Pecel Pitik, Makanan Pengiring Ritual Suku Osing

Kompas.com - Sabtu, 1 Juli 2017
Pecel Pitik, Makanan Pengiring Ritual Suku OsingFIRMAN ARIF/KOMPAS.comKuliner khas suku Osing, Pecel Pithik, dihidangkan dalam selametan masyarakat Desa Kemiren, Banyuwangi usai menggelar upacara adat Barong Ider Bumi untuk mengusir bencana dari bumi blambangan, pada hari kedua Lebaran 2017


BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pelaksanaan Ritual yang lekat dengan hal-hal simbolis selalu memiliki sisi lain yang tak berhubungan dengan tujuan ritual. Namun sisi lain itu seingkali justru juga menjadi sesuatu yang melekat pada ritual. Salah satunya adalah makanan.

Salah satu makanan yang memiliki peran tersebut di Banyuwangi adalah pecel pithik. Makanan ini merupakan sajian wajib yang sudah menjadi ciri khas dan kebiasaan suku Osing di Banyuwangi saat melaksanakan ritual atau selamatan.

Pecel pithik adalah makanan berbahan utama ayam kampung yang masih muda. Cara pembuatannya memerlukan beberapa hal khusus. Ayam yang telah disembelih lalu dibersihkan dan dipanggang utuh di perapian.

Cara memanggangnya harus dengan cara tradisional. Sehingga, api yang dibuat untuk membakar harus dijaga agar daging tidak gosong dan matang dengan merata.

Sesuai dengan tradisi yang sudah berlangsung di Suku Osing, orang yang memasak tidak boleh banyak berbicara bahkan cenderung diam dan berdoa. Proses memasak pecel pithik menjadi bagian dari rangkaian ritual adat.

Kendati pecel pithik berbahan utama ayam, namun istilah pecel pithik tidak benar-benar diambil dari bahan utamanya yakni pithik atau ayam dalam bahasa Jawa. Pecel pithik bagi Suku Osing merupakan akronim dari "diucel-ucel hang perkara apik," yang berarti dalam Bahasa Indonesia dilumuri dengan berbagai perkara yang baik.

Hal unik dari penyajian pecel pithik ini adalah dominasi parutan kelapa. Ada pun bumbu yang digunakan yaitu kemiri, cabai rawit, terasi, daun jeruk, dan gula. Bahan-bahan tersebut dihaluskan lalu dicampurkan dengan parutan kelapa muda.

Ayam yang telah selesai dipanggang lalu disuwir menjadi bagian kecil-kecil. Dagingnya dipisahkan dengan tulang. Proses pemisahan tulang tak boleh menggunakan pisau atau alat yang lain, tetapi harus menggunakan tangan. Bagian daging yang sudah disuwir dan dipisah dari tulang inilah yang akan dicampur dengan bumbu parutan kelapa dan dihidangkan dalam prosesi selamatan.

Baru-baru ini, pecel pithik hadir kembali dalam ritual Barong Ider Bumi yang dilaksanakan setiap tanggal 2 Syawal. Menteri Arief Yahya yang pulang kampung dan menghabiskan waktu berlibur di Banyuwangi menyempatkan diri hadir dan mencicipi kembali pecel pithik.

"Makanan ini khas sekali. Jarang sekali makan ini. Makanya Saya tadi langsung memesan untuk di rumah," ujar Menteri Arief.

Dengan berkembangnya Banyuwangi sebagai destinasi wisata, makanan ini diharapkan juga menjadi salah satu pilihan kuliner favorit wisatawan. Makanan khas Banyuwangi ini bisa diperoleh langsung dari dapur-dapur warga Banyuwangi. Sehingga, perekonomian keluarga di Banyuwangi pun membaik dengan adanya wisata kuliner tersebut.

Menteri Arief sendiri mengungkapkan bahwa pecel pithik bisa menjadi pelengkap destinasi wisata budaya di Banyuwangi. Sebab setiap wisatawan yang datang tidak hanya berkunjung untuk melihat atraksi dan singgah sebentar di destinasi wisata, tetapi juga ingin merasakan kuliner asli destinasi wisata. Dan pecel pithik dapat menjadi salah satunya.

"Kuliner ini menjadi sangat penting untuk melengkapi destinasi wisata. Setiap kali ada pagelaran budaya dan ritual seperti ini, kami harapkan masyarakat sekitar mendapatkan dampak perekonomian. Pasti ada keuntungan untuk masyarakat di sana," lanjut Menteri Arief.

Pecel pithik memang merupakan satu perpaduan yang unik. Rasa lembut daging ayam muda yang dipanggang akan berpadu dengan gurih parutan kelapa muda. Belum lagi guyuran air kelapa muda yang ditambahkan dalam sajian.

Pecel pithik dan ritual di Banyuwangi seolah menjadi dua hal yang saling terkait. Setiap kali ada ritual, maka pecel pithik akan menjadi pengiring setia yang hadir. Makanan ini akan disantap bersama di akhir acara ritual. (KONTRIBUTOR BANYUWANGI/ FIRMAN ARIF)

EditorKurniasih Budi
Terkini Lainnya
Ratusan Pebalap Bakal Tanding di Banyuwangi International BMX 2019
Ratusan Pebalap Bakal Tanding di Banyuwangi International BMX 2019
banyuwangi
Ribuan Siswa SD Banyuwangi Nikmati Sate dan Susu Sapi Segar
Ribuan Siswa SD Banyuwangi Nikmati Sate dan Susu Sapi Segar
banyuwangi
Kebakaran di Gunung Ijen, Bupati Anas Minta BNPB Kerahkan Heli Water Bombing
Kebakaran di Gunung Ijen, Bupati Anas Minta BNPB Kerahkan Heli Water Bombing
banyuwangi
Bupati Anas Pastikan Banyuwangi Akan Jadi Destinasi Wisata Nasional
Bupati Anas Pastikan Banyuwangi Akan Jadi Destinasi Wisata Nasional
banyuwangi
Wakil Bupati Banyuwangi Ajak Para Santri Terlibat dalam Pembangunan
Wakil Bupati Banyuwangi Ajak Para Santri Terlibat dalam Pembangunan
banyuwangi
Ratusan ASN Banyuwangi Doakan Pemerintahan Baru Berjalan Baik
Ratusan ASN Banyuwangi Doakan Pemerintahan Baru Berjalan Baik
banyuwangi
Warga Banyuwangi Antusias Sambut Kedatangan Puluhan Supercar
Warga Banyuwangi Antusias Sambut Kedatangan Puluhan Supercar
banyuwangi
Sekarang dari Banyuwangi ke Yogyakarta Bisa Langsung
Sekarang dari Banyuwangi ke Yogyakarta Bisa Langsung "Cus"
banyuwangi
Berhasil, Banyuwangi Festival Raih Penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik
Berhasil, Banyuwangi Festival Raih Penghargaan TOP 45 Inovasi Pelayanan Publik
banyuwangi
Lewat Buku, Bupati Anas Beberkan Strategi Memimpin Banyuwangi
Lewat Buku, Bupati Anas Beberkan Strategi Memimpin Banyuwangi
banyuwangi
Festival Lembah Ijen Banyuwangi, Ini Kata Mereka...
Festival Lembah Ijen Banyuwangi, Ini Kata Mereka...
banyuwangi
Menggenjot Sektor Ekonomi Kreatif Banyuwangi Lewat Festival Kopi
Menggenjot Sektor Ekonomi Kreatif Banyuwangi Lewat Festival Kopi
banyuwangi
Dedikasi Temu Misti Jadi Inspirasi Festival Tari Gandrung
Dedikasi Temu Misti Jadi Inspirasi Festival Tari Gandrung
banyuwangi
Festival Gandrung Sewu Jadi Momentum Seniman Muda di Banyuwangi Unjuk Gigi
Festival Gandrung Sewu Jadi Momentum Seniman Muda di Banyuwangi Unjuk Gigi
banyuwangi
Jadi Kabupaten Terinovatif se-Indonesia di IGA 2019, Banyuwangi Dapat Rp 9 Miliar
Jadi Kabupaten Terinovatif se-Indonesia di IGA 2019, Banyuwangi Dapat Rp 9 Miliar
banyuwangi