Diajak Ngopi Ganjar, Warga Kutoarjo Sampaikan Berbagai Aspirasi

Kompas.com - 05/04/2019, 23:55 WIB
Mikhael Gewati

Editor

KOMPAS.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyempatkan ngopi di angkringan sekitar alun-alun Kutoarjo sebelum pulang kampung di gang Aglik Utara, Kutoarjo Purworejo, Jumat (5/4/2019).

Kehadiran orang nomor satu di Jateng itu, membuat warga kaget dan spontan berkerumun. Dari mereka kemudian ada yang langsung mengajak bersalaman dan minta foto.

Karena kondisi gerimis, Ganjar pun langsung mengajak mereka untuk duduk lesehan di angkringan yang beratap terpal biru. Nama terakhir adalah alasan jika warga sekitar pun sering menyebut angkringan tenda biru.

Karena tepat berada di samping jalan utama, kerumunan di angkringan itu lantas mengundang penasaran pengendara.

"Ayo podo mangan, pesen kopi. Bu, kopi Bu," kata Ganjar seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima.

Melihat yang berdatangan semakin banyak, Ganjar meminta masyarakat duduk melingkar dan mengajak diskusi sejumlah persoalan di Purworejo. Mulai dari infrastruktur, olahraga, kebencanaan sampai urusan pemilu presiden.

Puji Subroto dari Bagelen misalnya. Dia menyampaikan sejumlah pembangunan di daerahnya yang belum kunjung tuntas.

"Mohon bantuannya pak gub, karena pembangunan di Daerah Aliran Sungai itu kami harapkan bisa mengatasi banjir di daerah kami," katanya.

Ada pula, Suprapto, suporter tim sepakbola andalan masyarakat Purworejo ISP (Ikatan Sepakbola Purworejo) ini minta dukungan Ganjar agar tim kesayangannya kembali masuk ke divisi 1. Ini karensa sudah tiga tahun ini tim kebanggaannya terpaksa vakum.

"Syukur-syukur pak gub berkenan membantu untuk renovasi stadion WR Soepratman, karena itu kandang ISP dan saat ini kondisinya kurang diperhatikan," katanya.

Selain itu, Suprapto juga menyampaikan kepada Ganjar terkait kondisi terkini Yuli Wijaya.  Pemuda yang jadi korban pemukulan kampanye di Purworejo ini mengalami trauma meski keadaannya sudah cenderung membaik.

Sebenarnya acara ngopi bersama masyarakat itu tidak masuk dalam agenda gubernur. Ganjar pulang kampung, karena ingin menghadiri resepsi pernikahan keponakannya.

Meski demikian, banyak aspirasi dari warga yang disampaikan. Ganjar pun menjawab dengan penuh keakraban sambil sesekali melempar candaan. Terlebih kepada beberapa kepala desa yang tiba belakangan dan menyampaikan persoalan desa.

"Kalau pembangunan harus diperhatikan, apakah itu jalan atau jembatan milik pusat, provinsi, kabupaten atau desa. Nah kalau desa ya silakan pak kepala desa langsung diatasi, apalagi sampeyan baru terpilih. Buktikan janji ketika kampanye dulu," kata Ganjar yang langsung disambut tawa dan tepuk tangan dari masyarakat.

Melihat suasana yang demikian cair dan penuh tawa itu, Ganjar mengatakan, agar suasana seperti itu terus ditebar di keseharian, terlebih jika menyangkut pemilihan presiden. Tidak perlu saling fitnah, menyebar kebencian apalagi sampai baku hantam.

"Betapa kita bahagia bisa bertemu, kan ini wajahnya mrenges Kabeh, suasana seneng ini jangan dihancurkan dengan permusuhan. Kita hormati yang berbeda pilihan, beda suku, beda agama. Masak sesama orang Purworejo jotos-jotosan," katanya.

Terkini Lainnya
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Pengusaha China Garap Proyek EBT di Jawa Tengah

Jateng Gayeng
Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Tak Lagi Belajar di Rumah Warga, Anak-anak Lereng Merapi Kini Punya SMAN 1 Kemalang

Jateng Gayeng
Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Resmikan Daycare di Ungaran, Gubernur Luthfi: Agar Buruh Kita Maksimal Bekerja

Jateng Gayeng
TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi

TPST BLE Banyumas Dipuji Prabowo, Jateng Siap Jadi "Role Model" Nasional Zero Sampah pada 2028

Jateng Gayeng
Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jaga Kondusivitas Wilayah, Gubernur Luthfi Ajak Buruh Rayakan May Day dengan Kegiatan Konstruktif

Jateng Gayeng
Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Lantik 27 Pejabat di Lingkungan Pemprov Jateng, Gubernur Luthfi Tegaskan Tidak Ada Praktik Titipan

Jateng Gayeng
Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Turunkan Stunting ke 17,1 Persen, Gubernur Ahmad Luthfi Raih National Governance Award 2026

Jateng Gayeng
Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng–Aceh Teken Kerja Sama Senilai Rp 1,06 Triliun, Dorong Kolaborasi OPD hingga BUMD

Jateng Gayeng
Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Bawa Resep Kepemimpinan Jateng ke Sumatera, Ahmad Luthfi: Kepala Daerah adalah “Manajer Marketing”

Jateng Gayeng
Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Pemprov Jateng Realisasikan 5.382 Jamban, Taj Yasin Sebut Kebutuhan Masih Tinggi

Jateng Gayeng
Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Program Desa Mandiri Sampah Antarkan Gubernur Luthfi Raih Penghargaan CSR dan PDB Awards 2026

Jateng Gayeng
MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

MTQ Nasional 2026, Pemprov Jateng Siap Sambut 8.000 Kafilah dari Penjuru Tanah Air

Jateng Gayeng
Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Satu-satunya di Indonesia, Jateng Kini Punya Gedung Asrama Mandiri untuk Atlet Paralimpiade

Jateng Gayeng
Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Infrastruktur Jalan Prima Selama Lebaran 2026, Pemprov Jateng Tuai Apresiasi Pemudik

Jateng Gayeng
Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Wujud Kesehajaan, Ahmad Luthfi Lebaran Bersama Anak Panti dan Komunitas Disabilitas

Jateng Gayeng
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com