Jateng Gelar UKM Virtual Expo II Khusus UMKM Fesyen

Kompas.com - 19/11/2020, 14:46 WIB
Maria Arimbi Haryas Prabawanti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kepala Dinas Koperasi (Dinkop) Jawa Tengah (Jateng), Ema Rachmawati menjelaskan, gelaran Usaha Kecil dan Menengah ( UKM) Virtual Expo (UVO) II khusus untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di bidang fesyen.

" Bidang fesyen yang dimaksud meliputi pakaian, asesoris, sepatu, tas, topi dan lainnya," kata Ema seperti dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/11/2020).

Ema mengatakan, UVO II yang digelar Kamis (19/11/2020) hingga Jumat (20/11/2020) itu diikuti 152 toko online milik UMKM yang bergerak di sektor fesyen.

“Jumlah peserta tersebut berasal dari UVO I yakni 42 toko UMKM fesyen ditambah UVO II 110 toko UMKM fesyen," imbuh Ema.

Baca juga: Program Korporatisasi Petani Modern di Jawa Tengah Ditargetkan Beroperasi Maret 2021

Adapun para toko UMKM yang ikut tersebut merupakan pelaku usaha kecil di bidang fesyen yang berhasil lolos kurasi.

Dengan mengikuti UVO II ini, Ema berharap, UMKM semakin mengenalkan produk fesyen Jateng yang ternyata sudah beragam variasinya.

"UVO II ini juga diharapkan dapat meningkatkan pemasaran produk fesyen Jateng," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Ema mengungkapkan, acara UVO II juga memberikan beberapa keuntungan, yakni masyarakat diberi pilihan yang sangat beragam terkait produk fesyen.

Baca juga: Google Kucurkan Dana Rp 155 Miliar untuk Bantu UMKM Hadapi Pandemi

Kemudian, ada diskon 20 persen untuk semua produk, termasuk bebas ongkos kirim sehingga harga lebih kompetitif.

“Selain itu, fasilitasinya ya mereka ikut pameran dengan gratis, beberapa produknya dipakai Bu Atikoh dan Pak Ganjar sebagai endorse, free ongkos kirim,” tambah Ema.

Dengan terselenggaranya acara tersebut dan berbagai keuntungan yang diberikan, Ema menargetkan, dunia bisa mengenal fesyen Jateng yang mulai berkembang.

"Target selanjutnya, mulai mencari local hero yang bisa diangkat," imbuhnya.

Ema mengaku, pihaknya juga ingin menggugah teman-teman UMKM kain untuk mulai berpikir memproduksi fesyen.

Baca juga: Pelaku UKM Ini Bisa Raih Omzet 5 Kali Lipat Saat Pandemi

Ke depan, Ema mengatakan, gelaran UVO akan dilakukan dengan tematik. Tujuannya supaya masyarakat di luar paham benar produk asal Jawa Tengah. Pemerintah pun jadi tahu potensi masing-masing sektor," jelasnya.

Masyarakat diharapkan semakin paham dengan produk Jateng karena gelaran ini tidak membatasi kuota pengunjung yang masuk www.ukmvirtualexpo.com.

"Penyelenggaraannya seperti UVO pertama yang pengunjungnya mencapai 7.660 orang dari seluruh Indonesia dan luar negeri," ujar Ema.

Ia pun mempersilakan masyarakat yang akan ikut, untuk berkunjung ke www.ukmvirtualexpo.com.

“Masyarakat bisa berselancar di sana, baik acara streaming maupun jualannya,” jelas Ema.

Baca juga: Kemenkop UKM Minta Penerima Banpres Produktif Gunakan Dana Bantuan untuk Bangkitkan Usaha

Dengan adanya kemudahan akses dalam acara tersebut, Ema berharap, banyak masyarakat yang belanja dan membeli produk UMKM fesyen.

Sementara itu, disinggung soal transaksi penjualan di UVO kedua ini, Ema menekankan, target penjualannya tidak sebesar UVO pertama yang berhasil membukukan transaksi sekitar Rp 3 miliar.

"Targetnya tidak besar karena kali ini fesyen saja,” katanya.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com