Bupati Sragen dipasang di tengah lengan.

“Kata penjahit saya biar lebih bagus ritsleting dipasang di atas dan diputar. Cuma butuh 15 menit dikerjakan penjahit, kemudian setelah itu direparasi. Jadi lebih efektif,” celetuk Ganjar.

Sebagai informasi, acara pelaksanaan vaksinasi tahap kedua ini bertepatan dengan hari Kamis pekan keempat Januari. Setiap hari ini, seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng diwajibkan mengenakan baju adat nusantara.

Baca juga: Ganjar Pranowo dan Kisah Orang-orang Jujur

Menurut Ganjar, langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya merawat kekayaan budaya Indonesia.

Lebih lanjut, Ganjar menerangkan, proses vaksinasi yang ia jalani bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jateng berjalan aman dan lancar.

“Sampai saat ini saya masih sehat-sehat saja, tidak ada dampak apapun setelah vaksinasi dosis pertama. Saya berharap program vaksinasi di Jateng berjalan dengan lancar dan semua masyarakat mendukung,” ujarnya.

Selain Ganjar, Wakil Gubernur (Wagub) Jateng Taj Yasin Maimoen juga mengikuti vaksinasi kedua.

Baca juga: Luhut: Pak Ganjar Pranowo, Tolong Segera Perbanyak Fasilitas Isolasi Mandiri Terpusat

Ia mengatakan, dirinya menjadi lebih tenang usai proses vaksinasi tahap kedua dan tidak merasakan gejala apapun selama disuntik vaksin.

“Tidak terasa apa-apa. Tidak menemukan gejala apapun setelah dua minggu disuntik vaksin dosis pertama. Saya bahkan tidak merasa capek, pegal-pegal, nyeri atau apapun. Cuma sedikit mengantuk saja,” paparnya.

Dengan begini, lanjut Taj Yasin, bisa dibuktikan jika vaksin Sinovac aman digunakan oleh masyarakat. Ia meminta masyarakat untuk tidak takut dan ragu dengan program ini.

“Vaksin ini aman dan halal, jadi masyarakat tidak perlu ragu,” katanya.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com