KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan berupaya mewujudkan mimpi beasr menjadikan Bulungan lumbung pangan di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Hal ini terlihat dari 15 program prioritas Pemkab Bulungan, salah satunya sektor pertanian yang terus di genjot produktivitasnya.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, keseriusan Pemkab Bulungan mendorong atau menggenjot produktivitas sektor pertanian dari program Komando Strategi Pembangunan Pertanian ( Mandau Tani).
“Mandau Tani merupakan upaya integrasi pembangunan pertanian dari hulu (produksi) hingga hilir (pemasaran hasil pertanian) untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Alhamdulillah program ini sejalan dengan Asta Cita Ketahanan Pangan Nasional,” ungkapnya di Tanjung Selor, Kalimantan Utara.
Langkah nyata Pemkab Bulungan dalam Mandau Tani untuk meningkatkan produktivitas pertanian, yaitu dengan memberikan bantuan benih padi berkualitas, peningkatan luas area tanam hingga bantuan alat mesin pertanian (alsintan).
Pemkab Bulungan dalam siaran persnya kepada Kompas.com, Rabu (10/9/2025), menyatakan, untuk program Jalan Usaha Tani dari tahun 2022 hingga 2024 mencapai 102,8 kilometer (km). Dengan rincian tahun 2022 sepanjang 26 km, tahun 2023 sepanjang 45 km, dan tahun 2024 sekitar 31,8 km.
Baca juga: Genjot Pembangunan Infrastruktur, Pemkab Bulungan Targetkan Perbaikan 30 Km Akses Jalan pada 2025
Sementara itu, target bantuan benih tahun 2025 mencapai 13.383 hektar (ha). Adapun untuk bantuan alsintan hingga 2025 yaitu, pompa air untuk pengairan sawah mencapai 247 unit, traktor roda 2 mencapai 47 unit, hands prayer 1.225 unit, serta tresher 21 unit.
Untuk program hilirisasi produk pertanian, Pemkab Bulungan telah melakukan langkah-langkah nyata dengan mendorong petani untuk tidak hanya menghasilkan gabah, tetapi juga diproses menjadi beras dalam kemasan sehingga bernilai ekonomis tinggi.
“Tahun 2024 kami telah subsidi peralatan baik rice milling (mesin giling), dryer (alat pengering padi) di wilayah Sajau Hilir dan Alhamdulilah berjalan dengan baik,” ujarnya.
Selain itu, untuk memperluas program hilirirasi produk pertanian, Pemkab Bulungan juga telah membangun kerja sama dengan sektor swasta terutama yang bergerak dibidang hilirisasi produk pertanian.
“Memang mimpi kita dengan konsep Madau Tani, kita ingin jadikan Kabupaten Bulungan sebagai lumbung panganya Kalimantan Utara,” tegasnya.
Bupati Bulungan, Syarwani saat menaiki alat mekanisasi pertanian (alsintan) untuk panen padi
Dari data keseluruhan, produksi gabah kering giling (GKG) di Kabupaten Bulungan menunjukkan fluktuasi yang signifikan selama periode 2021 hingga 2024.
Pada 2021, total produksi GKG mencapai 13.011 ton. Bulan dengan produksi tertinggi adalah Maret, yaitu 4.448 ton, sedangkan produksi terendah tercatat pada Mei dengan hanya 45 ton.
Namun, pada 2024, produksi GKG menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup baik dengan total produksi mencapai 11.933 ton. Angka ini mendekati level produksi tahun 2022.
Peningkatan signifikan terlihat pada Januari, yang produksi GKG mencapai 1.338 ton. Bulan dengan produksi tertinggi pada 2025 adalah Februari dengan 4.080 ton, sementara April menjadi bulan dengan produksi terendah, yaitu 48 ton.
Jadi, meskipun sempat mengalami tren penurunan dari tahun 2021 hingga 2023, produksi GKG di Kabupaten Bulungan berhasil pulih pada 2024.
Baca juga: Pemkab Bulungan Anggarkan Rp 3 Miliar untuk Benahi Pasar Induk Tanjung Selor
Puncak produksi GKG cenderung terjadi pada awal tahun, yaitu antara Januari dan Februari, sementara produksi terendah seringkali terjadi pada paruh kedua tahun.
Produksi beras di Kabupaten Bulungan menunjukkan fluktuasi yang signifikan dari tahun ke tahun dan juga antar-bulan. Secara keseluruhan, terlihat penurunan produksi pada 2022 dan 2023 sebelum kembali meningkat di tahun 2024.
Namun, tren penurunan ini berhasil dibalik pada 2024. Produksi beras kembali naik menjadi 7.074 ton, meskipun belum menyentuh angka tahun 2021. Peningkatan yang signifikan terlihat di Januari (793 ton) dan Februari (2.419 ton).
Selain itu, tidak ada lagi bulan dengan produksi 0 ton. Hal ini menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Produksi juga relatif tinggi pada akhir tahun, dengan Desember mencapai 603 ton.