Ganjar dan Atikoh Ulang Tahun Pernikahan, Alam Beri Hadiah Lukisan

Kompas.com - 25/09/2020, 15:35 WIB
Inadha Rahma Nidya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Jumat (25/9/2020) pagi, tak seperti biasanya, putra semata wayang Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, Muhammad Zinedine Alam Ganjar, berdiri di teras rumah.

Ia berdiri untuk menantikan kedatangan orangtuanya Ganjar dan Atikoh yang sedang gowes berkeliling Kota Semarang.

Di belakang Alam, terlihat pula benda berukuran cukup besar yang tertutup kain putih, dan diletakan di atas meja.

Ketika Ganjar dan Atikoh tiba di rumah, Alam pun langsung menyambut keduanya dengan mata berbinar. Ia mengajak orangtuanya berjalan ke depan benda yang tertutup kain putih tersebut.

Ganjar dan Atikoh pun penasaran dengan apa yang ada di balik kain putih tersebut. Untungnya, Alam mempersilakan kedua orangtuanya untuk membukanya.

Baca juga: Anak Ganjar Ingin Jadi Sekjen PBB

“Ini kado dari Alam untuk ayah dan bunda. Coba dibuka,” kata Alam, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Ternyata, benda misterius itu adalah lukisan cat air bergambar Ganjar yang sedang tersenyum mengenakan seragam gubernur, serta memeluk Atikoh dan Alam. Sepertinya, lukisan tersebut berasal dari foto pelantikan Ganjar menjadi Gubernur Jateng.

Lukisan tersebut merupakan hadiah hari jadi ke-21 pernikahan Ganjar dan Atikoh dari Alam. Alam memesan langsung lukisan tersebut dari pelukis cat air terkenal asal Bali Moelyoto.

“Wah, bagus sekali ini. Makasih ya. Sama tidak ini, coba kita foto seperti di lukisan itu,” kata Ganjar, sambil mengelus dan merangkul Alam serta Atikoh, seperti gambar yang dilukis Moelyoto.

Baca juga: Saat Ganjar Semringah Temukan Kerajinan Berbentuk Logo MU dari Limbah Kayu

Kebahagiaan Ganjar tak berhenti di sana. Pasalnya, pada kesempatan tersebut, Moelyoto yang datang ke Semarang untuk mengantar lukisan pesanan Alam, memberi lukisan bergambar Almarhum KH. Maimoen Zubair (Mban Moen) yang sedang tersenyum dengan tongkat di tangan untuk Ganjar.

“Sudah lama saya ingin punya lukisan Mbah Moen, karena menurut saya beliau tokoh yang sangat menginspirasi. Apalagi, tanggal lahir beliau sama persis dengan saya,” kata Ganjar.

Setelah melihat lukisan tersebut, Ganjar pun mengenang pertemuan dan pengalamannya saat salat berjemaah berdua di kamar Mbah Moen.

“Ini bagus banget, seperti melihat wajah aslinya. Lihat ini, senyumnya Mbah Moen membuat suasana hati menjadi adem. Saya memiliki banyak kesan mendalam bersama beliau,” kata Ganjar.

Baca juga: Ganjar Kisahkan Betapa Sayangnya Mbah Moen pada Dirinya

Di tengah kekagumannya, Ganjar pun mengapresiasi para komunitas cat air yang terus berkarya dengan hasil luar biasa.

“Saya sudah punya lukisan cat air Bung Karno. Hari ini saya dapat koleksi lukisan Mbah Moen dan keluarga saya. Yang menarik, lukisan cat air ini sangat detail, luar biasa,” kata Ganjar.

Ganjar berharap, para seniman cat air dapat terus berkarya dan menghasilkan banyak lukisan.

“Sekali-kali, boleh kita gelar pameran, atau sekarang saja secara virtual. Nanti saya bantu promosikan,” kata Ganjar.

Terkini Lainnya
Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan

Gerak Cepat, Gubernur Ahmad Luthfi Pastikan Penanganan "Paripurna" bagi Korban Bencana Pemalang

Jateng Gayeng
Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Antisipasi Banjir dan Longsor, Pemprov Jateng Dorong Rehabilitasi Hutan dan Lahan

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Pemprov Jateng Pulangkan 100 Warga Terdampak Banjir Sumatera, Dapat Bantuan Modal Usaha

Jateng Gayeng
Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Polemik Tambang Gunung Slamet, Gubernur Luthfi Utamakan Keselamatan Lingkungan dan Warga

Jateng Gayeng
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Perantau Asal Jateng Bangun Kampung Halaman

Jateng Gayeng
Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Peringati Hari Antikorupsi Sedunia, Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Jajaran Perkuat Budaya Integritas

Jateng Gayeng
Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Survei Litbang Kompas: 95,8 Persen Warga Jateng Nilai Program Kesehatan Perlu Dilanjutkan, Bukti Kesadaran Kesehatan Meningkat

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Kesehatan Terbaik, Hasil Kolaborasi Program Speling

Jateng Gayeng
Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Litbang Kompas: 73,2 Persen Warga Jateng Optimistis dengan Kepemimpinan Ahmad Luthfi, Jadi Modal Akselerasi Pembangunan

Jateng Gayeng
Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Operasi Kemanusiaan di Sumbar, Pemprov Jateng Kirim Bantuan Rp 1,3 Miliar dan 40 Relawan

Jateng Gayeng
Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Surplus Padi, Gubernur Ahmad Luthfi Dinobatkan Sebagai Kepala Daerah Swasembada Pangan

Jateng Gayeng
Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Gubernur Jateng: Malaysia dan China Bakal Investasi Rp 62,3 Triliun di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Pemprov Jateng Pertahankan Capaian TPID Terbaik Tingkat Provinsi

Jateng Gayeng
Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Kebijakan Sarung Batik ASN Jateng Dongkrak UMKM, Menuai Apresiasi Publik

Jateng Gayeng
Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Kualitas Data Diakui Nasional, Pemprov Jateng Raih Penghargaan dari Kemendukbangga

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com