Resmikan Museum Kanjeng Sepuh Sidayu, Bupati Gresik: Komitmen Rawat Kebudayaan Lokal

Kompas.com - 03/08/2024, 17:05 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani berharap, Museum Kanjeng Sepuh Sidayu menjadi salah satu jujugan wisata edukasi masyarakat. 

“Kita tidak boleh melupakan sejarah, karya maupun tulisan para pendahulu kita. Dari sejarah kita bisa belajar tentang kejayaan masa lampau. Dari sejarah pula kita bisa melihat sebab kehancuran bangsa bangsa yang besar," ungkapnya. 

Dia mengatakan itu saat meresmikan Museum Kanjeng Sepuh didampingi Wakil Bupati Aminatun Habibah di Desa Mriyunan Kecamatan Sidayu, Jumat (2/8/2024). 

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu menyampaikan, pembukaan Museum Kanjeng Sepuh bukan hanya sekadar proyek pembangunan infrastruktur.  

Lebih dari itu, pembukaan museum tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen bersama untuk menjaga dan merawat identitas serta kebudayaan lokal.

Baca juga: Peringati Hari Anak Nasional 2024, Bupati Gresik Ingatkan Pentingnya Pemenuhan Hak-hak Anak

"Nantinya, museum ini dapat menanamkan pengertian kepada generasi muda. Museum adalah tempat inspirasi dari masa lalu untuk masa depan," ujarnya dalam siaran pers.

Gus Yani juga mengajak satuan pendidikan di Kabupaten Gresik untuk memanfaatkan Museum Kanjeng Sepuh Sidayu maupun Museum Art Digital yang berkomplek di Masjid KH Robach Ma'sum, Kecamatan Balongpanggang. 

"Partisipasi sekolah yang ada di Kabupaten Gresik bisa memanfaatkan dengan mengajak anak didiknya untuk berkunjung ke Museum Kanjeng Sepuh dan Museum Art Digital di Balongpanggang," ucapnya. 

Dia juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga dan merawat museum tersebut dengan baik serta memanfaatkannya sebagai pusat kegiatan budaya dan edukasi. 

Terlebih, Trans Jatim koridor baru yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) akan beroperasi melintasi wilayah Pantura Gresik Sidayu. 

Baca juga: Program TAMENG, Upaya Petrokimia Gresik Bantu Tingkatkan Produktivitas Cabai

"Artinya, destinasi wisata ini akan terintegrasi dengan Museum Art Digital yang ada di Kecamatan Balongpanggang," katanya. 

Gus Yani berharap, dengan transportasi yang murah dan aman, pihaknya bisa menarik wisata untuk berkunjung ke Museum Kanjeng Sepuh. 

"Semoga museum ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua dan menjadi kebanggaan sekaligus identitas Kabupaten Gresik," harapnya. 

Peresmian museum itu ditandai dengan lantunan ayat suci Al Quran dan pemotongan tumpeng dan disaksikan generasi keempat Kanjeng Sepuh Sidayu, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), kepala Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta pengurus Yayasan Kanjeng Sepuh Sidayu dan undangan lainnya.

Setelah meresmikan museum, Gus Yani bersama wabup dan kepala OPD melihat satu persatu benda pusaka peninggalan Kanjeng Sepuh Sidayu. 

Untuk diketahui, nama asli Kanjeng Sepuh adalah Raden Adipati Soeryodiningrat. Kanjeng Sepuh adalah salah satu bupati di Kabupaten Sidayu yang tersohor sebagai seorang ulama. 

Baca juga: Resmikan Gedung IPKT RSUD Ibnu Sina, Bupati Gresik: Penderita Kanker Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

Di samping itu, Kanjeng Sepuh juga memiliki kepemimpinan yang tinggi. Ketulusannya selalu memihak pada yang lemah dan selalu dekat dengan rakyat kecil membuatnya sangat dicintai rakyatnya. 

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com