Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Fransisca Andeska Gladiaventa
Kompas.com - Selasa, 9 Agustus 2022
Bupati Blora Arief Rohman meluncurkan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) untuk bantu tekan angka stunting di Kabupaten Blora, berlokasi di Pendopo Rumah Dinas Bupati dan ditandai dengan penekanan video wall oleh Bupati Arief yang didampingi oleh Wakil Bupati (Wabup) Tri Yuli, Ketua Tim Penggerak PKK Blora Ainia Shalichah, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dindalduk KB) Purwanto, pada Selasa (9/8/2022). Dok. Pemkab Blora Bupati Blora Arief Rohman meluncurkan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) untuk bantu tekan angka stunting di Kabupaten Blora, berlokasi di Pendopo Rumah Dinas Bupati dan ditandai dengan penekanan video wall oleh Bupati Arief yang didampingi oleh Wakil Bupati (Wabup) Tri Yuli, Ketua Tim Penggerak PKK Blora Ainia Shalichah, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dindalduk KB) Purwanto, pada Selasa (9/8/2022).

KOMPAS.com – Bupati Blora Arief Rohman meluncurkan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) untuk bantu tekan angka stunting di Kabupaten Blora.

“Hari ini kita luncurkan Dashat untuk menekan angka stunting di Kabupaten Blora agar angka yang tahun ini masih di 21,5 persen dapat turun menjadi 14 persen pada akhir 2024,” ungkap Bupati Arief dalam keterangan persnya, Selasa (9/8/2022).

Hal itu disampaikan oleh Bupati Arief pada saat menghadiri acara peluncuran program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Selasa.

Peluncuran program tersebut ditandai dengan penekanan video wall oleh Bupati Arief yang didampingi oleh Wakil Bupati (Wabup) Tri Yuli, Ketua Tim Penggerak PKK Blora Ainia Shalichah, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dindalduk KB) Purwanto.

Melalui Dashat, Bupati Arief mengatakan, para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Keluarga Berencana (KB), Pos Pelayanan Terpadu ( Posyandu), dan Bidan Desa dapat mengajak masyarakat untuk menyajikan makanan sehat dan bergizi tinggi bagi ibu hamil, bayi, dan ibu menyusui agar angka stunting bisa perlahan turun.

“Makanan hasil olahan ini nantinya bisa diberikan kepada bayi, ibu hamil, dan ibu menyusui saat mengikuti posyandu. Kami minta agar pihak desa bisa memberikan dukungan berupa anggaran makanan pendamping ini,” ujar Bupati Arief.

Baca juga: Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief didampingi oleh Wakil Bupati dan Ketua tim penggerak PKK, Kepala Dindalduk KB menyempatkan diri untuk berkeliling mencicipi aneka makanan olahanan yang dilombakan. Dok. Pemkab Blora Bupati Arief didampingi oleh Wakil Bupati dan Ketua tim penggerak PKK, Kepala Dindalduk KB menyempatkan diri untuk berkeliling mencicipi aneka makanan olahanan yang dilombakan.

Selain peluncuran program Dashat, kegiatan itu juga diisi dengan lomba menu sehat cegah stunting berbahan dasar lokal yang diikuti oleh 16 tim penggerak PKK tingkat kecamatan se-Kabupaten Blora.

Bupati Arief didampingi oleh Wakil Bupati dan Ketua tim penggerak PKK, Kepala Dindalduk KB menyempatkan diri untuk berkeliling mencicipi aneka makanan olahanan yang dilombakan.

Tak segan Bupati Arief juga turut mencicipi makanan yang dibuat oleh ibu-ibu PK dari desa masing-masing, mulai dari olahan dengan bahan dasar daun kelor, ikan jendil, labu, ikan patin, telur, ayam, dan aneka sayur lain.

Adapun hasil lomba menu sehat cegah stunting berbahan dasar lokal ini mengeluarkan tiga pemenang.

Juara tiga diraih oleh Kecamatan Jepon dengan nilai 1256, juara dua diraih oleh Kecamatan Tunjungan dengan nilai 1262, dan juara pertama diraih oleh Kecamatan Ngawen dengan nilai 1275.

Baca juga: Pemkab Blora Kelabakan Atasi Angka Pernikahan Dini yang Memprihatinkan

Sementara itu, usai peluncuran Dashat, Wakil Bupati (Wabup) Tri Yuli Setyowati melanjutkan kegiatan dengan mengikuti rapat koordinasi ( rakor) bersama dengan Tim Percepatan Penanggulangan Stunting ( TPPS) Blora.

Dalam rapat tersebut, Wabup Tri Yuli mengatakan, pihaknya ingin segera membentuk TPPS hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Hal ini dilakukan agar bisa bersinergi antara TPPS di kabupaten, kecamatan, dan desa.

“Saya targetkan TPPS bisa terbentuk di seluruh kecamatan hingga ke desa. Mari kita susun tugas pokok dan fungsi (tupoksi) agar bisa bersinergi antara TPPS kabupaten, kecamatan, dan desa. Dengan demikian, penanganan stunting ini menjadi perhatian kita bersama dalam rangka membangun sumber daya alam ( SDM) Blora yang sehat dan unggul,” ujar Wabup Tri Yuli.

Baca juga: Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

PenulisFransisca Andeska Gladiaventa
EditorAmalia Purnama Sari