Resmikan Gedung IPKT RSUD Ibnu Sina, Bupati Gresik: Penderita Kanker Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

Kompas.com - 26/07/2024, 10:43 WIB
Mikhael Gewati

Penulis

KOMPAS.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meresmikan Gedung Instalasi Pelayanan Kanker Terpadu (IPKT), di kompleks Rumag Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina, Kamis (25/7/2024).

Peresmian ini menandai langkah maju dalam penyediaan fasilitaskhususnya bagi penderita kanker di Kabupaten Gresik dan sekitarnya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan bahwa peresmian Gedung IPKT ini adalah wujud nyata komitmen Pemkab Gresik dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Kami berharap, dengan adanya fasilitas ini, penderita kanker tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan pelayanan yang memadai. Ini adalah langkah dalam mewujudkan Gresik sebagai kota yang sehat dan peduli terhadap kesehatan warganya,” terang Bupati Fandi Akhmad Yani dalam siaran persnya.

Bupati Yani menjelaskan bahwa IPKT ini merupakan hasil dari sinergi antara RSUD Ibnu Sina bersama Pemkab Gresik dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI).

Untuk diketahui, IPKT di RSUD Ibnu Sina ini merupakan satu dari dua kota di Pulau Jawa yang mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dari Kemenkes RI. Dana tersebut berupa alat radioterapi senilai total Rp 50 miliar.

"Ini diawali dari inisiatif Dirut RSUD Ibnu Sina, yang berkeinginan agar lahan kosong di kompleks RSUD Ibnu Sina bisa dimanfaatkan. Dengan begitu, maka RSUD Ibnu Sina dapat memberikan layanan lebih banyak kepada masyarakat," kata Bupati Yani.

"Dari sini, kita tindak lanjuti dengan melakukan komunikasi dengan Pak Menteri Kesehatan RI, tentang apa saja yang kita butuhkan. Saya sampaikan urgensi dan strategisnya posisi RSUD Ibnu Sina dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat wilayah Pantura," ungkapnya.

Lebih lanjut, selain menyiapkan tenaga medis yang mumpuni, saat ini RSUD Ibnu Sina juga tengah menjalin komunikasi terkait perijinan serta dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terkait MoU. Dengan begitu, nantinya fasilitas IPKT ini akan bisa melayani pasien Universal Health Coverage (UHC).

Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah. Dirinya mengatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak dasar bagi masyarakat Gresik.

"Kesehatan adalah hak dasar setiap warga. Oleh karenanya, kami berupaya memberikan pelayanan yang terbaik dengan menghadirkan instalasi yang terpadu dan berkualitas," kata dia.

 

Ia mengharapkan, kehadiran fasilitas kesehatan baru di RSUD Ibnu Sina  tetap diiringi dengan gaya hidup sehat oleh masyarakat.

"Namun, kami juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat," ujarnya.

IPKT di RSUD Ibnu Sina dirancang untuk memberikan pelayanan komprehensif, mulai dari deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi bagi pasien kanker.

Dengan dukungan peralatan medis canggih dan tenaga medis profesional, diharapkan instalasi ini dapat memberikan layanan terbaik dan meningkatkan harapan hidup pasien kanker bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya.

Direktur Umum (Dirut) RSUD Ibnu Sina, Dr. Soni menjelaskan, penyakit kanker merupakan satu dari lima penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Dalam sepuluh tahun terakhir telah terjadi perubahan pola penyakit penyebab kematian tertinggi, dari yang dulunya penyakit menular menjadi penyakit tidak menular.

Data BPJS yang dihimpun mulai tahun 2017-2022 menunjukkan, angka penyebab kematian di Indonesia sebanyak 87 persen diakibatkan akibat penyakit tidak menular.

Seiring dengan itu, sebanyak 75,81 persen dari data kematian di RSUD Ibnu Sina pada 2023 diakibatkan penyakit tidak menular.

Khusus untuk penyakit kanker, data tahun 2023 menunjukkan sebanyak 1.386 kasus tercatat masuk di RSUD Ibnu Sina.

"Kasus ini rata-rata kita rujuk ke Surabaya, dan antrinya kurang lebih 6 bulan. Insha Allah tahun ini kita bisa meresmikan gedung IPKT ini, SDM kita sudah siap dan alat-alat juga sudah siap. Perijinan akan kita selesaikan sehingga gedung ini bisa segera beroperasional penuh, "ujarnya.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com