Pantau Protokol Kesehatan, Ganjar Harap Sekolah Punya Satgas "Jogo Sekolah"

Kompas.com - 29/07/2020, 12:45 WIB
Maria Arimbi Haryas Prabawanti,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap, Satuan Tugas (Satgas) Jogo Sekolah ada di setiap sekolah untuk saling mengawasi dan memantau kepatuhan protokol kesehatan.

"Satgas Jogo Sekolah diperlukan untuk mengawasi anak-anak di jalan, transportasi umum dan saat berkumpul dengan temannya jika nantinya sekolah masuk," katanya saat mengecek proses belajar daring di Sekolah Menengah Atas (SMAN) 11 Semarang, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, Satgas Jogo Sekolah ini juga diperlukan untuk mengawasi dan mengecek kesiapan proses belajar mengajar jika suatu saat sekolah sudah masuk kembali.

Pada kesempatan itu, ia mengingatkan para guru yang mengajar daring dari sekolah untuk memperhatikan protokol kesehatan.

Baca juga: Berikut Syarat Pembukaan Kembali Sekolah di Tengah Pandemi

"Saat di dalam ruangan, tolong jendelanya dibuka, setelah satu jam bisa keluar ruangan dulu, kalau perlu pasang alat steril udara. Mejanya juga kalau bisa disorot atau dibersihkan sendiri setiap hari," kata Ganjar 

Tak hanya itu, Ganjar menyampaikan pula beberapa hal seperti anjuran pemakaian masker saat di dalam ruangan dan mulai membiasakan diri tidak membuka masker saat berbicara dengan orang lain.

Selain itu, ia pun menyarankan agar petugas keamanan di gerbang melakukan pengecekan kepada setiap ada orang yang hendak masuk.

"Masker dan hand sanitizer sudah lumayan bagus. Tapi jaga jarak ini yang masih belum bagus, kadang masih ada yang saling berdekatan atau bahkan menempel saat berkumpul," imbuhnya.

Baca juga: Masih Terjadi Pelanggaran, Sekolah Diminta Tidak Paksakan Pembelajaran Tatap Muka

Terlebih, menurut Ganjar, saat ini kondisi perkambangan Covid-19 di Semarang masih naik-turun.

Sementara itu, terkait proses belajar daring di SMAN 11 Semarang, ia menilai, relatif tidak ada masalah.

"Beberapa kendala yang sempat muncul seperti kuota dan anak yang tidak memiliki fasilitas gawai sementara ini sudah teratasi," kata Ganjar seperti dalam keterangan tertulisnya.

Misalnya untuk kesulitan kuota, Ganjar mengatakan, pihak sekolah memberikan bantuan berupa voucher internet senilai Rp 50.000.

Baca juga: Dana BOS di Jateng Boleh Dipakai untuk Beli Kuota Internet Siswa dan Guru

"Dari data sekolah ada sekitar 13 anak yang mendapat bantuan yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) tersebut," tuturnya.

Ganjar mengatakan, ada seorang siswa yang dipinjami smartphone milik kepala sekolah dan seorang siswa dipinjami laptop milik sekolah lantaran tidak memiliki gawai tersebut.

"Bantuan itu agar siswa dapat mengakses internet dan mengikuti kegiatan belajar mengajar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring," kata Ganjar.

Sebagai informasi, beberapa hari lalu Ganjar juga melihat proses KBM daring di SMAN 5 Semarang dan SMKN 7 Semarang.

Baca juga: Curhat Siswa di Jateng Soal Belajar Daring, Mulai Sulit Sinyal hingga Tak Ada Kuota

Menurut Ganjar, di dua sekolah itu pula ada pemberian bantuan untuk kuota internet yang bersumber dari BOS dan BOP.

"Sekolah kan punya laptop untuk laboratorium Teknologi Informasi (TI), itu saja digunakan atau dipinjamkan dulu kepada anak yang tidak memiliki Hand Phone (HP)," kata Ganjar.

Terkini Lainnya
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Kendalikan Inflasi Jelang Lebaran, Gubernur Jateng Sidak Pasar Bunder Sragen

Jateng Gayeng
Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Ahmad Luthfi Fasilitasi Mudik Gratis KA ke Jateng, Pemudik: Membantu Banget

Jateng Gayeng
17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

17 Juta Pemudik Diprediksi Masuk Jateng, Ahmad Luthfi Siapkan Infrastruktur dan UMKM

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com